Suara.com - Penangkapan 16 terduga teroris di Sumatera Barat, akhir Maret 2022 lalu menyisakan berbagai tanda tanya. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Terorisme dari Universitas Malikusaleh, Al Chaidar, di kanal YouTube, Hersubeno Point, pada Kamis (21/4/2022).
Menurut dia, ada sejumlah jekanggalan dalam penangkapan tersebut, diantaranya lambannya kepolisian mengidentifikasi kelompok teroris tersebut.
“Polisi baru mengumumkan nama kelompok terduga teroris tersebut dua hari kemudian,” ujar Al Chaidar.
Ketika itu, kepolisian menyatakan, 16 orang terduga teroris yang ditangkap di Sumbar tersebut adalah berasal dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII).
Menurut Al Chaidar, hal tersebut menjadi janggal, karena biasanya ketika kepolisian atau Densus 88 menagkap terduga teroris, mereka langsung mengumumkan nama kelompok dan jaringannya.
Al Chaidar menduga ada upaya pengkaburan data dan cenderung tidak terbukanya aparat kepolisian terhadap identitas terduga teroris tersebut.
“Data dan informasi tersebut seharusnya diberikan secara terbuka, karena itu adalah hal yang biasa,” tambah Al Chaidar.
Kesimpulan kepolisian yang menyatakan NII adalah organisasi teroris, menurut Al Chaidar, adalah juga keliru. Menurut dia, NII bukanlah organisasi teroris, melainkan semacam lembaga pengkaderan orang-orang yang bisa direkrut oleh organisasi teroris.
Al Chaidar mengatakan, organisasi teroris seperti Jamaah Islamiyah, Jamaah Asharut Daulah dan Mujahid Indonesia Timur, justru banyak merekrut orang-orang yang berasal dari NII untuk berjihad.
Karena itulah, Al Chaidar mencurigai, klaim kepolisian yang menyatakan NII sebagai pelaku terorisme adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki citranya.
Menurut dia, sejak era kepemimpinan Soekarni, isu mengenai NII seringkali digunakan pemerintah untuk kepentingan politik.
“Saya melihatnya ini seperti pengulangan sejarah. Setiap pemerintahan menggunakan isu NII untuk kepentingan mereka. Setahu saya hanya presiden Habibie saja yang tidak melakukan itu,” papar Al Chaidar.
Dan apa kepentingan pemerintah saat ini dalam memunculkan isu NII? Menurut Al Chaidar, isu NII saat ini bisa terkait dengan kepentingan politik pemerintahan Joko WIdodo. Salah satu yang disebut Al Chaidar adalah terkait dengan upaya penundaan pemilihan umum 2024.
“Isu ancaman NII ini bisa dianggap sebagai force majeure, yang bisa menjadi alasan untuk menunda pemilu, atau alasan lainnya yang memberikan keuntungan politik dan finansial,” ungkap Al Chaidar.
Al Chaidar menambahkan, munculnya isu NII yang akhirnya berdampak pada penundaan pemilu pernah terjadi di Indonesia. Dan ia menyebut, hal tersebut adalah bagian dari kerja intelijen.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB
Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun
Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB
Krisis Introspeksi Pejabat: Mengapa Pemerintah Sulit Mengakui Kesalahan?
Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:15 WIB
Kemarahan Publik: Indikator Kebijakan Benar-benar Berpihak Kepada Rakyat
Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:30 WIB
Sudah Saatnya Standar Pendidikan Kepala Daerah Dinaikkan
Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:20 WIB
Negara Kaya Bahan Tambang Tapi Rakyat Tetap Bayar Pajak Tinggi: Salah Siapa?
Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:09 WIB
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong
News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:15 WIB
Koperasi Mendahului Aspal, Membedah Paradoks Desa Kelok Sunyi
Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 20:45 WIB
Kritik kepada Pemerintah Bukan Berarti Sedang Mencari Pengganti Presiden
Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 18:45 WIB
Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten
Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 07:30 WIB
Terkini
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:49 WIB
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:32 WIB
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
News | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:17 WIB
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:09 WIB
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:00 WIB