Suara.com - Wacana penundaan Pemilihan Umum (pemilu) kian santer beberapa waktu belakangan ini. Wacana tersebut lalu beriringan dengan isu perpanjangan masa jabatan presiden Joko Widodo menjadi tiga periode. Lantas siapa saja tokoh yang pernah menyuarakan penundaan Pemilu ini?
Muncul pro dan kontra di masyarakat mengenai wacana tersebut. Bahkan dua wacana tersebut yang menjadi salah satu penyulut aksi mahasiswa pada 11 April 2022 di Jakarta.
Ternyata isu atau wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi tidak muncul dari ruang hampa. Ada beberapa orang yang justru menyuarakan hal tersebut, dan mereka mengklaim hal ini merupakan keinginan dari masyarakat.
Berikut pihak-pihak yang diduga berada di belakang isu atau wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.
1. Muhammad Qodari

Muhammad Qodari adalah Direktur Eksekutif lembaga survey Indo barometer. Ia juga dikenal sebagai pengamat dan analis politik yang kerap kali menjadi rujukan media di Indonesia. Namun tak hanya itu, ia juga membentuk Kominitas Jok-Pro 2024, yang bertujuan “mengawinkan” Joko Widodo dengan Prabowo Subianto sebagai pasangan capres dan cawapres pada pilpres 2024.
Dalam beberapa kesempatan ia menyampaikan, konstitusi kita bisa diubah untuk memungkinkan presiden Joko Widodo menjabat tiga periode. Hal itu jika ada keinginan dari masyarakat dan keinginan politik (political will) dari MPR untuk mengakomodir aspirasi rakyat tersebut.
2. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia
![Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. [ANTARA/Ade Irma Junida]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/18/10994-menteri-investasikepala-bkpm-bahlil-lahadalia.jpg)
Awal 2022 lalu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, pernah menyatakan bahwa kalangan pengusaha ingin pemili diundur. Menurut Bahlil, hal tersebut didasari oleh kondisi ekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya pulih, akibat hantaman pandemic Covid-19.
3. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga angkat bicara mengenai penundaan pemilu 2024. Ia bahkan mengklaim yang pertama kali mengembuskan wacana tersebut. Tak hanya itu, Cak Imin juga mengaku punya data mengenai jumlah masyarakat yang menginginkan penundaan pemilu. Berbeda dengan data yang dimiliki oleh Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, Cak Imin mengklaim ada 100 juta orang di Indonesia yang menginginkan pemilu 2024 ditunda.
4. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

Akhir Februari 2022 lalu, Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan kesetujuannya terhadap penundaan pemilu 2024. Ia menyatakan, pandemic Covid 19 yang belum berakhir bisa menjadi alasan untuk memundurkan jadwal pemilihan umum 2024.
Alasan lainnya adalah kondisi perekonomian nasional yang belum membaik. Lalu alasan ketiga, menurut Zulhas adalah kondisi politik global yang belum menentu, diantaranya konflik Rusia-Ukraina. Dan terakhir, ia beralasan, biaya pemilu 2024 yang sangat tinggi.
5. Airlangga Hartarto
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Ubah Haluan usai Getol Gaungkan Isu Tunda Pemilu, PAN Kini Ikut Jokowi Siapkan Pemilu 2024
News | Senin, 11 April 2022 | 12:47 WIB
Jokowi Tolak Penundaan Pemilu, Ernest Prakasa: Terima Kasih Pak
Entertainment | Senin, 11 April 2022 | 11:07 WIB
Meski Usung Isu yang Sama, Ini 3 Perbedaan BEM SI dan BEM Nusantara
News | Senin, 11 April 2022 | 10:41 WIB
Massa BEM SI Belum Datangi Kawasan DPR RI, Arus Lalin Masih Lancar
News | Senin, 11 April 2022 | 10:14 WIB
Anwar Abbas Minta Polri Hormati Hak Mahasiswa dan Masyarakat: Jangan Halangi Mahasiwa Datang ke Jakarta!
Banten | Senin, 11 April 2022 | 09:19 WIB
IMI Resmikan Aplikasi Digital, Presiden Joko Widodo Dapat Gelar Bapak Otomotif Indonesia
Otomotif | Senin, 11 April 2022 | 08:32 WIB
Terkini
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB
Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya
News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB
Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?
Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:27 WIB
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:25 WIB
Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400
Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:24 WIB
Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone
News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB
Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam
Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 09:15 WIB
Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid
Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB
Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini
Bekaci | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB