Pro Kontra Metode Cuci Otak Dokter Terawan: Dijajal Pejabat, Dipertanyakan IDI

Farah Nabilla Suara.Com
Selasa, 29 Maret 2022 | 12:15 WIB
Pro Kontra Metode Cuci Otak Dokter Terawan: Dijajal Pejabat, Dipertanyakan IDI
Terawan Agus Putranto resmi dipecat oleh IDI (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Terawan Agus Putranto kembali menarik perhatian setelah IDI mencoret namanya dari ikatan dokter. Salah satu sebabnya adalah pro kontra metode cuci otak dokter Terawan yang masih jadi polemik hingga saat ini.

Pada pagelaran Muktamar Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dilaksanakan di Banda Aceh, Jumat (25/03/2022) lalu, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI resmi memecat mantan Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto. Terawan dianggap sudah melanggar banyak kode etik dari IDI sehingga membuatnya harus mempertaruhkan izin praktik serta keanggotaannya di IDI.

Pemecatan dr. Terawan ini bukan tanpa alasan. Dari berbagai masalah yang terjadi, metode cuci otak menjadi salah satu penyebab dipecatnya dokter yang dahulu pernah menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto ini. Diketahui, Terawan mulai mendapatkan banyak pasien sejak tahun 2010 untuk terapi dengan alat DSA yang dimilikinya. 

Diragukan IDI

Dari terapi cuci otak yang dilakukannya tersebut, Terawan mengklaim sudah bisa menyembuhkan pasien stroke bahkan dalam 4-5 jam setelah terapi tersebut dilakukan. Bahkan, praktiknya ini dipatenkan di negara Jerman dengan nama "Terawan's Theory".

Saat pelantikannya sebagai Menteri Kesehatan pada Oktober 2019 kemarin, IDI sempat dikabarkan mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa IDI tidak merekomendasikan dr. Terawan untuk menjadi Menteri Kesehatan periode 2019-2024.

IDI juga pernah mengeluarkan surat soal pelanggaran kode etik kedokteran yang dilakukan oleh dr. Terawan, namun dokter kepresidenan tersebut memilih untuk tidak menanggapinya. 

"Sudahlah, yang berkasus itu siapa. Biarkan saja. Saya kan tidak pernah tanggapi. Tidak perlu ditanggapi, belum waktunya, harus sesuai tata cara militer, saya waktu itu (masih berkecimpung di) militer," ujar Terawan pada Rabu (23/10/2019) silam.

Metode cuci otak yang dilakukannya tersebut dianggap lemah dalam penelitian ilmiah. Hal ini juga pernah diungkap teman sejawatnya, dr. Fritz Sumantri Usman yang menganggap penelitian Terawan soal metode terapinya ini masih memiliki kelemahan di beberapa poin. Ia juga menanggapi soal penelitian Terawan yang dilakukan langsung kepada pasien tanpa pengujian secara ilmiah terlebih dahulu sehingga bisa mengancam kesehatan si pasien.

Baca Juga: Dipanggil ke DPR Siang Ini, Komisi IX Bakal Cecar IDI soal Pemecatan Dokter Terawan

Pada kenyataannya, penelitian yang dilakukan oleh dr. Terawan ini diterima sebagai bahan disertasinya saat ia mengambil gelar doktor di Universitas Hasanuddin. Setelah bertahun-tahun berkutat dengan surat peringatan tentang pelanggaran kode etik yang tak kunjung ditanggapi oleh Terawan, IDI akhirnya mengeluarkan surat pemecatan kepada dirinya pada Jumat, (25/03/2022) kemarin.

Pernah Dicoba Pejabat

Meski masih menimbulkan polemik di kalangan dokter dan IDI, tapi terapi cuci otak Terawan ternyata pernah dicoba oleh beberapa pejabat.

Dokter Terawan memang pernah menangani penyakit beberapa pejabat tinggi dan keluarganya. Terawan pernah menerapkan metode cuci otak ini kepada Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Dahlan Iskan, hingga Mahfud MD.

Kebanyakan para pejabat tersebut memberi tertimoni positif terhadap metode cuci otak yang diberikan Terawan.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI