Membeli Mobil di Australia Kini Harus Menunggu 12 Bulan

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 22 Maret 2022 | 16:42 WIB
Membeli Mobil di Australia Kini Harus Menunggu 12 Bulan
Ilustrasi mobil bekas murah. (Freepik)

Suara.com - Masa tunggu untuk mendapatkan mobil baru di Australia sekarang melebihi 12 bulan, akibat masalah pasokan global yang ditimbulkan invasi Rusia ke Ukraina yang turut menaikan harga mobil bekas dan baru.

Direktur Eksekutif Asosiasi Dealer Otomotif Australia James Voortman mengatakan masa tunggu untuk mendapatkan beberapa merek dan model mobil yang populer sekarang sekitar 12 bulan atau lebih.

"Ini situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Voortman.

Manajer umum dealer Toyota di Phillip, Canberra, Amir Hayati mengatakan sebelum masa pandemi, masa tunggu untuk mendapatkan sebuah mobil baru adalah sekitar empat bulan.

"Namun sekarang sudah berubah menjadi lebih panjang lagi yaitu 12 bulan," katanya.

Alasan utama masa tunggu yang lama bagi produksi mobil baru adalah langkanya ketersediaan semi konduktor.

Mobil modern sekarang ini memerlukan ratusan komponen tersebut yang bekerja seperti komputer kecil yang menghubungkan berbagai bagian dari mobil sehingga bisa berfungsi dengan baik.

"Ini masalah yang dihadapi oleh semua pasar dan semua merek mobil di dunia," kata Voortman.

Bulan Februari lalu Toyota mengumumkan akan mengurangi produksi mobil sebanyak 150 ribu kendaraan.

General Motors, Ford, Kia dan Opel adalah merek-merek mobil lain yang sudah mengumumkan juga pengurangan produksi karena kurangnya produksi semi konduktor tersebut.

Perusahaan pembuat mobil asal Prancis Peugeot sudah mengubah speedometer mobil buatan mereka kembali menggunakan model lama, dari pada menggunakan unit digital karena tidak tersedianya semi konduktor.

"Berbagai perusahaan pembuat mobil harus menghentikan produksi mereka, atau paling tidak menurunkan kapasitas karena mereka tidak bisa mendapatkan bahan dasar yang mereka perlukan," kata ekonom kepala KPMG Sarah Hunter.

Sarah Hunter mengatakan persoalan dimulai ketika berbagai perusahaan mobil ini mengurangi permintaan pasokan semi konduktor di awal pandemi karena memperkirakan permintaan pembelian mobil akan menurun.

"Perusahaan pembuat chip komputer ini kemudian mengalihkan produksi mereka untuk membuat chip yang digunakan di bidang elektronik, di mana permintaan barang-barang elektronik ini sangat tinggi," katanya.

"Dan sekarang perusahaan pembuat mobil harus antre dengan permintaan mereka. Namun sampai sekarang produksinya belum memenuhi semua permintaan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior

DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior

News | Senin, 04 Mei 2026 | 19:35 WIB

Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI

Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI

News | Senin, 04 Mei 2026 | 19:31 WIB

Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang

Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:58 WIB

Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute

Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:42 WIB

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah

Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan

Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:19 WIB

Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'

Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:16 WIB

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:14 WIB