Mengapa Ukraina Ingin Gabung UE, Apakah akan Terwujud?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 25 April 2022 | 17:12 WIB
Mengapa Ukraina Ingin Gabung UE, Apakah akan Terwujud?
BBC

Suara.com - Ukraina berharap segera menjadi kandidat anggota Uni Eropa setidaknya pada Juni 2022.

Pada Senin (18/04), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerahkan kuesioner kepada Kepala Delegasi Ukraina untuk Uni Eropa, Matti Maasikas.

Zelenskyy menyebut peristiwa itu sebagai langkah formal Ukraina menuju Uni Eropa.

"Rakyat kami telah lama merasa -- secara mental -- bahwa mereka adalah bagian dari Eropa," kata Zelensky.

Meski begitu, Ukraina sebelumnya sering dianggap berubah arah antara berusaha untuk berintegrasi ke Eropa Barat atau masuk ke dalam pengaruh Rusia.

Jadi apa alasan Zelensky ingin membawa Ukraina menjadi bagian dari Uni Eropa?

Baca juga:

Ukraina 'Modern'

"Rakyat Ukraina dipersatukan oleh tujuan ini, untuk merasa setara, merasa menjadi bagian dari Eropa, bagian dari Uni Eropa," kata Zelensky.

Status formal sebagai calon anggota Uni Eropa, kata dia, akan membuka "peluang yang belum pernah mereka miliki sebelumnya" untuk membangun kembali dan memajukan Ukraina setelah dilanda perang.

"Kami sedang bernegosiasi dengan negara-negara di tingkat bilateral dan dengan lembaga keuangan internasional untuk mendukung program rekonstruksi negara kami.

"Tentu saja kami akan melibatkan bisnis global sebanyak mungkin. Pada dasarnya kami tertarik menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah di Ukraina," ujarnya.

Menurut Parlemen Eropa, UE menyumbang lebih dari 40% perdagangan internasional Ukraina.

Tetapi ada banyak lagi ikatan yang dekat.

Warga negara Ukraina telah diizinkan masuk ke UE tanpa harus mengajukan visa sejak 2017.

Sejak 2015, lebih dari 11.500 mahasiswa Ukraina berpartisipasi dalam program pertukaran mahasiswa Erasmus Uni Eropa.

Bantuan Uni Eropa untuk Ukraina terwujud dalam beberapa hal, dari dukungan langsung ke usaha kecil dan menengah, dana untuk mendanai transisi ke energi hijau, dan bantuan ekonomi untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Asosiasi politik dan perdagangan bebas antara Ukraina dan Uni Eropa diatur dalam perjanjian yang menetapkan aturan kerja sama di berbagai bidang, seperti energi, transportasi, dan pendidikan.

Skema kerja sama itu mengharuskan Ukraina menerapkan reformasi dan menghormati prinsip-prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum.

Kesepakatan itu awalnya ditolak Presiden Ukraina sebelumnya, Viktor Yanukovich, yang condong mendukung Rusia.

Keputusan itu menyebabkan protes yang meluas pada tahun 2014 dan memuncak saat Yanukovich digulingkan dan terpaksa melarikan diri ke Rusia.

Antara Rusia dan Barat

Ketegangan di Ukraina terkait hubungannya dengan Rusia dan blok Barat sudah terlihat selama bertahun-tahun.

Ukraina memperoleh kemerdekaan setelah Uni Soviet ambruk pada 1991.

Pendirian Uni Eropa merujuk pada Perjanjian Roma pada 1957, ketika suatu blok yang kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Eropa memiliki enam anggota. Pada tahun 1993 anggotanya meluas hingga 12 negara.

Austria, Finlandia, dan Swedia bergabung ke Uni Eropa pada tahun 1995. Ekspansi terbesar blok ini terjadi pada tahun 2004, saat sejumlah negara di kawasan Baltik dan Eropa Timur bergabung.

Gelombang ekspansi terakhir terjadi pada tahun 2007, saat Bulgaria dan Rumania merapat, serta pada 2013 ketika Kroasia membawa keanggotaan Uni Eropa lebih jauh ke timur.

Ukraina muncul dalam radar Uni Eropa pada tahun 2004, ketika serangkaian protes massa yang dikenal sebagai Revolusi Oranye memaksa perubahan pemerintahan.

Desakan itu muncul bersamaan dengan tuduhan kecurangan pemilu yang meluas. Pemerintahan baru secara nyata lebih pro-Eropa daripada pemerintahan yang tersingkir dari kekuasaan.

Presiden Viktor Yuschenko, yang muncul sebagai pemenang pemilu 2004, berujar, "Ukraina adalah negara demokrasi Eropa".

Namun Yuschenko kalah dalam pemilihan presiden tahun 2010 dari Yanukovich, yang ingin mendekatkan Ukraina dengan Rusia.

Penolakan Yanukovich terhadap kesepakatan yang menciptakan hubungan lebih dekat Ukraina dengan Uni Eropa memicu protes massal dan pendudukan alun-alun Maidan di Kyiv.

Itu juga memulai gelombang kerusuhan sipil yang kemudian dikenal sebagai Euromaidan.

Setelah Yanukovich dicopot dari jabatannya dan melarikan diri ke Moskow, Rusia merebut wilayah Ukraina di Semenanjung Krimea pada 2014 dan menyokong kelompok-kelompok yang pro-Moskow di kawasan Ukraina timur.

Masuknya pengaruh Rusia ini diyakini mengakibatkan dua daerah di Ukraina memisahkan diri dan memproklamirkan berdirinya Republik Donetsk dan Luhansk.

Kawasan ini adalah daerah industri berat yang berada di jantung industri pembuatan batu bara dan baja Ukraina.

Mereka memiliki hubungan dekat dengan Rusia karena secara historis banyak pekerja yang datang untuk mengisi lowongan di industri tersebut adalah warga berbahasa Rusia yang datang dari seluruh penjuru Uni Soviet.

Invasi Rusia

Zelensky menyebut invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 telah memperkuat dukungan terhadap wacana untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Dia mengatakan aksesi Ukraina ke blok itu adalah "bagian integral" dari "visi strategis" untuk masa depan negaranya.

Para pemimpin Uni Eropa telah menyuarakan dukungan terhadap keinginan Ukraina itu.

Namun mereka belum berkomitmen untuk membuat jadwal apa pun. Sejumlah pakar merasa skeptis proses Ukraina masuk ke blok itu akan dipercepat. Biasanya proses itu membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Albania, Makedonia Utara, Montenegro, Serbia, dan Turki sudah menjadi negara kandidat anggota Uni Eropa. Ukraina, Georgia, dan Moldova telah mengajukan tawaran keanggotaan setelah invasi Rusia.

Zelensky mengakui bahwa setiap negara yang bergabung dengan UE menjalani prosedur yang sama seperti Ukraina, tetapi "mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun" untuk menyelesaikan kuesioner yang sama.

"Kami menyelesaikannya dalam waktu kurang dari seminggu. Kami akan segera memberikan bagian kedua dari jawaban kuesioner itu. Dan kami berharap tanggapan dari Eropa juga akan cepat," kata Zelensky.

Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, mengatakan para pejabat di negaranya berharap status tersebut dapat diberikan setelah pertemuan Dewan Eropa pada Juni.

Dia mengatakan negosiasi harus dilakukan di bawah prosedur yang dipercepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayar QRIS Pakai Kartu Kredit, Honest Card Buka Cara Baru Transaksi Harian

Bayar QRIS Pakai Kartu Kredit, Honest Card Buka Cara Baru Transaksi Harian

Foto | Selasa, 21 April 2026 | 14:10 WIB

Tabrak Prosedur Diplomatik, Pengamat Hukum: Kesaksian Online Google di Sidang Chromebook Cacat Hukum

Tabrak Prosedur Diplomatik, Pengamat Hukum: Kesaksian Online Google di Sidang Chromebook Cacat Hukum

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:00 WIB

Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.

Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 22:49 WIB

Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern

Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 22:46 WIB

Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?

Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?

Sport | Selasa, 21 April 2026 | 22:36 WIB

Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama

Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama

Sport | Selasa, 21 April 2026 | 22:29 WIB

Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya

Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Persib Bandung Ditahan Dewa United, Ini Respon Santai Eliano Reijnders

Persib Bandung Ditahan Dewa United, Ini Respon Santai Eliano Reijnders

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 21:51 WIB

Elkan Baggott dan 2 Pemain Abroad Lain yang Bisa Main di Liga Elite Eropa Musim Depan

Elkan Baggott dan 2 Pemain Abroad Lain yang Bisa Main di Liga Elite Eropa Musim Depan

Bola | Selasa, 21 April 2026 | 21:46 WIB

Terkini

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB