Virus Zika: Dalam Satu Mutasi Saja, Virus Ini Bisa Meledak Menjadi Wabah

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 23 April 2022 | 09:28 WIB
Virus Zika: Dalam Satu Mutasi Saja, Virus Ini Bisa Meledak Menjadi Wabah
BBC

Suara.com - Wabah baru virus Zika sangat mungkin terjadi dan satu mutasi tunggal saja cukup untuk memicu terjadinya ledakan penyebaran, demikian para ilmuwan memperingatkan.

Penyakit ini menyebabkan keadaan darurat medis global pada 2016, dan ribuan bayi lahir mengalami kerusakan otak setelah ibu mereka terinfeksi virus Zika saat masa kehamilan.

Para peneliti di AS berkata, dunia harus waspada akan mutasi-mutasi baru virus ini.

Dari penelitian di laboratorium, yang dijabarkan dalam jurnal Cell Reports, menunjukkan bahwa virus ini dapat dengan cepat berubah, dan membuat varian-varian baru.

Baca juga:

Studi terhadap infeksi baru-baru ini memperlihatkan bahwa varian-varian ini kemungkinan efektif menularkan virus, bahkan di negara-negara yang telah membangun kekebalan dari wabah Zika sebelumnya, papar tim dari La Jolla Institute for Immunology.

Para ahli mengatakan bahwa temuan ini menarik, meskipun masih berupa teori - sekaligus menjadi pengingat bahwa virus selain Covid juga masih bisa memberikan ancaman nyata.

Bagaimana virus Zika menyebar?

Zika disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Serangga ini dapat ditemukan di seluruh wilayah Amerika - kecuali Kanada dan Chili, di mana suhunya terlalu dingin untuk virus bertahan - dan di seluruh Asia.

Meskipun bagi sebagian orang Zika hanya mengakibatkan penyakit ringan dan tidak memberikan efek jangka panjang, virus ini dapat memberikan konsekuensi parah bagi bayi yang masih ada di kandungan.

Jika ibu tertular virus ini selama masa kehamilan, Zika dapat membahayakan perkembangan bayi, menyebabkan mikrosefali (keadaan kepala lebih kecil dari normal) dan kerusakan jaringan otak.

Baca juga:


Virus Zika

  • Meskipun virus ini sebagian besar disebarkan oleh nyamuk, Zika juga bisa ditularkan melalui kegiatan seksual
  • Hanya sedikit orang meninggal dunia karena Zika dan hanya satu dari lima orang yang terinfeksi diperkirakan mengalami gejala
  • Gejala-gejala infeksi termasuk demam, ruam, dan nyeri sendi
  • Karena tidak ada perawatan untuk infeksi Zika, satu-satunya pilihan adalah mengurangi risiko digigit nyamuk Aedes
  • Para ilmuwan telah mulai mengerjakan vaksin Zika untuk membantu melindungi perempuan hamil

Para peneliti mereka-reka ulang apa yang terjadi saat Zika bolak-balik ditularkan antara nyamuk dengan manusia, menggunakan sel-sel dan tikus hidup dalam eksperimen mereka.

Saat Zika berpindah di antara sel-sel nyamuk dan tikus di laboratorium, perubahan genetis kecil terjadi.

Ini artinya, mutasi cukup mudah terjadi pada Zika, dengan cara yang membuat virus tersebut terus berkembang dan menyebar, bahkan pada hewan-hewan yang sebelumnya telah memiliki kekebalan dari penyakit akibat nyamuk lain, yakni demam berdarah.

Penyelidikan lebih lanjut

Peneliti utama Prof Sujan Shresta berkata, "Varian Zika yang kami identifikasi telah berevolusi hingga ke titik di mana kekebalan pelindung silang yang diberikan oleh infeksi demam berdarah sebelumnya tidak lagi efektif pada tikus.

"Sayangnya bagi kita, bila varian ini menjadi semakin umum tercipta, maka kita akan mendapatkan masalah sama di kehidupan nyata."

"Kami belakangan banyak sekali mendengar tentang evolusi yang sangat cepat dalam munculnya varian virus Corona. Ini adalah pengingat yang sangat tepat waktu, bahwa kemampuan mengubah bentuk ini juga dimiliki oleh banyak virus lain," kata Prof Jonathan Ball, virolog di Universitas Nottingham, pada BBC,

"Penelitian ini memperlihatkan, bagaimana cepatnya perubahan satu huruf dalam urutan genom virus bisa muncul, dan bagaimana ini bsa memberikan dampak yang sangat besar pada kemampuan virus menyebabkan penyakit.

"Namun virus-virus yang memiliki kemampuan sama seperti ini tidak terlalu sering menyebabkan wabah, maka seperti yang dijelaskan oleh penulis jurnal tersebut, ini membutuhkan investigasi lebih lanjut."

Sementara itu, Dr Clare Taylor, dari Society for Applied Microbiology mengatakan pentingnya memonitor semua perkembangan virus.

"Walaupun ini masih ditemukan dalam eksperimen lab dan oleh karena itu ada keterbatasan, hasil ini menunjukkan ada potesi varian yang dikhawatirkan muncul di tengah-tengah siklus penularan normal Zika. Ini mengingatkan kita bahwa pengawasan dan mengikuti perkembangan virus ini sangat penting," ujar Dr Clare.

Dia juga berkata, prediksi varian mana yang mungkin dapat menyebabkan permasalahan signifikan di masa depan dapat dilakukan, dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Prof Paul Hunter, Profesor tentang Obat-obatan di Universitas East Anglia, berkata bahwa infeksi terdahulu oleh Zika mungkin masih memberikan sedikit kekebalan untuk varian-varian baru - sama seperti yang terlihat dengan Covid.


Anda mungkin tertarik menonton video ini:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar

L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 22:33 WIB

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Jaga Stabilitas Nasional, POM TNI dan Propam Polri Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global

Jaga Stabilitas Nasional, POM TNI dan Propam Polri Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:10 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB