Barat Ancam Boikot KTT G20, Upaya Lobi Indonesia Diragukan Berhasil

Siswanto, BBC

Jum'at, 08 April 2022 | 14:29 WIB
Barat Ancam Boikot KTT G20, Upaya Lobi Indonesia Diragukan Berhasil
BBC

Suara.com - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa, di tengah ancaman boikot Amerika Serikat terhadap pertemuan G20 jika Rusia menghadirinya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah mengatakan, kunjungan kerja itu antara lain membahas berbagai isu terkini, mulai upaya peredaan ketegangan Rusia-Ukraina hingga upaya lobi terkait KTT G20.

Namun politikus dan anggota DPR, Effendi Simbolon menganggap langkah itu seharusnya dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo, sehingga dampaknya diharapkan bisa lebih terasa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen mengatakan pihaknya akan memboikot sejumlah pertemuan G20 di Bali jika pejabat Rusia hadir.

Sementara, pengamat hubungan internasional Aleksius Jemadu mengatakan, Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20, tetap harus menggelar acara itu tepat waktu, walaupun nantinya benar-benar diboikot oleh negara-negara Barat.

Baca juga:

'Biden meminta Rusia dikeluarkan dari G20'

Ancaman Amerika Serikat untuk memboikot pertemuan G20 di Bali, kembali disuarakan, di tengah sikap Indonesia yang tidak menentang rencana kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan itu.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, Kamis (07/04), mengatakan pihaknya akan memboikot sejumlah pertemuan G20 di Bali jika ada pejabat Rusia yang hadir.

"Presiden Biden menjelaskan, dan saya tentu setuju dengannya, bahwa Rusia tidak bisa menjadi mitra bisnis seperti biasa di lembaga keuangan mana pun," kata Yellen dalam menanggapi sebuah pertanyaan, seperti dikutip kantor berita Reuters.

baca juga

"Dia meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20, dan saya telah menjelaskan kepada rekan-rekan saya di Indonesia bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana," lanjut Yellen.

Menlu Retno akan ke sejumlah negara Eropa

Menanggapi hal itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan negara-negara anggota G-20 dan mengharapkan agar semua menghadiri acara itu.

"Dengan tetap mengharapkan kehadiran seluruh anggota G20 dalam berbagai rangkaian pertemuan," kata Faizasyah dalam jumpa pers, Kamis (07/04) melalui zoom.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, baik Presiden, menteri atau pejabat di bawahnya, juga sudah melakukan komunikasi dengan negara anggota G20.

"Untuk mendapatkan pandangan secara komprehensif dan juga digunakan untuk menyampaikan perspektif Indonesia sebagai presidensi G20," jelasnya.

Teuku Faizasyah juga membenarkan, bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di Eropa.

Kunjungan ini disebutnya akan membahas pula berbagai isu terkini, termasuk G20 dan upaya meredakan ketegangan Rusia-Ukraina.

"Pastinya Menteri Luar Negeri akan tetap melakukan upaya-upaya untuk mencoba meredakan ketegangan dan mencari solusi damai antara pihak-pihak terkait," papar Faizasyah.

Indonesia tahun ini memimpin G20, dan memilih untuk tidak memihak dalam konflik Ukraina-Rusia, namun tanpa kehadiran pemimpin negara Barat dikhawatirkan pertemuan tersebut dianggap sulit menghasilkan solusi.

'Presiden Joko Widodo seharusnya turun langsung'

Para pengamat meminta agar pemerintah Indonesia melakukan lobi politik khusus untuk meyakinkan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, agar menghadiri pertemuan itu.

Politikus PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon, mengapresiasi rencana kunjungan Menlu Retno ke sejumlah negara Eropa.

Tetapi menurutnya Presiden Joko Widodo seharusnya yang turun tangan langsung.

"Inilah waktunya, 'bapak sebagai presidensi G20 dan Presiden Indonesia', dan pemimpin kita Bung Karno pernah [melakukannya], ayo pak [Jokowi) berangkat."

"Itu otomatis dua negara itu akan melakukan gencatan senjata, minimal dua jam, apalagi kita ada kepentingan mensukseskan agenda G20 di Bali.

"Makanya saya bilang ke Ibu Menlu [Retno Marsudi], agar dirinya [selama ke Eropa] membuka jalan agenda menuju ke sana [kehadiran Presiden Jokowi demi upaya perdamaian dan kesuksesan G20]," jelas Effendi.

Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina sudah merupakan 'agenda' antar pemimpin dunia. "Misalnya antara Jokowi dan Joe Biden, misalnya."

Lagipula, posisi Indonesia sebagai presidensi dan tuan rumah G20, menurutnya, seharusnya membuat Indonesia - setingkat presiden - lebih banyak mengambil peran belakangan ini.

"Kenapa kita berdiam diri? Saya tidak melihat ada peran kita. Dan Ibu Menlu bilang 'saya akan berkunjung ke sana [Eropa]', tapi saya bilang ini bukan level menteri.

"Bahkan level presiden belum tentu berhasil, tapi yang penting ikhtiar kita bisa menengahi konflik di sana," ujar Effendi.

'Kecil kemungkinan upaya lobi akan berhasil'

Sebaliknya, pengamat hubungan internasional yang juga Guru Besar Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Profesor Aleksius Jemadu, meragukan lobi-lobi yang dibangun pemerintah Indonesia, akan membuahkan hasil.

"Kecil sekali kemungkinannya, kalau Putin hadir, dan negara-negara Barat bisa diajak untuk berkompromi [untuk hadir di G20]," kata Aleksius kepada BBC News Indonesia, Kamis (07/04).

Hal itu didasarkan sikap terbaru Amerika Serikat dan sekutunya yang menganggap Rusia melakukan kejahatan perang dalam invasinya ke Ukraina.

"Saya tidak melihat bahwa Barat akan memaafkan itu hanya karena dilobi oleh Indonesia. Kecil sekali kemungkinannya [keberhasilan lobi] itu," tambahnya.

Di sisi lain, menurut Aleksius, Rusia melalui sosok Vladimir Putin dianggapnya tidak akan menyerah begitu saja di hadapan Barat.

Dalam kondisi seperti itu, Indonesia disebutnya menghadapi tantangan diplomatik yang "sangat sulit".

"Sulit menemukan kompromi tanpa memenuhi harapan dari dunia Barat bahwa seseorang [Putin] harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi di Ukraina."

Dihadapkan kenyataan seperti itu, dia mendorong pemerintah Indonesia untuk tetap bersikap netral.

"Indonesia itu harus mempertahankan itu [netralitas], karena kredibitas Indonesia ada di situ," kata Aleksius.

Dia juga meminta pertemuan G20 tidak perlu ditunda, walaupun nantinya diboikot negara-negara Barat.

"Saya berharap Indonesia mempertahankan dignity-nya, dengan sikap netralnya, dengan membawa suara bahwa 'saya bertindak sebagai presiden G20," ujarnya.

Aleksius mengakui, tanpa dihadiri negara-negara Barat, pertemuan G20 akan menjadi "cacat" dan "tidak sesuai harapan".

Namun demikian, dia menekankan, Indonesia harus tetap menggelar G20 dengan segala kenyataan seperti itu.

"Apa boleh buat, karena Indonesia harus menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, kalau upaya mendekati mereka tidak berhasil, ya, Indonesia harus bergerak dengan negara-negara yang ada."

Sejauh ini Moskow mengisyaratkan Presiden Putin akan hadir di Bali.

Sementara itu, diplomat China dikutip mengatakan, tidak ada kekuatan yang bisa membubarkan G20.

Jika tidak ada jalan tengah, sejumlah pihak mengatakan, KTT G20 besar kemungkinan untuk pertama kalinya tidak menghasilkan deklarasi bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran Wakili Prabowo di Forum KTT G20, DPR: Jangan Cuma Hadir, Tapi Ikut Dialog

Gibran Wakili Prabowo di Forum KTT G20, DPR: Jangan Cuma Hadir, Tapi Ikut Dialog

News | Jum'at, 21 November 2025 | 18:06 WIB

Gibran Wakilkan Pidato Presiden di KTT G20, Ini Alasan Prabowo Tak Pergi ke Afrika Selatan

Gibran Wakilkan Pidato Presiden di KTT G20, Ini Alasan Prabowo Tak Pergi ke Afrika Selatan

News | Jum'at, 21 November 2025 | 13:58 WIB

Hadiri KTT G20 di Afsel, Gibran akan Berpidato di Depan Pemimpin Dunia

Hadiri KTT G20 di Afsel, Gibran akan Berpidato di Depan Pemimpin Dunia

News | Jum'at, 21 November 2025 | 13:42 WIB

Review Film G20: Aksi Heroik di Tengah Diplomasi dan Krisis Global

Review Film G20: Aksi Heroik di Tengah Diplomasi dan Krisis Global

Your Say | Selasa, 15 April 2025 | 12:40 WIB

Poin-poin Debut Perdana Prabowo di KTT G20 Brasil: Pelajari Program Makan Bergizi, Suarakan Perdamain di Palestina

Poin-poin Debut Perdana Prabowo di KTT G20 Brasil: Pelajari Program Makan Bergizi, Suarakan Perdamain di Palestina

News | Rabu, 20 November 2024 | 18:13 WIB

Sebelum Naik Pesawat dari Brasil ke Inggris, Presiden Prabowo Ungkap Kesan Perdana Ikut  KTT G20

Sebelum Naik Pesawat dari Brasil ke Inggris, Presiden Prabowo Ungkap Kesan Perdana Ikut KTT G20

News | Rabu, 20 November 2024 | 17:27 WIB

Para Pemimpin Dunia Menghindari Nama Trump di KTT G20, Ada Apa?

Para Pemimpin Dunia Menghindari Nama Trump di KTT G20, Ada Apa?

News | Rabu, 20 November 2024 | 15:12 WIB

Prabowo Bertemu Biden dan Xi Jinping di KTT G20 Brasil, Bahas Apa?

Prabowo Bertemu Biden dan Xi Jinping di KTT G20 Brasil, Bahas Apa?

News | Senin, 18 November 2024 | 23:11 WIB

Filosofi dan Makna 'Bharat': Digadang-gadang Jadi Nama Baru India

Filosofi dan Makna 'Bharat': Digadang-gadang Jadi Nama Baru India

News | Minggu, 10 September 2023 | 20:53 WIB

Tiba di India, Jokowi Hadir dalam KTT G20

Tiba di India, Jokowi Hadir dalam KTT G20

Your Say | Minggu, 10 September 2023 | 13:07 WIB

Terkini

Spider-Man: Brand New Day dan Awal Era Mutan di Marvel Cinematic Universe

Spider-Man: Brand New Day dan Awal Era Mutan di Marvel Cinematic Universe

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:35 WIB

5 Syarat dan Cara Dapat Subsidi Mobil Listrik dari Pemerintah

5 Syarat dan Cara Dapat Subsidi Mobil Listrik dari Pemerintah

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:34 WIB

4 Pelembap Retinol Ampuh Pudarkan Bekas Jerawat dan Muluskan Tekstur Kulit

4 Pelembap Retinol Ampuh Pudarkan Bekas Jerawat dan Muluskan Tekstur Kulit

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sean Gelael Bongkar Rahasia Balap Endurance, Soroti Ketahanan Fisik dan Performa Mesin

Sean Gelael Bongkar Rahasia Balap Endurance, Soroti Ketahanan Fisik dan Performa Mesin

Sport | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Sopir Avanza Tewas Tabrak Truk yang Lagi Berhenti di Tol Cijago

Sopir Avanza Tewas Tabrak Truk yang Lagi Berhenti di Tol Cijago

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Kecam Pernyataan Londo Ireng, Jurnalis Bali: Prabowo Harus Minta Maaf

Kecam Pernyataan Londo Ireng, Jurnalis Bali: Prabowo Harus Minta Maaf

Bali | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata

Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Fakta Hukum di Balik Terkaitnya Nama Nabila Gardena dalam Kasus Timah

Fakta Hukum di Balik Terkaitnya Nama Nabila Gardena dalam Kasus Timah

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Promo Sepeda Listrik Exotic EV 929 di Transmart, Banting Harga Jadi Rp4 Jutaan

Promo Sepeda Listrik Exotic EV 929 di Transmart, Banting Harga Jadi Rp4 Jutaan

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League

Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League

Bola | Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:53 WIB

×