Masjid Tgk Syiek Kuta Karang, Masjid Kecil dengan Sejarah Panjang Dibangun Ulama Besar Aceh

Pebriansyah Ariefana

Senin, 25 April 2022 | 10:48 WIB
Masjid Tgk Syiek Kuta Karang, Masjid Kecil dengan Sejarah Panjang Dibangun Ulama Besar Aceh
Masjid Tgk Syiek Kuta Karang (Antara)

Suara.com - Masjid Tgk Syiek Kuta Karang bukan masjid raya dan besar. Namun masjid bersejarah dengan mempunyai cerita panjang. Masjid ini dibangun oleh Tgk Syiek Kuta Karang.

Syekh Abbas bin Muhammad al-Asyi adalah nama asli dari Tgk Syiek Kuta Karang, selain ulama besar dan pejuang melawan Belanda, ia juga dikenal sebagai ahli astrolog atau ilmu falak. Bahkan cukup ahli dalam dunia pengobatan pada abad ke 19.

Tgk Syiek Kuta Karang tak hanya dikenal dan dikenang oleh sebagian besar masyarakat Aceh, tetapi juga banyak diketahui warga negeri jiran Malaysia. Hal itu karena sebagian besar karyanya juga tersimpan di sana.

Meski dikenal hebat dan mampu dalam berbagai ilmu, namun tanggal dan tempat kelahirannya tak tercatat, masih menjadi tanda tanya masyarakat Aceh.

Ikhwani menjelaskan beberapa hal yang diketahui dari berbagai sumber dan bukunya, Tgk Syiek Kuta Karang memang merupakan orang asli di sana, sehingga nama desa di itu diberikan sesuai nama akrab ulama besar Aceh tersebut.

Tgk Syiek Kuta Karang meninggal dunia pada November 1895, dan dimakamkan di komplek pemakaman Tgk Abdullah Kan'an, di Desa Leugeu Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.

Tgk Abdullah Kan'an sendiri merupakan seorang ulama besar asal Palestina yang menyebarkan Islam ke Aceh pada 1880 Masehi. Dulunya, Tgk Syiek Kuta Karang sendiri pernah menjadi salah satu penjaga makam penyebar Islam tersebut.

Selain menjaga makam Tgk Abdullah Kan'an, Tgk Syiek Kuta Karang dulunya juga memiliki posisi penting di kerajaan Aceh, salah satunya sebagai penasehat hukum dalam pengambilan kebijakan.

Dari beberapa sumber yang dibaca, di mata seorang orientalis Belanda Snouck Hurgronje, Tgk Syiek Kuta Karang merupakan tokoh ulama aktif, pintar, namun aneh.

baca juga

Masjid di tengah persawahan

Masjid Tgk Syiek Kuta Karang ada di tengah persawahan Desa Kuta Karang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.

Sekilas, masjid kecil ini tak terlihat tua, karena bagian depannya sudah di semen dengan cat putih bersih, hanya atapnya masih berdesain bangunan zaman dulu.

Masjid Teungku (Tgk) Syiek Kuta Karang ada di Kemukiman Ulee Susu Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.

Masjid tersebut dulunya tak hanya menjadi tempat ibadah shalat masyarakat setempat, bahkan Tgk Syiek Kuta Karang sering mengobati orang-orang di sana.

Selain itu, masjid ini juga menjadi dayah atau pesantren bagi mereka yang dulu belajar ilmu agama pada ulama besar Aceh tersebut.

Sejak didirikan atau ditinggalkan Tgk Syiek Kuta Karang, masjid tua ini telah dua kali mengalami perubahan, pertama pada tahun 1951, dan terakhir direnovasi pada November 2018 lalu.

Dua kali direnovasi, masjid ini tidak mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Hanya bagian luarnya saja diubah dari kayu menjadi semen dengan lantai diganti keramik, dan sedikit ditinggikan.

Meski demikian, keaslian dari masjid ini masih terlihat dari dalamnya. Tiang penyangga dan pelapis atap masih menggunakan kayu utuh dari pertama didirikan, walaupun sudah rusak dimakan usia.

Kemudian, tempat berdirinya imam juga masih berbentuk zaman dulu, namun sekarang sudah dibuat permanen menggunakan semen.

Masjid Syiek Kuta Karang ini juga salah satu dari tujuh masjid yang tidak dibakar pada zaman penjajahan, yang mana kala itu Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda.

Saat ini, masjid Tgk Syiek Kuta Karang tidak lagi digunakan untuk shalat berjamaah lima waktu oleh warga setempat, karena sudah dibangun masjid besar yang berada tepat di sebelahnya.

Tapi, sering digunakan pada kegiatan ibadah lainnya seperti pengajian rutin malam, serta menjadi tempat belajar agama Islam untuk anak-anak desa setempat.

Tepat di depan masjid, sebuah sumur tua juga memiliki sejarah, konon katanya air dari sumur tua itu dulunya bisa menjadi obat mujarab. Namun, terlihat juga tak terawat lagi.

Masjid Tgk Syiek Kuta Karang mungkin tidak seterkenal Masjid Raya Baiturrahman di pusat ibu kota provinsi Aceh yang menjadi pilihan wisata religi baik bagi wisatawan lokal, nusantara hingga mancanegara.

Meski tidak banyak, masjid Tgk Syiek Kuta Karang yang hanya berukuran 10x10 meter ini kerap dikunjungi beberapa wisatawan lokal hingga mancanegara khususnya dari Malaysia.

"Sering juga ada wisatawan yang datang ke sini, masyarakat Aceh ada, tapi paling sering itu dari Malaysia," kata Imum Mukim Ulee Susu Muhammad Yusuf.

Tak hanya berkunjung, ada salah satu keluarga dari Malaysia setiap tahunnya mengunjungi masjid Tgk Syiek Kuta Karang ini, bahkan mereka juga sering memberikan sumbangan untuk perawatan masjid tua itu.

Kabarnya, mereka sangat cinta terhadap peninggalan Tgk Syiek Kuta Karang karena telah banyak mendapatkan referensi ilmu pengobatan dari buku yang dituliskan ulama Aceh itu.

M Yusuf mengatakan, para wisatawan Malaysia yang datang sering melaksanakan shalat di masjid tua ini ketimbang masjid besar yang baru dibangun di sebelahnya itu.

Biasanya, kata M Yusuf, para wisatawan Malaysia setelah mengunjungi masjid, mereka pasti berziarah ke makam Tgk Syiek Kuta Karang yang tidak jauh dari sana.

Bahkan, wisatawan Malaysia juga sangat banyak memberikan bantuan untuk memperindah lokasi makam ulama Aceh beserta keluarganya itu.

"Jadi bangunan tempat makam Tgk Syiek Kuta Karang ini juga dibangun oleh wisatawan Malaysia, sehingga bagus seperti ini, mereka sangat perhatian," ujarnya.

M Yusuf menambahkan, masjid tua bersejarah itu saat ini belum tercatat sebagai salah satu situs cagar budaya, sehingga tidak memiliki biaya perawatan dari pemerintah. Mereka telah mengusulkan sejak dua tahun lalu, namun belum ada hasil.

Sudah diusulkan menjadi situs sejarah sejak 2 tahun lalu kepada Pemkab Aceh Besar, tetapi sampai hari ini belum ada hasil apapun. Dia berharap masjid ini segera ditetapkan jadi situs budaya di Aceh Besar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:56 WIB

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:40 WIB

Detik-detik Warga Pidie Aceh Tiarap Dihujani Peluru, Teriakan Allahu Akbar Pecah

Detik-detik Warga Pidie Aceh Tiarap Dihujani Peluru, Teriakan Allahu Akbar Pecah

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:51 WIB

Video Bentrok TNI-Warga Aceh Viral, Penertiban Bendera Bulan Bintang Berujung 1 Orang Tewas

Video Bentrok TNI-Warga Aceh Viral, Penertiban Bendera Bulan Bintang Berujung 1 Orang Tewas

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:09 WIB

Temui Prabowo di Istana, Gubernur Aceh Muzakir Manaf Bahas Bendera Aceh hingga Dana Abadi Eks GAM

Temui Prabowo di Istana, Gubernur Aceh Muzakir Manaf Bahas Bendera Aceh hingga Dana Abadi Eks GAM

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:24 WIB

Kronologi Penertiban Bendera Bulan Bintang di Aceh Berujung Penembakan: 1 Tewas, 13 Luka

Kronologi Penertiban Bendera Bulan Bintang di Aceh Berujung Penembakan: 1 Tewas, 13 Luka

News | Kamis, 05 November 2026 | 08:30 WIB

KontraS Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Maulid di Pidie, Desak Investigasi Independen!

KontraS Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Maulid di Pidie, Desak Investigasi Independen!

News | Kamis, 05 November 2026 | 07:44 WIB

Fenomena Sinkhole di Aceh Tengah, Tanah Seluas 3 Hektare Amblas

Fenomena Sinkhole di Aceh Tengah, Tanah Seluas 3 Hektare Amblas

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 09:00 WIB

Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut

Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 08:00 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×