Suara.com - Dalam penghitungan pemilihan presiden tahap kedua,pemenang Nobel Perdamaian, Jose Ramos Horta,akan menjadi presiden Timor Leste setelah unggul jauh atas pesaingnya.
Pemungutan suara putaran kedua yang digelar Selasa (19/04) berlangsung aman setelah dalam putaran pertama bulan Maret lalu Ramos Horta tidak mendapatkan suara mayoritas di atas 50 persen,.
Dari sekitar hampir 100 persen suara yang sudah dihitung hari Rabu (20/04), Ramos Horta yang juga pernah menjadi presiden sepuluh tahun yang lalumeraih 62,09 persen suara, sementara pesaingnya yaitu presiden saat ini Fransisco "Lu Olo" Guterres mengumpulkan37,91 persen suara.
Hasil resmi dari pilpresbaru akan diumumkan minggu depan.
Jika ada kandidat yang tidak menerima hasil penghitungan resmi, mereka masih bisa mengajukan keberatan ke Mahkamah Agung Timor Leste dalam masa 24 jam setelah pengumuman resmi.
Jumlah pemilih yang mendatangi tempat pemungutan suara di pilpres tahap kedua ini sekitar 71,6 persen atau 6 persen lebih rendah dari tahap pertama, dari sekitar 1,3 juta penduduk di sana.
Baik Ramos Horta dan Fransisco Guterres yang sama-sama pernah menjadi presiden sebelumnya dalam kampanye saling menyalahkan terkait kemelut politik di negeri tersebut.
Keduanya juga bertarung dalam pemilihan presiden di tahun 2007 yang dimenangkan Horta.
Dalam kampanyenya, Ramos Horta berjanji mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan layanan kesehatan untuk perempuan dan anak-anak, serta berjanji membangun komunikasi dengan partai yang berkuasa untuk mengembalikan stabilitas politik dan mencegah semakin memburuknya perekonomian.
Dalam sistem politik Timor Leste, presiden memiliki tanggung jawab mengangkat pemerintahan baru dan membubarkan parlemen.
Di tahun 2018, Presiden Guterres menolak untuk mengambil sumpah sembilan calon menteri dari partai CNRT, partai yang dipimpin mantan perdana menteri Xanana Gusmao yang mendukung Ramos Horta untuk menjadi presiden ketika itu.
Guterres sendiri berasal dari partaiFretilin yang berjuang menentang pemerintahan Indonesia di Timor Timur sebelum kemudian kawasan yang pernah dijajah Portugal ini merdeka di tahun 2002.
Fretilin mengatakan Ramos Hortatidak layak menjadi presiden. Mereka menuduh ia yang menyebabkan krisis politik ketika menjadi perdana menteri di tahun 2006, dengan puluhan orang terbunuh ketika terjadi konflik terbuka di jalan-jalan di kota Dili.
Kemelut politik ini menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri, Taur Matan Ruak di bulan Februari 2020.
Namun, dia bersedia menjadi perdana menteri sementara sampai pemerintah baru terbentuk, termasuk untuk menangani pandemi COVID dengan dana sekitar A$250 juta.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
News | Kamis, 23 April 2026 | 19:00 WIB
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
News | Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB
Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran
Foto | Kamis, 23 April 2026 | 21:35 WIB
7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?
Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
News | Kamis, 23 April 2026 | 21:29 WIB
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
News | Kamis, 23 April 2026 | 21:24 WIB
BRI Kudus Perkuat Ekosistem UMKM, Pastikan Debitur KUR Terlindungi Jaminan
Bri | Kamis, 23 April 2026 | 21:21 WIB
Terkini
Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat
News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:39 WIB
Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia
News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:34 WIB
Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton
News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:25 WIB
Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan
News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:21 WIB
Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein
News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:59 WIB
Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV
News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:56 WIB
Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus
News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:50 WIB
Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?
News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:46 WIB
Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz
News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB