Saling Klaim Korban Tewas Akibat Covid-19: WHO Sebut Ada 4,7 Juta Orang, India Klaim Cuma 481 Ribu Jiwa

Bangun Santoso

Minggu, 08 Mei 2022 | 08:24 WIB
Saling Klaim Korban Tewas Akibat Covid-19: WHO Sebut Ada 4,7 Juta Orang, India Klaim Cuma 481 Ribu Jiwa
Anggota keluarga Vijay Raju, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), berduka sebelum kremasinya di tanah krematorium di desa Giddenahalli di pinggiran Bengaluru, India, Kamis (13/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Samuel Rajkumar/FOC/sa. [REUTERS/SAMUEL RAJKUMAR]

Suara.com - Pemerintah India telah menolak laporan baru Organisasi kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan korban meninggal akibat COVID-19 di negara itu sekitar 10 kali lebih tinggi daripada penghitungan resmi, dan juga merupakan yang tertinggi di dunia.

Berapa banyak nyawa yang hilang di India karena pandemi itu telah menjadi pokok bahasan yang banyak diperdebatkan. Studi oleh WHO menyatakan korban tewas akibat COVID di India mencapai 4,7 juta hingga akhir 2021, sedang pemerintah menyatakan jumlahnya 481 ribu.

Studi lainnya, termasuk yang dilakukan jurnal kedokteran Lancet yang dirilis bulan lalu telah menyatakan bahwa korban meninggal di India dihitung lebih rendah daripada angka faktualnya. Mereka memperkirakan korban tewas enam hingga tujuh kali lebih tinggi daripada data resmi.

Perkiraan WHO mencakup orang-orang yang meninggal sebagai dampak langsung COVID-19 atau karena dampak tidak langsung yang lebih luas semasa pandemi terhadap sistem kesehatan.

Namun, pemerintah mengecam metodologi yang digunakan dan menyatakan WHO telah menerbitkan perkiraan tingkat kematian yang sangat berlebihan “tanpa mengatasi keprihatinan India secara memadai” atau memperhitungkan data “otentik” yang diajukan India.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga mengemukakan dalam sebuah pernyataan bahwa besarnya negara, keragaman dan 1,3 miliar populasi negara itu membuat pendekatan dan model “satu macam yang sesuai untuk semuanya” oleh badan PBB itu mungkin tidak dapat diterapkan di India.

Para pakar menyatakan kajian itu harus dianggap serius karena angka-angka WHO kurang lebih sesuai dengan perkiraan independen mengenai penghitungan yang lebih rendah daripada sesungguhnya di India.

“Sistem pemodelan yang digunakan untuk studi ini cukup standar dan jika pemerintah India memiliki keberatan, mereka harus membuktikan argumen untuk menolak itu,” kata Gautam Menon, profesor Biologi dan Fisika di Universitas Ashoka India dan pakar pemodelan matematis.

“Mereka tidak terlalu spesifik tetapi hanya menyatakan bahwa mekanisme negara untuk pencatatan kematian sangat bagus,” lanjutnya.

baca juga

Yang lainnya menunjukkan bahwa bahkan data baru-baru ini yang diungkapkan pemerintah India menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan angka-angka resmi. Pekan ini pemerintah merilis data yang menunjukkan 8,1 juta kematian lebih banyak pada tahun 2020 – 6% lebih tinggi atau sekitar setengah juta kematian lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, India mencatat 149 ribu kematian akibat COVID.

Ekses kematian adalah ukuran seberapa banyak orang lagi yang meninggal daripada yang diperkirakan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Jenazah Covid-19 di India. (Instagram @untoldmovement)
Jenazah Covid-19 di India. (Instagram @untoldmovement)

Pemerintah telah menyatakan bahwa jumlah kematian yang lebih tinggi pada tahun 2020 tidak dapat dikaitkan dengan pandemi. “Ada narasi publik di media, berdasarkan perkiraan berbagai pemodelan, bahwa kematian akibat COVID-19 di India jauh lebih banyak daripada angka yang dilaporkan – kenyataannya tidak demikian,” kata V.K. Paul, pejabat kesehatan senior yang memimpin upaya India memerangi pandemi, kepada televisi pemerintah. Ia mengatakan pemodelan dapat menyebabkan “estimasi berlebihan, estimasi yang absurd.”

Para pejabat kesehatan India secara terus menerus menyatakan bahwa total infeksi dan kematian di negara itu sebagai proporsi dari populasi yang sangat banyak di negara itu lebih rendah daripada total di banyak negara lain, termasuk di negara-negara maju dan bahwa ini menegaskan keberhasilan negara itu dalam memerangi pandemi.

Namun, para pakar menggarisbawahi perlunya memperkirakan angka yang akurat.

Hingga April 2022, India telah melaporkan 524 ribu kematian dan 43 juta infeksi akibat COVID-19 – jumlah tertinggi setelah AS dan Brasil.

India bukan satu-satunya negara di mana catatan korban meninggal lebih rendah daripada angka yang sebenarnya, menurut laporan WHO. Badan dunia ini menyatakan negara-negara seperti Indonesia dan Mesir memiliki masalah serupa. (Sumber: VOA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chani dan Jaeyoon SF9 Positif Tertular COVID-19, Semua Kegiatan Dibatalkan

Chani dan Jaeyoon SF9 Positif Tertular COVID-19, Semua Kegiatan Dibatalkan

Your Say | Minggu, 08 Mei 2022 | 07:46 WIB

H+6 Lebaran, Kasus Positif Covid-19 DIY Bertambah Enam Orang

H+6 Lebaran, Kasus Positif Covid-19 DIY Bertambah Enam Orang

Jogja | Minggu, 08 Mei 2022 | 05:00 WIB

Marak Kebakaran Motor Listrik karena Cuaca Terik, Pakar Ungkap Pentingnya Pemakaian Radiator di Baterai

Marak Kebakaran Motor Listrik karena Cuaca Terik, Pakar Ungkap Pentingnya Pemakaian Radiator di Baterai

Otomotif | Sabtu, 07 Mei 2022 | 19:16 WIB

Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang di Kaltim, 7 Daerah Masih Zona Kuning

Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang di Kaltim, 7 Daerah Masih Zona Kuning

Kaltim | Sabtu, 07 Mei 2022 | 19:30 WIB

Protokol Kesehatan MotoGP akan Diperlonggar, Balapan di Le Mans Bakal Jadi yang Perdana?

Protokol Kesehatan MotoGP akan Diperlonggar, Balapan di Le Mans Bakal Jadi yang Perdana?

Sport | Sabtu, 07 Mei 2022 | 19:00 WIB

Heboh Hepatitis Misterius, IDAI Minta Kapasitas Tes Ditingkatkan

Heboh Hepatitis Misterius, IDAI Minta Kapasitas Tes Ditingkatkan

Health | Sabtu, 07 Mei 2022 | 14:05 WIB

CDC Amerika Sedang Menyelidiki 109 Kasus Hepatitis Akut dan 5 Kematian Lebih Lanjut

CDC Amerika Sedang Menyelidiki 109 Kasus Hepatitis Akut dan 5 Kematian Lebih Lanjut

Health | Sabtu, 07 Mei 2022 | 13:45 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×