Perang Ukraina: Cerita Serdadu di Garis Depan Donbas Menahan Gempuran Rusia

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 02 Mei 2022 | 09:51 WIB
Perang Ukraina: Cerita Serdadu di Garis Depan Donbas Menahan Gempuran Rusia
BBC

Suara.com - Pasukan Ukraina sudah memegang kendali atas wilayah Donbas sejak tahun 2014, meminggirkan perlawanan milisi pro-Rusia. Tentara Ukraina masih menguasai kawasan ini, tapi pertempuran sporadis kini telah berubah menjadi perang berskala besar.

Letnan Denys Gordeev terbiasa berperang, tapi bukan dalam kondisi yang seperti ini. "Situasi sudah menjadi jauh lebih sulit. Kami menghadapi serangan bom dan roket setiap hari, setiap saat, setiap jam," katanya.

Meskipun telah menghabiskan delapan tahun memerangi kelompok yang didukung Rusia di Donbas, Gordeev dan anak buahnya sekarang menghadapi pasukan Rusia yang mengerahkan kekuatan penuh.

Setelah mundur dari Kyiv tiga pekan lalu, Rusia memfokuskan kembali target militer mereka di Ukraina timur, dengan tujuan merebut seluruh wilayah Donbas.

Baca juga:

Rusia telah memindahkan banyak unit tempur ke timur. Sejumlah pejabat negara Barat memperkirakan Rusia sekarang mengerahkan sekitar 76 Batalyon Taktis, yang masing-masing memiliki sekitar 800 orang, di wilayah tersebut.

Para pimpinan negara Barat juga menyebut beberapa bukti bahwa Rusia sudah memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan pada awal invasi.

Kondisi Rusia disokong fakta bahwa medan pertempuran mereka sekarang lebih sedikit dan bergerak di bawah komando terpadu.

Konsekuensi dari kondisi Rusia itu adalah keharusan pasukan Ukraina untuk mempertahankan garis depan pertempuran di Donbas sepanjang 480 kilometer.

Pasukan Ukraina sudah kalah di beberapa lokasi dan diyakini akan tumbang di lebih banyak tempat pada hari-hari mendatang. Militer Rusia, di sisi lain, terus menyerang demi menemukan titik lemah di pertahanan Ukraina.

Sejauh ini Rusia telah menguasai kota Izium di utara Ukraina serta di sekitar Severedonetsk dan Popasna di kawasan timur.

Rusia melakukan serangan dari berbagai arah, meski belum ada terobosan besar yang mereka lakukan.

Letnan Gordeev berkata, dia dan anak buahnya mengalami efek dari situasi ini. Sehari sebelum kami bertemu mereka, salah satu anak buah Gordeev terbunuh dan lima lainnya terluka.

Jumlah korban itu hanya sebagian kecil dari korban di kubu Ukraina setiap hari, meskipun sampai saat ini tidak ada angka resmi.

Kami mencoba mengunjungi rumah sakit lapangan terdekat tapi otoritas medis menyatakan mereka terlalu sibuk untuk berjumpa dengan jurnalis.

Jadi apakah ini merupakan capaian besar pasukan Rusia yang sudah diramalkan secara luas sebelumnya? Atau apakah ini hanya awal dari serangan gencar Rusia lainnya? Tidak ada jawaban yang jelas.

Untuk saat ini sebagian besar tentara Rusia menggunakan artileri dan roket untuk menghancurkan pertahanan Ukraina. Beberapa pakar militer memperkirakan serangan yang lebih besar masih mungkin dilancarkan oleh Rusia.

Dan pasukan Ukraina, termasuk kelompok yang dipimpin Letnan Gordeev, tampaknya akan bertahan. Namun sejumlah pakar menilai jumlah pasukan Ukraina tiga kali lebih kecil dibanding Rusia.

Para pakar juga memperkirakan bahwa Ukraina mungkin harus melakukan segala cara untuk mempertahankan kota-kota utama demi menyulitkan pasukan Rusia.

Letnan Gordeev mengizinkan saya untuk melihat garis depan pertempuran selama jeda singkat kontak tembak. Di sebuah pos komando, mereka membuat pojok doa yang dilengkapi salib serta patung dan gambar Bunda Maria.

Pasukan Ukraina berdoa untuk kemenangan. Tapi garis depan bukan tempat untuk kontemplasi atau kedamaian. Di sana Anda masih bisa mendengar ledakan artileri.

Dalam perjalanan singkat ke parit di garis depan, Letnan Gordeev memberi tahu saya bahwa mortir dan penembak jitu adalah ancaman yang terus-menerus mereka hadapi. Mereka berselisih jarak 600 meter dari pasukan Rusia.

Lanskap sebagian besar pedesaan kawasan itu terbuka. Garis pepohonan memberikan perlindungan, tapi kami cukup dekat untuk mendengar ledakan dan tembakan senjata ringan.

"Tentara Rusia terus berdatangan ke wilayah Ukraina. Kami tidak tahu kapan mereka akan berhenti menyerang. Kami tidak tahu kapan perjalanan mereka berakhir," kata Gordeev.

Sebelum perang ini meletus, Letnan Gordeev adalah seorang pengacara. Dia berharap suatu hari nanti bisa kembali ke kehidupan lamanya. Namun untuk saat ini Gordeev fokus memenangkan perang.

Di bawah parit, jauh dari pandangan musuh, suasana terlihat lebih santai, meskipun wajah lelah para prajurit menunjukkan ketegangan pertempuran.

Para prajurit itu menunjukkan kepada kami beberapa senjata yang mereka gunakan, antara lain senapan mesin berat Soviet DschK, yang digunakan dalam konflik di seluruh dunia, dan berbagai granat berpeluncur roket.

Persenjataan ini sebagian besar merupakan peninggalan era Uni Soviet. Pasukan ini juga dengan bangga memamerkan sebuah rudal antitank yang dibuat dan dipasok Inggris.

Salah seorang anak buah Letnan Gordeev dilatih oleh militer Inggris untuk menggunakan rudal itu, sesaat sebelum perang dengan Rusia pecah.

Mereka sejauh ini sudah menggunakannya untuk menghancurkan tank Rusia. "Kami membutuhkan senjata ini," kata Gordeev berulang kali.

Rusia, kata Gordeev, adalah negara militer. Sebaliknya, Ukraina tidak memiliki kemampuan merawat persenjataan. Senjata yang diberikan negara Barat, menurutnya, akan sangat mempengaruhi hasil perang ini.

Letnan Gordeev menyebut moral pasukannya tetap tinggi. Mereka berjuang untuk mempertahankan tanah air mereka.

Namun Presiden Rusia, Vladimir Putin, menginginkan dan membutuhkan sesuatu yang dapat disebutnya sebagai kemenangan.

Dia mungkin ingin meraih target itu pada 9 Mei mendatang, sekaligus untuk merayakan parade hari kemenangan Rusia.

Ukraina mungkin memiliki waktu untuk bertahan, tapi itu mungkin berfaedah jika pasokan senjata dari Barat terus mengalir dan jika mereka dapat menahan serangan gencar Rusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Ancam Inggris dan Sekutunya Atas Keterlibatan dengan Perang Ukraina: Kami Akan Membunuh Mereka

Rusia Ancam Inggris dan Sekutunya Atas Keterlibatan dengan Perang Ukraina: Kami Akan Membunuh Mereka

News | Rabu, 16 April 2025 | 16:50 WIB

Putin Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata Usulan Trump, Apa Sebabnya?

Putin Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata Usulan Trump, Apa Sebabnya?

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 22:59 WIB

Zelenskyy Klaim Eropa Bersatu Dukung Perdamaian Ukraina Pasca Ketegangan dengan Trump

Zelenskyy Klaim Eropa Bersatu Dukung Perdamaian Ukraina Pasca Ketegangan dengan Trump

News | Senin, 03 Maret 2025 | 19:21 WIB

Elon Musk Salahkan Zelensky atas Perang Ukraina: "Kejam dan Tidak Manusiawi!"

Elon Musk Salahkan Zelensky atas Perang Ukraina: "Kejam dan Tidak Manusiawi!"

News | Senin, 03 Maret 2025 | 16:06 WIB

Serangan Drone Rusia Hujani Ukraina, Ibu Kota Kyiv Terdampak

Serangan Drone Rusia Hujani Ukraina, Ibu Kota Kyiv Terdampak

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 09:10 WIB

Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!

Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!

News | Senin, 03 Februari 2025 | 09:11 WIB

'Dicuci Otak' untuk Kim Jong Un: Kisah Tragis Tentara Korea Utara di Medan Perang Ukraina

'Dicuci Otak' untuk Kim Jong Un: Kisah Tragis Tentara Korea Utara di Medan Perang Ukraina

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 11:18 WIB

Tragis! Tentara Korea Utara Jadi 'Tumbal' Perang Rusia-Ukraina, Pilih Bunuh Diri Daripada Menyerah

Tragis! Tentara Korea Utara Jadi 'Tumbal' Perang Rusia-Ukraina, Pilih Bunuh Diri Daripada Menyerah

News | Sabtu, 28 Desember 2024 | 12:35 WIB

Zelensky: Ukraina Semakin Dekat dengan Akhir Perang!

Zelensky: Ukraina Semakin Dekat dengan Akhir Perang!

News | Selasa, 24 September 2024 | 10:18 WIB

Cerita Ratusan Warga India Jadi Tentara Bayaran Rusia: 91 Tewas, 69 Masih Di Medan Perang Ukraina

Cerita Ratusan Warga India Jadi Tentara Bayaran Rusia: 91 Tewas, 69 Masih Di Medan Perang Ukraina

News | Minggu, 11 Agustus 2024 | 01:15 WIB

Terkini

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

Kasatgas PRR: Rehabilitasi Pascabencana Tetap Prioritas, Kehadiran Presiden Jadi Bukti

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:21 WIB

Mengejutkan! Istri Noel Bocorkan Gus Yaqut Hilang dari Rutan KPK Sejak Malam Takbiran?

Mengejutkan! Istri Noel Bocorkan Gus Yaqut Hilang dari Rutan KPK Sejak Malam Takbiran?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:23 WIB

Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga

Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:13 WIB

Iran Tembak Rudal Balistik ke Diego Garcia, Pangkalan Pesawat Pengebom Amerika di Samudra Hindia

Iran Tembak Rudal Balistik ke Diego Garcia, Pangkalan Pesawat Pengebom Amerika di Samudra Hindia

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:04 WIB

Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan

Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:18 WIB

Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden

Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:44 WIB

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB

Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?

Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:16 WIB