Suara.com - Pemerintah kembali mengizinkan mudik Lebaran pada tahun ini setelah dua tahun sebelumnya dilarang karena pandemi Covid-19. Fenomena mudik yang menggeliat membuat sejumlah daerah kembali menghidupkan tradisinya menjelang Lebaran, salah satunya di Desa Sukra, Kabupaten Indramayu.
Di sana ada semacam tradisi menyapu duit yang dilemparkan para pemudik yang melintas di jalan raya. Warga berjejer memegang sapu lidi di pinggir jalan sambil berharap ada uang yang dilempar pada mereka. Tak semua pemudik paham aktivitas mereka. Ada pula yang mengira mereka sedang membersihkan jalan atau kerja bakti.
Tradisi unik ini viral setelah akun Instagram @rembolsuroboyo mengunggah video berisi rekaman dari dalam mobil yang menyoroti tradisi di sepanjang jalur Pantura itu. Berikut sejumlah warga sapu koin di Indramayu saat momen mudik.
1. Rela Kepanasan Demi Receh
Jika Anda sering melintasi wilayah jalur Pantura, pasti sudah tak asing dengan pemandangan para penyapu jalan yang berjajar di sepanjang Jembatan Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Warga sekitar rela berpanas-panas di bawah terik matahari untuk menanti rezeki yang dilempar pengguna jalan.
Di masa mudik, jumlah warga yang muncul bisa lebih banyak lagi, mencapai ratusan orang yang berdiri di pinggir jalan. Mereka biasanya membawa sapu lidi serta caping atau penutup kepala seadanya untuk menghindari terik matahari.
2. Pakai Sapu Lidi untuk Ambil Koin
Warga yang belum pernah melintas Desa Sukra pasti kebingungan saat melihat warga membawa sapu lidi besar. Usut punya usut, fungsinya bukan untuk menyapu kotoran, melainkan “menyapu” koin lemparan para pengendara. Tak jarang warga berebutan saat banyak koin yang bertebaran. Tak hanya lelaki dewasa, ibu-ibu hingga anak-anak juga tak segan mengikuti tradisi ini.
3. Berkaitan dengan Mitos
Fenomena penyapu koin ternyata tak sekadar demi mendapatkan penghasilan tambahan. Rupa-rupanya, tradisi tersebut juga berkaitan dengan mitos di daerah setempat. Konon, Jembatan Sewo merupakan tempat tinggal arwah mendiang Saedah dan Saeni yang meninggal di sungai tersebut.
Saeni merupakan seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya. Sementara itu, Saedah yang merupakan tukang kendang berubah menjadi Bunga Cempaka Putih menurut ceritanya. Dari situ, muncul mitos bahwa setiap pengendara yang melintasi jembatan ini dipercaya akan selamat setelah melempar koin. Banyak pengendara yang memercayai mitos tersebut sehingga mereka selalu melempar koin ketika melintas agar diberi keselamatan selama perjalanan.
4. Kesan Mistis Kian Kental
Kesan mistis Jembatan Sewo bertambah kental setelah peristiwa kecelakaan sebuah bus transmigran asal Boyolali di lokasi tersebut. Kecelakaan itu merenggut 67 orang dalam kondisi bus terbakar. Hanya ada satu penumpang yang selamat yaitu seorang bayi laki-laki.
Sejak adanya peristiwa itu, semakin banyak para pengendara yang melempar koin ketika melewati jembatan. Hal itu agar pengendara diberi keselamatan selama perjalanan dan dijauhkan dari gangguan makhluk halus menurut mitosnya.
5. Bisa Kantongi Setengah Juta
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Ratusan Orang Nyapu Koin di Jalan Indramayu Jadi Sorotan Publik, Pemudik Ini Teriak Ganjar Pranowo Bukan Ridwan Kamil
Jabar | Kamis, 28 April 2022 | 16:42 WIB
Pemudik Bersepeda Motor Mulai Padati Jalur Pantura
Foto | Rabu, 27 April 2022 | 13:13 WIB
Pencari Sedekah di Jembatan Sewo Jalur Pantura
Foto | Selasa, 26 April 2022 | 14:14 WIB
4 Jalur Pantura Jawa Timur Paling Sibuk saat Mudik Lebaran 2022
News | Rabu, 20 April 2022 | 13:25 WIB
Truk Kontainer Muat Paket Warga Denpasar Terbakar di Jalur Pantura, Netizen Sebut Baju Lebaran
Sulsel | Minggu, 17 April 2022 | 10:12 WIB
Terkini
Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat
News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB
1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu
Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB
Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal
News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB
YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!
News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB
Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!
Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB
Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan
Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB
Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram
News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB
Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?
News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB
Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh
Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB