Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak Bisa Berujung Resistensi Publik

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:48 WIB
Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak Bisa Berujung Resistensi Publik
Ilustrasi mengawasi pajak. (Unsplash)
baca 10 detik
  • Dosen FEB UMY Muhammad Bahrul Ilmi menilai pelibatan aparat keamanan memicu polemik karena menimbulkan persepsi publik yang berbeda.
  • Kurangnya penjelasan rinci dari pemerintah sejak awal kebijakan memunculkan berbagai tafsir serta keraguan di ruang publik.
  • Pemerintah pada Rabu (22/7/2026) disarankan mengutamakan edukasi transparan dan literasi demi membangun kepercayaan serta kepatuhan pajak masyarakat.

Suara.com - Polemik pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan kepatuhan pajak dinilai menunjukkan bahwa persoalan perpajakan tidak hanya berkaitan dengan tarif maupun mekanisme pembayaran. Di balik kontroversi tersebut, terdapat isu yang lebih mendasar yakni kepercayaan publik dan kualitas komunikasi pemerintah kepada masyarakat.

Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY, Muhammad Bahrul Ilmi mengakui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memang membutuhkan lebih banyak informasi dari lapangan untuk memetakan aktivitas ekonomi masyarakat. 

Jika dilihat dari sisi tujuan, pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat dipahami sebagai upaya memperluas jaringan informasi hingga tingkat bawah.

"Hal ini pada prinsipnya adalah untuk menjaring banyak informasi mengenai wajib pajak untuk di level-level yang lebih dalam lagi," kata Bahrul saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Namun Bahrul menilai perdebatan yang muncul saat ini bukan semata-mata soal pengumpulan data. Masyarakat kini mempertanyakan mengapa aparat keamanan dilibatkan dalam urusan yang selama ini identik dengan administrasi perpajakan.

"Jadi secara secara secara untuk menjaring informasi mungkin bisa dikatakan positif, gitu kan. Tetapi posisi pemosisian menjaring informasinya kepada orang yang pekerjaannya bukan untuk menjaring informasi, tapi lebih ke keamanan, itu bikin persepsi masyarakat berbeda. Sehingga menimbulkan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan," ujarnya.

Ia menegaskan kepatuhan pajak tidak hanya ditentukan oleh besaran tarif maupun kemudahan pembayaran. Faktor yang tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintah mampu menyampaikan informasi secara jelas dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang diambil.

"Jadi, permasalahan perpajakan itu kan bukan saja hanya masalah tarif, bukan hanya saja terkait masalah efisiensi, bukan hanya saja terkait masalah lebih mudah, tapi juga bagaimana caranya informasi itu bisa sampai kepada masyarakat dengan cara yang pertama lebih aman, tidak ada istilahnya double perception ya, double persepsi ya," tuturnya.

Menurut Bahrul, salah satu persoalan yang memicu polemik adalah minimnya penjelasan pemerintah pada tahap awal kebijakan diperkenalkan. Akibatnya, ruang publik dipenuhi berbagai tafsir dan persepsi yang berkembang tanpa penjelasan yang utuh dari pemerintah.

baca juga

"Dan pemerintah tidak menjelaskan pada saat awal-awal diskusi ini dibahas dari kemarin, itu kan harusnya dijelaskan secara detail tuh seperti apa," tandasnya.

Ia menjelaskan banyak penelitian menunjukkan kepatuhan pajak dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kesadaran, pengetahuan, literasi, hingga tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Sehingga memang belum tentu pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas secara otomatis membuat masyarakat lebih patuh membayar pajak.

Pemerintah perlu berhati-hati agar tujuan baik meningkatkan kualitas data perpajakan tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Sebab dalam kebijakan publik, persepsi masyarakat sering kali sama pentingnya dengan substansi kebijakan itu sendiri.

"Sehingga jangan sampai nanti niatnya itu udah benar, tapi ternyata cara yang dilakukan itu kurang bijak," ucapnya.

Disampaikan Bahrul, yang dibutuhkan saat ini adalah penguatan edukasi, sosialisasi, dan literasi perpajakan yang mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat. 

Informasi yang transparan dan mudah diakses dinilai lebih efektif membangun kepatuhan dibanding sekadar menghadirkan instrumen baru dalam pengawasan.

"Untuk meningkatkan kepatuhan pajak itu sangat banyak faktornya. Cuma memang instrumen mana yang pas, itu pemerintah harus melakukan research and development," tegasnya.

Bahrul menegaskan pemerintah perlu membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan apabila ingin meningkatkan kepatuhan pajak. Tanpa kepercayaan yang kuat, kebijakan yang secara substansi baik sekalipun berpotensi memunculkan resistensi dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Regulasi itu enggak hanya cuma sebatas sebagai di bagian tertentu aja, tapi memang untuk di semua lini itu bagaimana melihatnya, dari sudut pandang yang mana, terus risikonya apa. Jadi semua bisa dijelaskan secara jelas," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Diancam Pengusaha Lokal Jika Tak Tertibkan Perusahaan Baja China

Purbaya Diancam Pengusaha Lokal Jika Tak Tertibkan Perusahaan Baja China

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:17 WIB

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:48 WIB

Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD

Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:27 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×