Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Uni Eropa Larang Impor ke Rusia, Harga Minyak Dunia Melesat Tinggi

Iwan Supriyatna

Jum'at, 22 April 2022 | 07:41 WIB
Uni Eropa Larang Impor ke Rusia, Harga Minyak Dunia Melesat Tinggi
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia naik tinggi pada perdagangan Kamis, hal ini setelah kekhawatiran tentang pengetatan pasokan karena Uni Eropa (UE) mempertimbangkan potensi larangan impor pasokan Rusia.

Mengutip CNBC, Jumat (32/4/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD1,53 atau naik 1,5 persen menjadi USD108,33 per barel, setelah sebelumnya melejit setingginya USD109,80.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melambung USD1,60, atau 1,6 persen menjadi USD103,79, setelah sebelumnya menyentuh USD105,42.

Pembeli juga bereaksi terhadap gangguan yang sedang berlangsung di Libya, yang kehilangan lebih dari 550.000 barel per hari produksi minyak akibat blokade di ladang dan terminal ekspor utama.

Brent meroket hampir 8 persen dalam tujuh hari perdagangan terakhir, tetapi reli datang dengan kecepatan yang lambat, tidak seperti hiruk-pikuk yang menyertai pergerakan pada akhir Februari ketika Rusia menginvasi Ukraina, dan juga pada pertengahan Maret.

Pasar sedikit mengalami tekanan jual setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen, Kamis, mengatakan UE perlu berhati-hati tentang larangan total impor energi Rusia karena kemungkinan akan menyebabkan harga minyak melonjak.

Uni Eropa masih mempertimbangkan larangan tersebut atas invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi tetangganya.

Phil Flynn, analis Price Futures Group, mengatakan pasar sedang mempertimbangkan kemungkinan bahwa, di masa depan, pertumbuhan yang melambat atau pasokan tambahan dapat merusak kasus bullish untuk minyak.

Namun, pasar tetap ketat. Stok bahan bakar sulingan Amerika mendekati posisi terendah 14 tahun, tutur Departemen Energi AS, Rabu.

Trader juga mengutip komentar dari pejabat Federal Reserve yang menyebutkan jalur agresif untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Itu bisa menghambat pertumbuhan, mengurangi permintaan produk energi.

Ekspor minyak mentah AS melambung menjadi lebih dari 4 juta barel per hari pekan lalu, sebagian mengimbangi penyusutan minyak mentah Rusia yang terkena sanksi dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Tiket Pesawat Naik Jelang Musim Mudik, Imbas dari Harga Minyak Dunia?

Harga Tiket Pesawat Naik Jelang Musim Mudik, Imbas dari Harga Minyak Dunia?

News | Kamis, 21 April 2022 | 09:29 WIB

Usai Anjlok 5 Persen, Harga Minyak Dunia Mulai Naik Tipis

Usai Anjlok 5 Persen, Harga Minyak Dunia Mulai Naik Tipis

Bisnis | Kamis, 21 April 2022 | 07:54 WIB

IMF Pangkas Ekonomi Global, Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen

IMF Pangkas Ekonomi Global, Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen

Bisnis | Rabu, 20 April 2022 | 07:40 WIB

Terkini

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB