Imbas Invasi Rusia, Raja Nikel Cina Harus Lunasi Posisi Short 8 Miliar Dolar

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Selasa, 29 Maret 2022 | 12:33 WIB
Imbas Invasi Rusia, Raja Nikel Cina Harus Lunasi Posisi Short 8 Miliar Dolar
DW

Suara.com - Akibat harga nikel meroket imbas invasi Rusia ke Ukraina, produsen nikel terbesar di dunia Tsingshan Holding Group terjerat hutang miliaran dolar. Produsen mobil listrik juga kesulitan mendapatkan bahan baku baterai.

Memanfaatkan pengaruhnya di pasar dalam posisi "short", menunggu harga turun, kemudian kembali mengambil keuntungan ketika harga melonjak kembali, adalah mekanisme spekulasi yang dimainkan oleh "Raja Nikel Cina," Xiang Guangda.

Namun, invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina, membuat banyak hal berubah menjadi rumit dalam sekejap.

Rusia adalah salah satu produsen bijih nikel terbesar di dunia, sebuah komponen kunci dalam memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

Sebagai imbas dari sanksi yang dijatuhkan Barat ke Rusia atas invasi yang mereka lakukan ke Ukraina, harga nikel sontak meroket di atas US$100.000 (Rp1,4 miliar) per ton.

Angka tersebut tentu saja terlalu tinggi untuk Xiang Guangda dan seluruh pemain lainnya.

Naiknya harga secara gila-gilaan ini memaksa bursa metal terpenting London Metals Exchange (LME) menangguhkan perdagangan saham logam selama sepekan dan membuat para produsen yang bergantung pada nikel terpaksa berjuang mengatasi bengkaknya biaya.

Terjebak dalam posisinya, perusahaan Xiang, Tsingshan Holding Group, tiba-tiba terjerat hutang miliaran dolar.

Tsingshan, produsen nikel terbesar di dunia, telah dipaksa untuk membeli kembali sejumlah besar kontrak nikel dengan harga yang lebih tinggi untuk mengurangi risiko keuangan.

Dilansir kantor berita AFP, diperkirakan pembelian kembali telah berkontribusi pada kerugian US$8 miliar (Rp112 triliun), menunjukkan perusahaan mungkin membutuhkan dana talangan oleh otoritas Cina.

"Xiang adalah seorang pemain yang cerdik, tetapi dia lengah dengan masalah Rusia, kata Li Bin, seorang pedagang nikel di Shanghai.

Ketika perdagangan nikel kembali dibuka, harga nikel sudah turun ke angka sekitar US$37.200 (Rp520,8 juta) per ton, 50 persen lebih tinggi dibandingkan haraga di bulan Februari.

"Setelah tekanan bersejarah, nikel masih berjuang untuk menemukan harganya,” kata Susan Zou, analis logam senior di Rystad Energy.

Pemerintah Cina turun tangan?

Laporan media lokal, Yicai, menulis bahwa pemerintah Cina dianggap dapat turun tangan menyelamatkan Tsingshan.

Ada banyak diskusi yang memungkinkan perusahaan untuk menukar produk nikel bermutu rendah yang tidak memenuhi standar kualitas LME dengan bentuk yang lebih murni dari logam yang dipegang dalam persediaan negara untuk menyelesaikan klaimnya, demikian lapor Yicai.

Cina pun diperkirakan akan menahan sekitar 100.000 ton nikel cadangan negara. Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Tsingshan atau pun dari pemerintah di Beijing.

Sebelumnya pada tahun 2018, Xiang juga pernah memengaruhi pasar ketika dia melepaskan volume besar feronikel (nikel berkadar rendah) yang dapat digunakan untuk membuat baja tahan karat.

"Xiang selalu percaya bahwa karena dia adalah salah satu pemain terbesar di dunia dengan biaya yang sangat rendah, dia bisa menjaga harga nikel di bawah jempolnya," kata seorang mantan karyawan Tsingshan yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari kantor berita AFP.

"Dia selalu bertaruh pada harga nikel, karena biaya produksinya di Indonesia sama rendahnya dengan US$10.000 (Rp140 juta) per ton," lanjutnya.

Siapakah Xiang Guangda?

Xiang Guangda adalah taipan yang terkenal di antara para pedagang Nikel di Cina dengan julukan "Raja Nikel" dan "Big Shot".

Merintis karier sebagai mekanik di perusahaan perikanan negara, Xiang sekarang telah memiliki dua smelter nikel di Indonesia.

Salah satunya yang berada di taman industri Morowali yang membentang seluas 2.000 hektare dengan 44.000 pekerja dan bandara miliknya sendiri, serta dilihat sebagai jaminan pasokan bijih murah untuk Tsingshan.

Tsingshan sekarang harus membayar utangnya atau membuktikan bahwa mereka dapat mengirim nikel yang cukup untuk membayar kembali.

"Kami sedang mengamati dengan cermat langkahnya selanjutnya karena itu bisa tetap mengguncang pasar," kata Li.

Biaya yang meningkat tersebut sudah dirasakan oleh pembuat kendaraan listrik termasuk Tesla dan 20 pesaing lainnya di Cina seperti Xpeng dan BYD, yang telah menaikkan semua harga kendaraan selama dua minggu yang lalu dengan alasan kenaikan harga bahan mentah.

"Harga dan gangguan telah mendorong produsen utama baterai untuk mencari alternatif logam sebagai sumber energi kendaraan," kata analis Zou.

Sebelumnya pada 14 Maret, Tsingshan mengatakan bahwa telah mencapai kesepakatan dengan bank untuk mempertahankan posisi nikel perusahaan, menandakan bahwa Xiang sedang berusaha untuk keluar dari krisis.

Langkah ini dinilai bisa membuat harga nikel semakin tidak pasti dan membuat para produsen baterai mobil listrik makin kesulitan. rap/hp (AFP, AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C

Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C

Sport | Jum'at, 24 April 2026 | 19:40 WIB

BRI Optimistis Perkuat Ekonomi UMKM di Tahun 2026, Ini Strateginya

BRI Optimistis Perkuat Ekonomi UMKM di Tahun 2026, Ini Strateginya

Bri | Jum'at, 24 April 2026 | 19:39 WIB

Heboh Jalan Anjlok di Sudirman, Bina Marga: Bekas Proyek Pipa Limbah

Heboh Jalan Anjlok di Sudirman, Bina Marga: Bekas Proyek Pipa Limbah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 19:39 WIB

Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026

Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026

Foto | Jum'at, 24 April 2026 | 19:38 WIB

Hadapi Grup Berat, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026

Hadapi Grup Berat, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 19:34 WIB

Dijamu PSIS Semarang, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan

Dijamu PSIS Semarang, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 19:33 WIB

Alvaro Arbeloa Ungkap Alasan Jarang Mainkan Dani Carvajal

Alvaro Arbeloa Ungkap Alasan Jarang Mainkan Dani Carvajal

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 19:28 WIB

Miskinkan Bandar Ko Erwin, Bareskrim Bidik Pasal TPPU dan Sita Aset Rumah hingga Ruko!

Miskinkan Bandar Ko Erwin, Bareskrim Bidik Pasal TPPU dan Sita Aset Rumah hingga Ruko!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 19:13 WIB

Membangun Kemandirian Masyarakat Melalui Edukasi Investasi Digital

Membangun Kemandirian Masyarakat Melalui Edukasi Investasi Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:15 WIB

Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon

Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:17 WIB

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:11 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:55 WIB

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:40 WIB

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:33 WIB