Array

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Anak yang Alami Kelainan Mata di Kendari

Sabtu, 19 Maret 2022 | 15:56 WIB
Kemensos Salurkan Bantuan untuk Anak yang Alami Kelainan Mata di Kendari
Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat menyalurkan bantuan untuk anak yang mengalami kelainan mata di Kendari. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini terus berupaya hadir di tengah anak-anak yang mengalami kekurangan. Teranyar, Risma menyalurkan bantuan untuk Zahida Qalbi Nadifa, seorang anak di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengalami kelainan mata (corneal opacities ods suspek dermold cysts). Risma menggandeng Kitabisa.com dalam penyaluran bantuan ini.

Zahida Qalbi merupakan anak dari Danu Susianto (32) yang terkena PHK tahun 2018. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang ayah kini berjualan keliling seperti korek api, masker, dan sebagainya. Dengan penghasilan Rp100.000/hari, Danu tidak mampu mengakses layanan kesehatan. Zahida memerlukan operasi transplantasi kornea untuk mengangkat penyakitnya. Sementara biaya operasi mencapai Rp28.000.000.

Pada kesempatan tersebut, Risma menyampaikan terima kasih kepada media massa yang telah menginformasikan kondisi Zahida. Risma juga mengapresiasi masyarakat dan dermawan yang telah memberikan sumbangan melalui kitabisa.com.

Risma menekankan, negara harus hadir untuk anak-anak semacam Zahida yang mengalami kelainan dari keluarga kurang mampu.

“Pengobatan untuk adik Zahida dan anak-anak lainnya yang mengalami penyakit semacam itu, membutuhkan penanganan secara berlanjut. Anggaran negara tidak didesain untuk pembiayaan semacam itu. Maka, saya mengajak serta masyarakat melalui kitabisa.com untuk membantu,” kata Risma di Sentra Meohai Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (18/2/2022).

Zahida sudah mendapatkan bantuan biaya dari kitabisa.com dan sudah terkumpul donasi Rp 270.000.000. Sebelumnya, pada 8 Feb 2022, telah dilakukan transplantasi pada salah satu mata Zahida di Jakarta Eye Center (JEC) di Kedoya, Jakarta. Saat ini, ia menjalani rawat jalan dan kontrol di dokter spesialis mata RS Bahteramas, Kendari, sambil menunggu jadwal transplantasi kornea mata yang satunya lagi.

Kepala Sentra, Minaula Kendari Syamsuddin menyatakan, pihaknya telah melakukan intervensi dengan memberikan bantuan ATENSI berupa kebutuhan dasar dan nutrisi untuk Zahida berupa susu, popok, minyak telon, bedak, sabun, dan vitamin.

“Termasuk, memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terhadap ayah dan Ibu Zahida, serta memfasilitasi pembiayaan dan akomodasi Zahida dan keluarga ke Jakarta untuk menjalani operasi,” kata Syamsuddin.

Ke depan, kata Syamsuddin, rencana tindaklanjut penanganan berupa pemberian bantuan kewirausahaan bagi Ibu Zahidah dengan berjualan pakaian online. Selain itu, UPT juga memberikan bantuan nutrisi, pakaian dan permainan seperti kue-kue untuk anak, susu, kacang ijo, pakaian, handuk, sabun, sikat gigi, beras, telur, dan permainan edukasi.

Baca Juga: Aset BLBI Hasil Sitaan di Lippo Karawaci Bakal Diberikan ke BUMN, Supaya Bisa Dioptimalkan

Selain Zahida, Kemensos dan kitabisa.com juga menyerahkan hasil donasi bagi anak bernama Siti Hariyati (Nur), anak penderita Anus Anterior sebesar Rp89.163.182. Kemensos juga memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi anak-anak tersebut senilai total Rp8.661.400 dan bantuan kewirausahaan bagi orang tuanya senilai total Rp8.000.000.

Selain menyerahkan donasi, Risma hadir untuk meresmikan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Meohai Kendari yang merupakan SKA ke-13 yang diresmikan. SKA Meohai Kendari sarat dengan budaya lokal. Hal ini ditunjukkan dari hasil karya penerima manfaat yang khas salah satunya tikar adat tolaki. Tikar ini dibuat untuk alas duduk, saringan beras, tas dan tempat penyimpanan barang.

Risma mengakui kualitas produk tradisional yang ada di SKA Meohai Kendari.

"Produk sudah bagus, namun perlu ditunjang dengan pemasaran yang baik, mulai dari penataan, penjualan, hingga penting memenuhi permintaan pasar,” kata Mensos.

Salah satu pembuat tikar adat tolaki adalah penerima manfaat lansia disabilitas netra yang akrab disapa Nenek Suhaya (76). Ia menjadi lansia produktif yang gemar menganyam tikar yang terbuat dari pohon pandan yang dikeringkan.

Di sentra ini juga terdapat kafe kopi, budidaya tanaman hias, sayuran hidroponik, budidaya ikan lele, galeri karya penerima manfaat hingga Art Space untuk aktualisasi seni para penerima manfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI