Bagaimana Perubahan Iklim dan Vaksin Mempengaruhi Perang Melawan Malaria

Siswanto, BBC

Senin, 25 April 2022 | 17:14 WIB
Bagaimana Perubahan Iklim dan Vaksin Mempengaruhi Perang Melawan Malaria
BBC

Suara.com - Ada lebih dari 240 juta kasus malaria setiap tahun, dan penyakit itu telah membunuh lebih dari 400.000 orang di 60 negara.

Tanggal 25 April adalah Hari Malaria Sedunia, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah meningkatkan kesadaran akan perjuangan kolektif agar dunia bebas dari penyakit tersebut.

Tetapi sementara pertempuran itu dibantu oleh peluncuran vaksin malaria pertama di dunia yang disetujui oleh WHO, perubahan iklim dan suhu yang memanas membuat penyakit mematikan itu bisa menyebar ke daerah-daerah baru yang belum pernah terjangkit sebelumnya.

Penularan yang mematikan

"Suhu yang lebih hangat telah meningkatkan kemampuan nyamuk untuk membawa parasit malaria yang menyebabkan penyakit," kata Dr Isabel Fletcher, manajer teknologi pengolahan data untuk sains di badan amal Wellcome Trust.

"Perubahan iklim akan membuat lebih banyak wilayah di dunia jadi tempat yang cocok bagi nyamuk untuk menularkan malaria. Dengan semakin panasnya dunia, malaria diperkirakan akan meluas ke daerah-daerah baru di dataran tinggi, yang saat ini mungkin terlalu dingin untuk penularannya," dia memperingatkan.

Baca juga:

Menurut Panel Antarpemerintah atas Perubahan Iklim (IPCC) PBB, bahkan jika semua kebijakan untuk mengurangi karbon yang telah dilakukan pemerintah pada akhir tahun 2020 telah dilaksanakan sepenuhnya, dunia masih akan memanas 3,2 derajat Celcius di abad ini. Sedangkan dunia berupaya menjaga kenaikan suhu maksimal atau di bawah 1,5C dengan mengurangi emisi karbon.

Selain peningkatan suhu, para peneliti memperingatkan bahwa curah hujan dan kelembaban dan bahkan kondisi kekeringan juga dapat menyebabkan pertumbuhan nyamuk pembawa malaria yang lebih cepat di tempat di mana tidak ada laporan penyakit itu sebelumnya.

"Penelitian telah menunjukkan di negara-negara Karibia dan di Brasil bahwa ketika ada masa kekeringan, orang-orang akan menyimpan lebih banyak air. Ini menciptakan habitat yang baik untuk nyamuk. Itu sebabnya dalam kondisi kekeringan, Anda mungkin mendapatkan peningkatan penularan [demam] dengue," Dr. kata Fletcher.

baca juga

Dikhawatirkan jika hal ini terjadi pada demam berdarah maka akan terjadi juga pada malaria.

Perubahan iklim kemungkinan juga dapat mengurangi penularan malaria di beberapa daerah di mana kondisinya sudah optimal, dan itulah sebabnya Dr Fletcher menyatakan pemahaman yang lebih baik tentang efek dari perubahan suhu akan menjadi kunci dalam perjuangan berkelanjutan melawan penyakit itu.

"Dengan membuat proyeksi risiko untuk masa depan, kami dapat mengidentifikasi populasi yang berisiko dan karenanya menargetkan tindakan intervensi yang sesuai," katanya.


Apa saja gejala malaria?

Malaria adalah infeksi serius yang disebarkan oleh nyamuk, yang dapat menyebabkan kematian jika tidak didiagnosis dan diobati dengan cepat. Gejalanya meliputi:

  • Suhu badan tinggi, berkeringat dan meriang.
  • Sakit kepala dan merasa bingung
  • Merasa sangat lelah dan mengantuk (terutama pada anak-anak)
  • Merasa sakit dan jatuh sakit, sakit perut dan diare
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit otot
  • Kulit jadi kuning atau putih di mata
  • Sakit tenggorokan, batuk dan kesulitan bernafas

Sumber: NHS


Keberhasilan vaksin

Namun saat perubahan iklim mengancam perang melawan malaria, terobosan baru telah dibuat untuk melawan penyakit itu.

WHO baru saja mengumumkan bahwa lebih dari satu juta anak di Ghana, Kenya dan Malawi kini telah menerima satu atau lebih dosis vaksin malaria pertama di dunia, berkat program percobaan yang dikoordinasikan oleh organisasi PBB.

Uji coba vaksin malaria, yang pertama kali diluncurkan oleh Pemerintah Malawi pada April 2019, telah menunjukkan bahwa vaksin RTS,S/AS01 (RTS,S) aman dan layak untuk diberikan, dan secara substansial mengurangi malaria parah yang mematikan.

Tahap awal program inilah yang menyebabkan WHO menyetujui penggunaannya secara luas di seluruh Afrika sub-Sahara dan di wilayah lain dengan penularan malaria sedang hingga tinggi.


Apa strategi WHO untuk mencegah malaria?

WHO telah menyiapkan peta jalan untuk memerangi penyakit ini. Target organisasi tersebut antara lain:

  • Mengurangi jumlah kasus malaria setidaknya 90% pada tahun 2030
  • Mengurangi tingkat kematian akibat malaria setidaknya 90% pada tahun 2030
  • Menghilangkan malaria di setidaknya 35 negara pada tahun 2030
  • Mencegah kebangkitan malaria di semua negara yang sudah bebas penyakit itu.

Sumber: WHO


WHO memperkirakan bahwa vaksin tersebut dapat menyelamatkan nyawa 40.000 hingga 80.000 anak lagi di Afrika setiap tahun.

"Kami dapat melihat dampak vaksin itu setelah dua tahun dan profil keamanannya. Apa yang kami lihat adalah bahwa vaksin tersebut sangat aman dan dapat ditoleransi dengan baik," kata Dr Mary Hamel, yang memimpin program implementasi vaksin malaria WHO.

"Selama dua tahun pertama penggunaan vaksin, ada dampak yang cukup besar dengan menurunnya perawatan di rumah sakit akibat malaria berat yang mengancam nyawa hingga sepertiganya."

Selain RTS,S, ada juga calon vaksin malaria lainnya. R21/Matrix-M kini dalam pengembangan klinis awal.

Raksasa farmasi BioNTech juga ingin mengembangkan vaksin malaria dengan menggunakan teknologi mRNA mutakhir, sama dengan yang digunakan secara umum untuk pertama kalinya dalam vaksin Covid-19.

Bagaimana cara kerja vaksin? Apakah ada cukup persediaan?

Malaria adalah parasit yang menyerang dan menghancurkan sel darah manusia agar bisa berkembang biak dan ditularkan melalui gigitan nyamuk penghisap darah.

Vaksin RTS,S menargetkan parasit yang paling mematikan dan umum terjadi di Afrika: Plasmodium falciparum.

Ketika korban digigit nyamuk, parasit ini masuk ke aliran darah dan menginfeksi sel-sel hati. Vaksin ini dirancang untuk mencegah parasit menginfeksi hati, di mana ia dapat berkembang biak, masuk kembali ke aliran darah dan menginfeksi sel darah merah, yang menyebabkan gejala penyakit.

Perlu empat dosis vaksin itu agar efektif, tiga dosis pertama diberikan dengan jarak satu bulan pada usia lima, enam dan tujuh bulan dan booster terakhir pada sekitar usia 18 bulan.

Para pakar kesehatan merekomendasikan agar vaksin itu digunakan bersama dengan sejumlah strategi untuk mencegah infeksi dan mengurangi penularan penyakit sejak awal.

WHO memperkirakan permintaan vaksin akan melebihi 80 juta dosis per tahun, terutama di Afrika sub-Sahara. Permintaan yang tinggi ini juga disertai dengan tantangan.

"Pasokannya tidak akan sebesar tingkat permintaannya yang pesat saat pihak produsen tengah meningkatkan produksi vaksin," jelas Dr Hamel. Saat ini baru ada satu produsen, GlaxoSmithKline (GSK).

"Rencananya adalah meningkatkan hingga 15 juta dosis per tahun oleh GSK," kata Dr Hamel.

"Kami benar-benar harus mengumpulkan komitmen dan kemauan politik dan memastikan bahwa ada cukup vaksin untuk menjangkau anak-anak ini, yang berisiko terkena malaria yang parah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Bahlil Lahadalia Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik, Efek Jaga Ketahanan Energi Nasional?

Bahlil Lahadalia Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik, Efek Jaga Ketahanan Energi Nasional?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:30 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:13 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Terkini

5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar

Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:49 WIB

6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele

6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:38 WIB

GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha

GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang

Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

Duel 2 Serum Wardah untuk Atasi Jerawat: Acne Care vs Acne Relief, Mana yang Beri Hasil Instan?

Duel 2 Serum Wardah untuk Atasi Jerawat: Acne Care vs Acne Relief, Mana yang Beri Hasil Instan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Bintang Harry Potter Cuan Besar Gabung OnlyFans, Gaji 12 Bulan Setara Main Film Bertahun-tahun

Bintang Harry Potter Cuan Besar Gabung OnlyFans, Gaji 12 Bulan Setara Main Film Bertahun-tahun

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:11 WIB

×