Kehabisan Waktu, Korban Perbudakan Seks Masa Kolonial Jepang Cari Keadilan

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 23 Maret 2022 | 11:20 WIB
Kehabisan Waktu, Korban Perbudakan Seks Masa Kolonial Jepang Cari Keadilan
DW

Suara.com - Pada tahun 2015, 46 dari 239 perempuan yang terdaftar di pemerintah Seoul sebagai korban perbudakan seks masih hidup di Korsel, tapi sekarang hanya ada 12 orang.

Jepang menolak untuk memberikan kompensasi kepada mereka.Selama 30 tahun setelah 'go public' dengan ceritanya tentang penculikan, pemerkosaan, dan prostitusi paksa oleh militer masa perang Jepang, Lee Yong-soo takut kehabisan waktu dalam mendapatkan keadilan.

Perempuan berusia 93 tahun itu adalah satu dari sejumlah penyintas perbudakan seksual Korea Selatan yang semakin lama semakin berkurang.

Sejak awal tahun 1990-an mereka menuntut pemerintah Jepang sepenuhnya mengakui kesalahan dan memberikan permintaan maaf yang tegas.

Upaya terbarunya – dan mungkin yang terakhir – adalah membujuk pemerintah Korea Selatan dan Jepang untuk menyelesaikan kebuntuan selama puluhan tahun atas kasus perbudakan seksual melalui pengadilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lee memimpin sebuah kelompok penyintas perbudakan seksual internasional – termasuk dari Filipina, Cina, Indonesia, Australia, dan Timor Leste – yang mengirim petisi penyelidik kantor hak asasi manusia PBB untuk menekan Seoul dan Tokyo membawa masalah ini ke Mahkamah Internasional PBB (ICJ).

Kelompok tersebut ingin Seoul memulai proses arbitrase terhadap Jepang dengan panel PBB, jika Tokyo tidak setuju untuk membawa kasus tersebut ke ICJ.

Tidak jelas apakah Korea Selatan, yang akan berganti ke pemerintahan baru pada bulan Mei mendatang, akan mempertimbangkan untuk membawa masalah ini ke PBB ketika menghadapi tekanan untuk meningkatkan hubungan dengan Jepang di tengah momen pergolakan dalam urusan global.

Negara ini tidak pernah mengajukan kasus di bawah proses seperti itu sebelumnya. Penderitaan semakin terlupakan Sulit bagi Lee untuk bersabar ketika penyintas lainnya terus meninggal dunia.

baca juga

Dia khawatir tentang penderitaan mereka dilupakan atau terdistorsi oleh upaya nyata Jepang untuk mengecilkan sifat paksaan dan kekerasan dari perbudakan seksual Perang Dunia II dan mengeluarkannya dari buku sekolah.

Kepada Associated Press, dia bercerita bahwa dia diseret dari rumah saat berusia 16 tahun untuk menjadi budak seks Tentara Kekaisaran Jepang dan berbagai pelecehan keras yang dia alami di rumah bordil militer Jepang di Taiwan sampai akhir perang — kisah yang pertama kali dia ceritakan kepada dunia pada tahun 1992.

"Baik Korea Selatan dan Jepang terus menunggu kami mati, tetapi saya akan berjuang sampai akhir,” kata Lee di Seoul.

Dia mengatakan kampanyenya bertujuan menekan Jepang untuk sepenuhnya menerima tanggung jawab dan mengakui perbudakan seksual militer masa lalunya sebagai kejahatan perang dan mendidik publiknya dengan baik tentang pelanggaran tersebut.

Keluhan atas perbudakan seksual, kerja paksa, dan pelanggaran lain yang berasal dari pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea sebelum berakhirnya Perang Dunia II telah membuat hubungan Seoul-Tokyo tegang dalam beberapa tahun terakhir karena permusuhan meluas ke masalah perdagangan dan kerja sama militer.

Perselisihan tersebut telah membuat frustrasi Washington, yang menginginkan kerja sama tiga arah yang lebih kuat dengan sekutu Asianya untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Korea Utara dan Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:02 WIB

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB

Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman

Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:47 WIB

Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026

Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:44 WIB

Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang

Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:36 WIB

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:39 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 06:00 WIB

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

×