Rusia Targetkan Wilayah Timur Ukraina, Sebut Fase Pertama Perang Telah Usai

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 26 Maret 2022 | 17:09 WIB
Rusia Targetkan Wilayah Timur Ukraina, Sebut Fase Pertama Perang Telah Usai
BBC

Suara.com - Rusia berkata akan memfokuskan invasinya di Ukraina untuk "membebaskan" wilayah timur, memberi tanda kemungkinan perubahan strategi.

Kementerian Pertahanan Rusia berkata tujuan awal perang ini telah terlaksana, dan Rusia telah berhasil mengurangi kapasitas perang Ukraina.

Invasi yang dilakukan Rusia awalnya diyakini memiliki tujuan menundukkan kota-kota besar dan menggulingkan pemerintahan Ukraina.

Namun mereka menghadapi perlawanan kuat dari Ukraina.

"Tugas utama dari fase pertama operasi ini telah dilaksanakan," kata Sergei Rudskov, dari Kantor Kepala Staf, administrasi yang mengepalai operasi ini.

"Kapabilitas perang tentara Ukraina telah dikurangi secara substansial, sehingga kami dapat berkonsentrasi untuk mencapai tujuan utama: membebaskan Donbas," tambahnya, merujuk pada area di Ukraina timur yang sebagian besar dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia.

Baca juga:

Militer Rusia telah menggempur dan mencoba menundukkan kota-kota kunci di Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv yang menurut Jenderal Rudskyo adalah upaya untuk menyibukkan pasukan Ukraina di wilayah-wilayah lain, sementara Rusia fokus di timur.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, berkata pasukannya telah memberikan "perlawanan kuat" kepada Rusia, dan meminta Moskow menyadari pentingnya pembicaraan perdamaian dengan serius.

"Dengan menahan tindakan Rusia, kami meminta para pemimpin Rusia untuk memikirkan gagasan sederhana dan logis: perundingan adalah hal penting. Perundingan yang berarti. Mendesak. Adil. Untuk mencapai kesepakatan, bukan penundaan," kata dia.

Tujuan utama dari invasi Rusia ini belum pernah diumumkan secara terang-terangan, namun Presiden Vladimir Putin telah mengatakan tujuannya adalah "demilitarisasi" dan "denazifikasi" Ukraina, dan menggambarkan pemerintahan saat ini sebagai junta neo-Nazi yang membunuhi jutaan orang Rusia dalam genosida.

Klaim ini tidak berdasar dan Ukraina bersama sekutu-sekutu Baratnya menyebut alasan ini dipakai sebagai pembenaran untuk memulai perang.

Pasukan Rusia awalnya berusaha untuk mengepung ibu kota Kyiv. Namun setelah menggempur dan merebut sejumlah kota di wilayah barat laut, mereka terdesak mundur oleh militer Ukraina, yang kini berusaha untuk mengepung ribuan tentara Rusia.

Dalam penilaian AS pada Jumat, pejabat pertahanan berkata Rusia tidak membuat kemajuan dalam serangannya di kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, dan bahwa Ukraina akan dapat merebut kembali Kherson.

Pasukan Rusia menunjukkan kesuksesan lebih besar di selatan, mereka merebut kota-kota seperti Kherson, dan menunjukkan kemenangan di timur.

Baca juga:

Moskow kini mengeklaim 93% wilayah Luhansk di Donbas di bawah kendali separatis yang dibekingi oleh Rusia, dengan 54% bagian lain Donbas, Donetsk, juga dikuasai. Lebih dari sepertiga total wilayah dikuasai separatis sebelum perang dimulai.

Andriy Yermak, kepala staf Presiden Ukraina Zelensky, mengatakan berhati-hati dalam menanggapi komentar Rusia telah meninggalkan rencana mereka untuk menyerang daerah lain di Ukraina.

"Sangat berbahaya memberikan prognosis publik sebelum perang benar-benar usai, terutama ketika Anda berperang melawan salah satu pasukan terbesar di dunia," kata Yermak kepada Financial Times.



Perubahan strategi atau pengakuan kegagalan oleh Moskow?

Mungkin analisis ini masih terlalu dini, namun ada perubahan strategi di sini.

Pernyataan salah satu jenderal tertinggi Rusia, Sergei Rudskoy, tentang "fase pertama" telah nyaris selesai dan pasukan akan konsentrasi pada "pembebasan Donbas" kemungkinan berarti akan ada lebih banyak pasukan bergerak ke "garis kontak" yang memisahkan wilayah yang dikuasai pemerintah dan separatis di Donetsk dan Luhansk.

Laju serangan Rusia di area-area lain Ukraina terlihat lambat. Pasukan mereka dipukul mundur dari posisinya di sekitar ibu kota, Kyiv, dan dilaporkan mulai mengambil posisi bertahan untuk menghindari kehilangan lebih banyak korban atau untuk mempersiapkan semacam jeda.

Mungkin juga masih terlalu dini untuk menyimpulkan Rusia menyerah untuk merebut Kyiv, namun para pejabat di Barat berkata Rusia terus mengalami kemunduran demi kemunduran.

Pada Jumat, Barat melaporkan Rusia kehilangan jenderal lagi - ini yang ketujuh - dan di beberapa unit, semangat mereka dalam titik terendah.

Mereka meyakini pengumuman Jenderal Rudskoy menandakan Moskow menyadari ambisi mereka akan strategi pra-perang telah gagal.

"Rusia menyadari mereka tidak dapat melanjutkan operasi di titik-titik berbeda secara terus-menerus," kata salah satu pejabat.

Sebanyak sepuluh batalion unit taktis dikumpulkan, kata yang lain, dan menuju Donbas.

Bahkan sebelum perang berlangsung bulan lalu, mereka mengungkapkan kekhawatiran Rusia akan memusatkan serangan dengan tujuan menaklukkan pasukan perang terbaik Ukraina, tergabung dalam Operasi Pasukan Gabungan (JFO), yang ditugaskan di sepanjang garis kontak.

Mundur bukan berarti ambisi melunak

Pergerakan baru memperlihatkan pasukan Rusia menuju area-area yang sejauh ini belum ditundukkan di Donetsk dan Luhansk, kemungkinan untuk bergabung dengan pasukan yang bergerak dari selatan, dari Kharkiv dan Izyum.

Dan jika Rusia akhirnya berhasil melumpuhkan pelabuhan Mariopol, di Laut Azoy, maka pasukan lain dapat bergerak ke utara dan benar-benar mengepung JFO.

Beberapa elemen dari tujuan ini masih tampak jauh. Pasukan Ukraina di Mariupol memberikan perlawanan ganas, menghalangi Rusia mencapai ambisi pra-perang mereka yang lain - jembatan daratan dari Semenanjung Krimea ke Donbas.

Namun jika Moskow memutuskan lebih baik mereka berkonsentrasi - setidaknya untuk saat ini - pada mencapai tujuannya satu demi satu, maka mereka kemungkinan akan memusatkan kekuatan persenjataan, terutama dari udara.

Militer Ukraina, bagaimanapun disiplin dan termotivasinya, akan membutuhkan banyak bantuan untuk bertahan.

"Saya berharap di situ lah perlengkapan senjata dari Barat dapat memberikan kontribusi penting bagi pasukan Ukraina," kata salah satu pejabat Barat.

Jika dalam beberapa hari mendatang ini kita benar-benar melihat fokus Rusia adalah ke Donbas, itu bukan berarti Moskow telah melupakan ambisi yang lebih besar.

"Kami tidak melihat adanya perubahan invasi secara keseluruhan," ujar seorang pejabat pertahanan senior AS.



Dalam perkembangan lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan 1.351 pasukannya tewas dan 3.825 luka-luka di perang Ukraina.

Jumlah ini jauh lebih rendah dari angka korban Rusia yang dicatat oleh Ukraina maupun AS.

Pada pejabat di Barat berkata tujuh jenderal Rusia tewas dalam perang. Berbagai analisis sebelumnya menyebut Ukraina kemungkinan sengaja menargetkan serangan pada pejabat militer senior Rusia.

Sementara itu, jumlah korban dari Ukraina sejak perang dimulai telah mencapai ribuan, dan setidaknya 10 juta orang harus mengungsi, baik di dalam negeri maupun hingga ke perbatasan.

Sejauh ini PBB mengkonfirmasi 1.081 warga sipil yang tewas di Ukraina, namun jumlah korban sebenarnya bisa jadi lebih tinggi. Serangan di sebuah bioskop di Mariupol saja telah menewaskan sekitar 300 orang, menurut berbagai laporan.

Lebih dari 3,7 juta orang meninggalkan Ukraina, termasuk 2,2 juta ke Polandia. Rusia juga mengatakan lebih dari 400.000 orang melarikan diri ke sana.


https://www.youtube.com/watch?v=0ZFWLsPTbZk

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Raline Shah Bagikan Cara Jaga Kesehatan Tanpa Diet Ketat

Raline Shah Bagikan Cara Jaga Kesehatan Tanpa Diet Ketat

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:56 WIB

19 Bulan Pimpin Pemerintahan, Prabowo: Alhamdulillah Sudah Banyak yang Dicapai!

19 Bulan Pimpin Pemerintahan, Prabowo: Alhamdulillah Sudah Banyak yang Dicapai!

Video | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:00 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB

Gibran Dihadang Mahasiswa, Dapat Keluhan soal BBM sampai MBG

Gibran Dihadang Mahasiswa, Dapat Keluhan soal BBM sampai MBG

Video | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:25 WIB

Chemistry Dennis Adhiswara & Ayushita di Cocote Tonggo: Pasutri yang Bikin Senyum-senyum Sendiri

Chemistry Dennis Adhiswara & Ayushita di Cocote Tonggo: Pasutri yang Bikin Senyum-senyum Sendiri

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:43 WIB

Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan

Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan

Tekno | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:43 WIB

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:42 WIB

Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif

Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:51 WIB

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:42 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:34 WIB

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:28 WIB

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26 WIB

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:03 WIB

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:48 WIB

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:21 WIB