Polisi Malaysia Menyerahkan Jenazah Seorang Ibu dengan Menggunakan Kardus

Siswanto, ABC

Jum'at, 22 April 2022 | 15:36 WIB
Polisi Malaysia Menyerahkan Jenazah Seorang Ibu dengan Menggunakan Kardus
Ilustrasi jenazah. [Shutterstock]

Suara.com - Satu keluarga Adelaide dipaksa untuk membawa pulang jenazah ibu mereka dalam sebuah kotak kardus setelah penyelidikan atas kematian misteriusnya pada tahun 2017 ditunda karena penyelidikan polisi yang "buruk" di Malaysia.

Anna Jenkins, saat itu berusia 65 tahun, juga dikenal dengan nama Annapuranee, hilang di Penang pada Desember 2017 saat dalam perjalanan bersama suaminya, Frank Jenkins, untuk mengunjungi ibunya.

Pencarian untuk mengetahui apa yang terjadi pada Anna Jenkins telah dipimpin hampir seluruhnya oleh keluarganya sendiri setelah putranya, Greg Jenkins, menemukan barang-barang dan sisa-sisa kerangkanya di lokasi pembangunan pada tahun 2020.

Hari ini, Greg Jenkins mendarat di Bandara Adelaide membawa kargo berisi jenazah dan bertemu dengan saudara perempuannya, Jennifer Bowen.

Mereka menyalahkan pihak berwenang Malaysia karena tidak bisa membawa ibunya pulang hidup-hidup.

"Secara pribadi, kami menganggap mereka bertanggung jawab karena tidak menemukan ibu. Jika mereka mengikuti prosedur, kami mungkin tidak membawa pulang ibu dalam kotak ini. Dia akan berjalan pulang bersama kami," kata Greg Jenkins.

Dia mengatakan setelah pemeriksaan koronal ditunda, polisi menyerahkan jenazah ibunya sebelum dia meminta mereka untuk memasukkannya ke dalam kantong plastik tertutup supaya lebih terlindung.

Greg Jenkins mengatakan polisi menjawab bahwa itu "bukan tugas mereka", dan mereka menyarankan Greg untuk mematahkan tulang ibunya agar muat ke dalam stoples.

"Saya merasa itu sangat menjijikkan dan tidak menunjukkan empati," katanya.

"Mereka menemukan sebuah kotak kardus untuk menaruh ibu dan kemudian menyerahkannya. Saya agak mati rasa saat mengambilnya dan hanya ingin pulang," ucapnya.

Keluarga Jenkins telah mendesak investigasi penuh oleh polisi dan pemeriksaan koroner atas kematian ibu mereka sejak dia menghilang.

Mereka percaya dia dibunuh, dan sekarang akan mendapatkan tes DNA untuk memastikan sisa-sisa kerangka itu milik Anna Jenkins.

SA Best MLC Frank Pangallo mengatakan dia telah menghubungi Petugas Forensik dan koroner negara bagian Australia Selatan untuk melakukan penyelidikan resmi atas kematiannya.

"Saya tidak terlalu percaya pada sistem Malaysia," kata Pangallo. "Kita perlu memastikan bahwa jenazah yang dikembalikan adalah milik Anna Jenkins."

Putrinya, Jennifer Bowen, ada di sana untuk menemui kakaknya ketika dia tiba di Bandara Adelaide pada Selasa pagi.

"Sangat sulit membawa pulang ibu dengan cara yang seperti ini. Cara yang harus dilakukan Greg yang malang. Ini tidak benar," katanya.

Bowen mengatakan saudara itu adalah pahlawan bagi keluarga mereka, tapi perjuangan mereka masih jauh dari selesai.

"Orang ini seperti memindahkan gunung," katanya.

"Memulangkan ibu ke rumah membuat hati kami sedikit damai, tapi kami tahu bahwa perjuangan masih belum berakhir," ucapnya.

Anna Jenkins terakhir kali terlihat naik Uber sepulang dari dokter gigi di Penang, menuju panti jompo ibunya di George Town, tapi dia tidak pernah berhasil tiba di sana.

Namun, tidak sampai tiga hari diproses, pemeriksaan yang diadakan di Penang ditunda hingga Juni karena kurangnya bukti dari polisi setempat.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×