Bucha: Biden Desak Putin Diadili Atas Kejahatan Perang

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 07 April 2022 | 14:06 WIB
Bucha: Biden Desak Putin Diadili Atas Kejahatan Perang
BBC

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyerukan agar Presiden Rusia Vladimir Putin diadili atas kejahatan perang, setelah muncul bukti kekejaman yang diduga dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina.

Belakangan ini, kemarahan dunia internasional meningkat atas dugaan pembunuhan para warga sipil di Bucha, sebuah kota yang berlokasi dekat dengan Ibu Kota Kyiv.

"Orang ini brutal," kata Biden mengenai Putin, seraya menambahkan bahwa dia yakin Putin "adalah penjahat perang".

Tanpa adanya bukti, Rusia mengklaim bahwa gambar-gambar kekejaman itu direkayasa oleh Ukraina.

Para pejabat AS juga mengatakan bahwa mereka mendukung jaksa internasional pergi ke Bucha untuk mengumpulkan bukti.

Pemerintah Ukraina mulai menyelidiki dugaan kejahatan perang ini, setelah menyatakan ada jenazah 410 warga sipil ditemukan di wilayah sekitar Kyiv. Beberapa di antaranya ditemukan di kuburan massal, sedangkan yang lainnya dalam posisi tangan terikat dan tampak seperti ditembak dari jarak dekat.

Para pejabat di Kyiv menuduh pasukan Rusia membunuh seorang kepala desa, suaminya, serta putranya di Desa Motoyzhyn karena membantu pasukan Ukraina di desa itu.

"Anda mungkin ingat saya dikritik karena menyebut Putin sebagai penjahat perang," kata Biden.

"Anda lihat apa yang terjadi di Bucha - dia adalah penjahat perang... tapi kita harus mengumpulkan semua buktinya agar ini bisa diadili sebagai kejahatan perang."

Baca juga:

Biden menggambarkan temuan di Bucha itu "keterlaluan", juga menyatakan bahwa penting bagi Putin untuk "bertanggung jawab" atas kekejaman yang dilakukan oleh militernya di Ukraina.

Biden juga menambahkan bahwa dia berencana menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.

Pernyataan Biden muncul setelah perusahaan teknologi luar angkasa, Maxar, merilis foto satelit terbaru yang menunjukkan banyak jenazah bergelimpangan di jalanan Bucha selama diduduki oleh pasukan Rusia.

Analisis foto oleh New York Times menunjukkan setidaknya ada sebelas mayat di jalanan pada 11 Maret lalu, ketika Rusia menduduki kota itu.

Gambar-gambar itu menyangkal klaim Rusia bahwa pembunuhan di Bucha terjadi setelah tentara mereka meninggalkan wilayah itu pada pekan lalu.

Departemen luar negeri AS mengatakan mereka memiliki laporan yang kredibel mengenai pemerkosaan, penyiksaan, dan eksekusi yang dilakukan pasukan Rusia sebagai bagian dari apa yang digambarkan Moskow sebagai "kampanye yang lebih luas dan meresahkan".

Sementara itu, kejaksaan internasional akan mendukung unit kejahatan perang dari Kejaksaan Agung Ukraina atas permintaan negara itu.

"Ada laporan dan gambar dari rangkaian kekejaman itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price.

Pentagon juga menyatakan "cukup jelas" bahwa Rusia berada di balik kekejaman di Bucha, tetapi penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan unit mana yang bertanggung jawab.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga menuduh Rusia melakukan kejahatan perang dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Senin malam. Zelensky juga mengatakan Putin akan berusaha menutupi bukti kekejaman lainnya.

"Saya yakin Anda tahu mengenai taktik lama para propagandis Rusia yang terus menerus menolak tuduhan terkait militer Rusia," kata Zelensky.

"Sekarang mereka melakukan hal yang sama. Kebohongan yang sama. Mereka mencoba memutarbalikkan fakta. Tetapi mereka tidak akan berhasil. Mereka tidak akan bisa menipu seluruh dunia."

Prancis dan Jerman usir diplomat Rusia

Sementara itu, Prancis dan Jerman mengumumkan pada Senin bahwa mereka mengusir diplomat Rusia sebagai respons atas temuan di Bucha.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan pengusiran 40 diplomat itu sebagai tanggapan atas "kebrutalan yang luar biasa" yang dilakukan Kremlin di Ukraina.

Sedangkan Prancis mengatakan akan mengusir "banyak" staf Rusia tanpa menyebutkan jumlah pastinya.

Lithuania juga mengatakan pihaknya mengusir Duta Besar Rusia, sambil mengutip kekejaman yang diduga telah dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk PBB mengatakan pihaknya akan memberikan "bukti empiris" kepada Dewan Keamanan PBB yang menunjukkan bahwa pernyataan Barat tentang peristiwa di Bucha adalah bohong.

Pada konferensi pers di New York, Vasily Nebenzya menuduh Ukraina dan "sponsor Barat"-nya memalsukan bukti dan melakukan serangan berbendera palsu terhadap rakyatnya sendiri.

Di Bucha, saksi mata menggambarkan tentara Rusia menembaki orang-orang yang mencoba melarikan diri setelah Rusia melarang mereka meninggalkan kota itu melalui koridor kemanusiaan.

Sedikitnya 20 orang ditemukan tewas tergeletak di jalan, banyak dari mereka dengan luka parah. Beberapa ditembak di pelipis, seolah-olah dieksekusi, sementara yang lainnya jelas-jelas telah dilindas oleh tank.

Gambar satelit yang diambil oleh Maxar menunjukkan kuburan massal 14 meter (45 kaki) di wilayah kota, tepatnya di dekat gereja St Andrew dan Pyervozvannoho All Saints.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

News | Senin, 06 April 2026 | 10:59 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB

Kejahatan Tak Terbayangkan Terjadi di Pesisir Suriah: Saksi Mata Memohon Bantuan Internasional!

Kejahatan Tak Terbayangkan Terjadi di Pesisir Suriah: Saksi Mata Memohon Bantuan Internasional!

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 02:30 WIB

PBB: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Gaza, Ini Pelanggaran Hukum!

PBB: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Gaza, Ini Pelanggaran Hukum!

News | Sabtu, 08 Maret 2025 | 03:30 WIB

Kejahatan Perang? Iran Kecam Serangan Israel ke Pengungsi Lebanon

Kejahatan Perang? Iran Kecam Serangan Israel ke Pengungsi Lebanon

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 06:33 WIB

Kejahatan Perang Berlanjut? 12 Warga Palestina Tewas dalam Operasi Israel di Tepi Barat

Kejahatan Perang Berlanjut? 12 Warga Palestina Tewas dalam Operasi Israel di Tepi Barat

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 20:00 WIB

Daftar Hitam Kejahatan Perang Suriah: 4000 Nama Dibidik PBB

Daftar Hitam Kejahatan Perang Suriah: 4000 Nama Dibidik PBB

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 14:44 WIB

Eks Menhan Israel Akui Negaranya Lakukan Kejahatan Perang di Gaza!

Eks Menhan Israel Akui Negaranya Lakukan Kejahatan Perang di Gaza!

News | Kamis, 09 Januari 2025 | 05:57 WIB

Tentara Israel Buronan Kejahatan Perang Gaza Ditangkap di Argentina?

Tentara Israel Buronan Kejahatan Perang Gaza Ditangkap di Argentina?

News | Rabu, 08 Januari 2025 | 07:00 WIB

Iran Sebut Kejahatan Perang, Israel Serang Kendaraan Jurnalis di Gaza Tewaskan 5 Orang

Iran Sebut Kejahatan Perang, Israel Serang Kendaraan Jurnalis di Gaza Tewaskan 5 Orang

News | Jum'at, 27 Desember 2024 | 13:03 WIB

Terkini

Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari

Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari

News | Senin, 13 April 2026 | 10:59 WIB

Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!

Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!

News | Senin, 13 April 2026 | 10:55 WIB

Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun

Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun

News | Senin, 13 April 2026 | 10:48 WIB

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

News | Senin, 13 April 2026 | 10:39 WIB

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

News | Senin, 13 April 2026 | 10:38 WIB

Habiburokhman Bela Seskab Teddy soal 'Inflasi Pengamat': Ada Benarnya

Habiburokhman Bela Seskab Teddy soal 'Inflasi Pengamat': Ada Benarnya

News | Senin, 13 April 2026 | 10:34 WIB

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

News | Senin, 13 April 2026 | 10:32 WIB

Aksi Pemain Abroad Timnas Indonesia di Luar Negeri: Kevin Diks Cedera, Maarten Paes Gahar

Aksi Pemain Abroad Timnas Indonesia di Luar Negeri: Kevin Diks Cedera, Maarten Paes Gahar

News | Senin, 13 April 2026 | 10:21 WIB

Provokasi Zionis! Menteri Keamanan Israel Berdoa di Area Khusus Muslim Masjid Al Aqsa

Provokasi Zionis! Menteri Keamanan Israel Berdoa di Area Khusus Muslim Masjid Al Aqsa

News | Senin, 13 April 2026 | 10:18 WIB

Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional

Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional

News | Senin, 13 April 2026 | 10:14 WIB