Saiful Mujani Ungkap Studinya Ada Kelompok yang Tidak Disukai Masyarakat

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 14 April 2022 | 21:38 WIB
Saiful Mujani Ungkap Studinya Ada Kelompok yang Tidak Disukai Masyarakat
Saiful Mujani [Dokumentasi Saifulmujani.com]

Suara.com - Pendiri Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) Saiful Mujani mengungkapkan hasil studi terkait toleransi di masyarakat.

Dalam studinya, pihaknya menanyakan terkait seberapa toleran dan seberapa tidak toleran masyarakat Indonesia. Pertanyaan mendasar dalam studinya yakni masyarakat siapa yang paling tak disukai.

"Kita tanya ada nggak masyarakat paling anda tidak sukai," ujar Saiful dalam youtube SMRC TV, Kamis (14/4/2022).

Hasilnya, jumlahnya fluktuaktif. Namun, ia menuturkan mayoritas kelompok yang tidak disukai masyarakat mengalami kenaikan setiap tahun. Bahkan delapan tahun terakhir mengalami kenaikan.

Namun, ia tak menyebut kelompok mana yang tak disukai mayoritas masyarakat. 

"Kalau pun kita tidak suka ini jumlahnya fluktuatif, tetapi mayoritas kita disini ada yang menyebutkan mayoritas warga itu mengatakan ada kelompok yang paling dia tidak sukai, fluktuatif sempat 81 persen sampai 85 persen kemudian turun. Tapi kemudian, setelah 2013 naik kembali. Jadi delapan tahun terakhir mengalami kenaikan. Sementara yang mengatakan tidak ada, bukan mayoritas," papar dia.

Selanjutnya kata Saiful, pihaknya juga menanyakan terkait ketidaksukaan terhadap kelompok masyarakat tertentu.  Pertanyaan tersebut untuk mengetahui apakah responden tersebut toleran atau tidak toleran.

"Yang menunjukkan ketidaksukaan itu, kita kemudian kejar, apakah orang yang tidak suka tersebut itu menghalang-halangi hak orang untuk mendapatkan hak-hak pihak yang dia nggak suka? kalau dia menghalangi dia tidak toleran, kalau dia tidak menghalangi dia tidak toleran," papar  Saiful. 

Selain itu, Saiful membeberkan beberapa indikator yang dipakai untuk mengetahui apakah toleran atau tidak toleran. Yakni apakah kelompok yang mereka tidak sukai boleh berpidato, boleh berpawai, boleh menjadi guru negeri, hingga pertanyaan terkait apakah kelompok tersebut boleh menjadi Presiden hingga pejabat publik. Hasilnya mayorits menolak atau tidak setuju.

baca juga

"Rata-rata 90 persen tidak setuju keberatan. Artinya, tidak toleran. Lalu pawai di daerah itu bawa poster tidak boleh (hasilnya) 90 persen. Konsisten (menolak). Menjadi guru negeri secara umum nggak boleh juga. fluktuatif. 95 persen di tahun 2017 angkanya. Lalu ngggak boleh jadi presiden, jadi bupati. Menjadi pejabat pemerintah juga tinggi (Ketidaksetujuan). Jadi tingkat toleransinya menguat. Intoleransi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saiful Mujani: Tak Suka Ade Armando Boleh, Tapi Anda Tak Punya Hak Halangi Dia Hidup di Negeri Ini

Saiful Mujani: Tak Suka Ade Armando Boleh, Tapi Anda Tak Punya Hak Halangi Dia Hidup di Negeri Ini

News | Kamis, 14 April 2022 | 17:32 WIB

Jika PDIP Ngotot Pasangkan Prabowo-Puan, Saiful Mujani: Mungkin Ganjar Tidak Maju

Jika PDIP Ngotot Pasangkan Prabowo-Puan, Saiful Mujani: Mungkin Ganjar Tidak Maju

Jawa Tengah | Sabtu, 06 November 2021 | 16:14 WIB

Saiful Mujani: Hasil Akhir Manuver Moeldoko Adalah Membunuh Partai Demokrat

Saiful Mujani: Hasil Akhir Manuver Moeldoko Adalah Membunuh Partai Demokrat

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 17:06 WIB

Terkini

Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Suap HGB Summarecon

Peran 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Suap HGB Summarecon

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:07 WIB

Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan SIM di Siak dan Pekanbaru, Terungkap Modusnya

Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan SIM di Siak dan Pekanbaru, Terungkap Modusnya

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 11:05 WIB

BRI Buktikan Komitmen di Dunia Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

BRI Buktikan Komitmen di Dunia Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 11:05 WIB

Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 11:01 WIB

Makkah Diserang Bom Drone Houthi Yaman

Makkah Diserang Bom Drone Houthi Yaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:01 WIB

Boro-boro Financial Freedom, Gen Z Masih Paycheck to Paycheck

Boro-boro Financial Freedom, Gen Z Masih Paycheck to Paycheck

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:00 WIB

4 Jenazah Ditemukan, 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Masih Hilang

4 Jenazah Ditemukan, 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Masih Hilang

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:58 WIB

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Nasional

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Nasional

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:58 WIB

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Beda Kandungannya dengan Beras Biasa

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Beda Kandungannya dengan Beras Biasa

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:55 WIB

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB

×