Kunjungi Korban Kebakaran Pasar Gembrong, Anies Janji Beri Bantuan Modal ke Pedagang

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 25 April 2022 | 16:12 WIB
Kunjungi Korban Kebakaran Pasar Gembrong, Anies Janji Beri Bantuan Modal ke Pedagang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Rahmat Jiwandono / SuaraJogja.id]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi para korban terdampak kebakaran di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Kebakaran hebat pada Minggu (24/4) malam itu mengakibatkan ratusan rumah dan puluhan kios pedagang ludes.

Kepada para pedagang, Anies menjanjikan akan memberikan modal usaha agar mereka bisa kembali berjualan. Ia berharap bantuan itu bisa membantu mereka kembali bangkit setelah kejadian tersebut.

"Diberikan bantuan modal kerja untuk mereka yang terdampak, agar mereka punya bekal modal awal untuk memulai lagi," kata Anies di lokasi, Senin (25/4/2022).

Anies tak menyebutkan berapa jumlah modal yang akan diberikan pada para pedagang. Ia juga sudah memerintahkan agar jajarannya menyiapkan kios sementara agar pedagang bisa berjualan.

Ia menyebut ada sebanyak 40 kios yang akan dibuat di lokasi yang berdekatan.

"Mereka disiapkan tempat berjualan di kawasan pasar, tidak jauh dari sini. Ada 40 kios yang disiapkan, dan jumlah pedagangnya juga 40 ya yang terdampak," jelasnya.

Ia mengaku akan tetap berupaya untuk mendampingi para korban. Segala kebutuhan seperti pengungsian dan makanan akan dipenuhi.

"Jadi kami Pemprov DKI tidak akan membiarka warga sendirian dalam menghadapi musibah ini, kami akan dampingi, bantu dan kami akan pastikan semua yang dibutuhkan bisa diberikan," tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 400 bangunan yang terdiri dari rumah dan pertokoan, ludes terbakar di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Minggu malam.

Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, luas area terbakar sekitar 1.200 meter persegi.

"Objek terbakar 400 bangunan terdiri dari rumah dan pertokoan di RT 2, 3, 4, 5 dan 6 RW 01," kata Gatot Sulaeman di Jakarta, Senin.

Menurut dia, akibat peristiwa kebakaran itu kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Kebakaran tersebut diduga terjadi karena korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

"Pemilik rumah teriak terjadi kebakaran dan warga berusaha memadamkan api, namun api cepat sekali membesar dan merembet ke sekitarnya karena bangunan sekitar terbuat dari kayu," ujar Gatot.

Dia menambahkan pihaknya pertama kali mendapat laporan kebakaran itu sekitar pukul 21.06 WIB. Sebanyak 32 unit mobil pemadam kebakaran dari Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dengan 130 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Luasnya area yang terbakar membuat proses pemadaman berlangsung lama. "Awal pemadaman tadi pukul 21.17 WIB dan pukul 04.30 WIB masih dalam proses pendinginan," kata Gatot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Mobil Damkar Ini Malah Dirusak Massa saat Coba Padamkan Api di Pasar Gembrong? Begini Kronologinya

Kenapa Mobil Damkar Ini Malah Dirusak Massa saat Coba Padamkan Api di Pasar Gembrong? Begini Kronologinya

Sumbar | Senin, 25 April 2022 | 16:05 WIB

Investigasi Penyebab Kebakaran Pasar Gembrong, Polisi Bakal Libatkan Puslabfor

Investigasi Penyebab Kebakaran Pasar Gembrong, Polisi Bakal Libatkan Puslabfor

Jakarta | Senin, 25 April 2022 | 15:56 WIB

Pilih Temui Warga Terdampak Kebakaran Pasar Gembrong, Anies Baswedan Kena Tegur DPRD

Pilih Temui Warga Terdampak Kebakaran Pasar Gembrong, Anies Baswedan Kena Tegur DPRD

News | Senin, 25 April 2022 | 15:37 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB