Saiful Mujani: Hasil Akhir Manuver Moeldoko Adalah Membunuh Partai Demokrat

Rifan Aditya , Hernawan

Minggu, 07 Maret 2021 | 17:06 WIB
Saiful Mujani: Hasil Akhir Manuver Moeldoko Adalah Membunuh Partai Demokrat
Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Suara.com - Pemerhati politik dan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani menilai nasib Partai Demokrat kini berada di tangan negara lewat Menkumham Yasonna Laoly.

Saiful Mujani menegaskan, apabila Yasonna Laoly mengakui hasil KLB di Deli Serdang dan membatalkan kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), maka lonceng kematian Partai Demokrat semakin kencang.

"Setelah KSP Moeldoko ditetapkan jadi ketua Partai Demokrat lewat KLB maka selanjutnya tergantung negara, lewat Menkumham dari PDIP, Yasona, mengaku hasil KLB itu atau tidak," tulis Saiful Mujani pada Sabtu (6/3/2021) lewat jejaring Twitter miliknya seperti dikutip Suara.com.

"Kalau mengakui dan membatalkan kepengurusan PD AHY, lonceng kematian PD makin kencang," imbuhnya.

Saiful Mujani kemudian menyinggung kemungkinan Partai Demokrat versi AHY menggugat hasil KLB ke pengadilan.

Potongan utas Saiful Mujani soal Moeldoko dan hasil KLB Partai Demokrat (Twitter/Saiful_mujani).
Potongan utas Saiful Mujani soal Moeldoko dan hasil KLB Partai Demokrat (Twitter/Saiful_mujani).

Namun, menurutnya upaya tersebut hanya bisa diselesaikan di Mahkamah Agung (MA) dan membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Berarti itu bisa makan waktu lama, bisa sampai melewati deadline daftar pemilu 2024. Katakanlah Partai Demokrat KSP Moeldoko yang bisa ikut pemilu. Lalu bagaimana peluangnya," ujarnya.

Saiful Mujani mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana Partai Demokrat bisa besar dan bahkan terbesar pada 2009 tanpa sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Suka ataupun tidak itu adalah fakta. Moeldoko bisa gantikan itu? Seperti mantan jenderal-jendera lainnya memimpin partai, KSP ini tak lebih dari Sutiyoso, Hendro, Edi Sudrajat, yang gagal membesarkan partai," tutur pendiri SMRC itu.

baca juga

"Akibatnya, 2024 Demokrat bisa menjadi seperti Hanura sekarang, yang hilang di Parlemen setelah Wranto tak lagi memimpin partai itu," sambungnya.

Saiful Mujani lantas mengungkit soal demokrasi. Dia mengatakan, hasil akhir dari manuver Moeldoko sejatinya malah membunuh Partai Demokrat.

Tak pelak, menurut dia salah satu cara agar pelemahan demokrasi bisa dihentikan dengan mencegah negara ikut campur internal partai sebagai pilar utama demokrasi.

"Hasil akhir dari manuver KSP Moeldoko ini adalah membunuh PD. Demokrat mati di tangan seorang pejabat negara. Backsliding demokrasi Indonesia makin dalam, dan ini terjadi di bawah Jokowi yang ironisnya ia justru jadi presiden karena demokrasi," kata Saiful Mujani.

"Presiden punya wewenang lebih dari cukup untuk menghentikan kemerosotan demokrasi ini. Tapi ini sebagian tergantung pada komitmen presiden untuk demokrasi," tandasnya.

Sebelumnya, AHY menegaskan bahwa KLB di Deli Serdang ilegal dan inkonstitusional karena tidak sesuai dengan AD/ART partai.

AHY juga sudah meminta kepada pemerintah khususnya Menkumham Yasonna Laoly untuk tidak memberikan legitimasi hukum kepada kepengurusan hasil KLB di Deli Serdang tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Tak Malu Sama Tuhan, Denny Siregar Ingatkan SBY Tentang Gus Dur

Agar Tak Malu Sama Tuhan, Denny Siregar Ingatkan SBY Tentang Gus Dur

Jatim | Minggu, 07 Maret 2021 | 16:21 WIB

58 Anggota DPRD Dari Demokrat di Kalbar Nyatakan Setia Kepada AHY

58 Anggota DPRD Dari Demokrat di Kalbar Nyatakan Setia Kepada AHY

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 16:20 WIB

Tolak KLB Sumut, Demokrat Jateng Ucapkan Ikrar Setia Kepada AHY

Tolak KLB Sumut, Demokrat Jateng Ucapkan Ikrar Setia Kepada AHY

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 16:05 WIB

Terkini

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 09:53 WIB

Buruan Antre, Harga Emas Antam Lagi Diobral Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Lagi Diobral Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:52 WIB

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB

Shin Tae-yong Menggema di Stadion GBK, Kevin Diks Tidak Senang

Shin Tae-yong Menggema di Stadion GBK, Kevin Diks Tidak Senang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB

Tren Baru Bisnis Properti, Rumah Mulai Dipadukan dengan Ruang Hijau hingga Hiburan

Tren Baru Bisnis Properti, Rumah Mulai Dipadukan dengan Ruang Hijau hingga Hiburan

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB

Profil 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Nama Ferdy Sambo Terseret

Profil 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Nama Ferdy Sambo Terseret

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS

Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

×