Penyelundup Kokain di Australia Ditemukan Tewas Mengambang di Air

Siswanto | ABC | Suara.com

Rabu, 11 Mei 2022 | 12:44 WIB
Penyelundup Kokain di Australia Ditemukan Tewas Mengambang di Air
ILUSTRASI: Agen Badan Investigasi Kriminal Teknis (ATIC) membawa paket kokain yang disita dalam operasi polisi di Batalyon Polisi Militer di Tegucigalpa, Honduras, Oktober 2021. [Dok.Antara]

Suara.com - Sindikat kejahatan internasional berusaha menyelundupkan narkoba ke Australia dengan mengikatnya di lambung kapal kargo agar tidak terdeteksi.

Begitu kapal tiba di pelabuhan, ada penyelam yang sudah siap untuk menjemput barang selundupan tersebut.

Modus penyelundupan yang tergolong nekad ini terkuak ketika seorang penyelam terlihat mengambang di air di pelabuhan Newcastle, dekat tempat di mana para kru kapal yang baru tiba dari Argentina sedang menurunkan barang.

Di sekeliling pria yang dinyatakan meninggal di tempat tersebut, terdapat banyak kemasan kokain yang bernilai puluhan juta dolar.

Diduga penyelam tersebut sedang dalam perjalanan setelah mengambil kokain dari kapal kargo bernama Areti.GR sebelum menemui hambatan.

Detektif mengatakan harga penjualan kokain di Sydney adalah yang tertinggi di dunia, menjadikannya magnet bagi pengedar narkoba internasional.

"Harga eceran kokain yang tinggi di Australia menjadi daya tarik besar bagi pengedar narkoba internasional dan mereka menargetkan komunitas kami," kata Komandan Tim Penyelidik Kejahatan Terorganisasi, Inspektur Detektif Rob Critchlow.

"Ini adalah operasi yang canggih. Ini melibatkan perpindahan orang dan komoditas ke seluruh dunia."

Polisi telah mengidentifikasi penyelam yang meninggal di tempat kejadian dan percaya bahwa dia mungkin melakukan perjalanan dari Amerika Selatan.

Para detektif sudah lama mengetahui bahwa pelabuhan-pelabuhan yang mudah dijangkau dari Sydney menjadi sasaran pengedar narkoba internasional.

"Sydney adalah pasar yang besar, kita semua tahu itu," kata Inspektur Critchlow.

“Kami tentu khawatir dengan pelabuhan Newcastle dan Wollongong [di negara bagian New South Wales]. Pihak kejahatan terorganisasi pasti mencari titik lemah untuk menargetkan pelabuhan-pelabuhan itu.

"Setiap pelabuhan memiliki banyak pergerakan, begitu banyak kapal, banyak truk, banyak orang. Jadi lebih mudah untuk menyembunyikan narkoba di sana."

Polisi pertama kali menyadari bahwa para oknum menghindari pemeriksaan perbatasan dengan menempelkan narkoba di bagian luar kapal selama Operasi Ironside — serangan internasional yang mencegat pesan terenkripsi dari geng kriminal.

"Persembunyian bawah air seperti ini terjadi di seluruh dunia," kata Inspektur Angkatan Perbatasan Australia, Tony Wheatley.

"Awak kapal kemungkinan besar tidak tahu ada narkotika yang ditempatkan di lambung kapal."

Dia mengatakan ada sejumlah tempat di lambung kapal di mana narkoba bisa disembunyikan.

Bukan pertama kalinya di Australia

Pejabat Pasukan Perbatasan kini menurunkan penyelam dan kapal bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh untuk memeriksa kapal yang masuk ke pelabuhan Australia.

Polisi mengatakan taktik dugaan di Newcastle bukan yang pertama kalinya dilakukan sindikat untuk mengimpor narkoba ke Australia.

Pekan lalu, dua pria Sydney menghadap pengadilan dengan tuduhan bersekongkol menyelundupkan kokain ke Port Botany, NSW.

Polisi Federal Australia (AFP) menuduh orang-orang mereka sebagai bagian dari sindikat kejahatan internasional yang dua kali mencoba membawa kokain yang disembunyikan di ban yang dirantai ke bagian luar kapal kargo.

Diduga bahwa pada Oktober 2019, seorang pria yang merupakan seorang penyelam berpengalaman, mencoba mengambil ban dari kapal kargo yang berlabuh di Port Botany tetapi menjatuhkannya ke dasar laut.

Ban itu kemudian diambil oleh penyelam polisi namun ditemukan kosong.

Polisi menduga narkoba itu mungkin terlepas dalam perjalanan ke Australia.

Empat bulan kemudian, diduga ada upaya kedua untuk mengimpor 30 kg kokain dengan modus operandi yang sama.

Sekali lagi, penyelam polisi menemukan ban yang terpasang di lambung kapal tetapi tidak ada narkoba yang ditemukan, dengan selundupan yang diduga hilang di laut.

Pria Sydney ketiga yang didakwa atas dugaan persekongkolan itu akan menghadap pengadilan bulan depan.

Kembali di Newcastle, pemeriksaan mayat akan dilakukan pada penyelam Amerika Selatan yang ditemukan tewas pada Senin pagi kemarin (09/05).

Polisi juga terus menggeledah kapal dan yakin mereka hanya menemukan "sebagian" dari kiriman tersebut.

Aparat penegak hukum mengatakan dugaan operasi penyelundupan bukanlah upaya pertama.

"Ini adalah kelompok profesional yang terlatih dengan baik … sudah biasa mengirim narkoba ke kapal di seluruh dunia," kata Inspektur Critchlow.

"Mereka tahu persis apa yang mereka lakukan."

Kokain senilai 1,2 triliun rupiah ditemukan di laut Indonesia

Sementara itu Indonesia berhasil melakukan penyitaan kokain terbesar sejauh ini, setelah TNI Angkatan Laut menemukan kemasan plastik narkoba tersebut mengambang di laut.

Menurut keteranagn Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono dalam konferensi pers.Empat bungkus plastik hitam berisi 179 kilogram kokain senilai 1,2 triliun rupiah ($118,6 juta) ditemukan mengambang di dekat pelabuhan Merak, Jawa, pada hari Minggu (08/05).

Laksamana Madya mengatakan penyelundupan narkoba dengan melemparkan paket dan pelampung ke laut adalah taktik umum.

Ia menduga kuat bahwa bungkus narkoba ini seharusnya diangkut kapal pesiar untuk diedarkan namun terlebih dahulu disita.

"Ini merupakan penyitaan kokain yang spektakuler, mengingat nilainya yang sangat besar dan dampak yang ditimbulkan dari peredaran narkoba tersebut bagi masyarakat," kata Laksamana Madya.

Petugas yang melihat paket tersebut termasuk di antara 5.000 personel TNI AL yang dikerahkan untuk mengamankan arus mudik Idul Fitri.

PBB mengatakan Indonesia menjadi pusat penyelundupan utama sebagian karena sindikat narkoba internasional menargetkan populasi mudanya.

Badan Narkotika Nasional Indonesia memperkirakan ada 5,6 juta pengguna narkoba di Indonesia.

Sebagian besar dari lebih dari 150 orang terpidana mati di Indonesia dihukum karena kejahatan narkoba dan sekitar sepertiga dari mereka adalah orang asing.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

News | Rabu, 22 April 2026 | 22:00 WIB

Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga

Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:55 WIB

Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita

Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:48 WIB

Gelar Aksi di BPK RI, Massa Desak Audit Investigatif Dugaan Kredit Macet Kalla Group

Gelar Aksi di BPK RI, Massa Desak Audit Investigatif Dugaan Kredit Macet Kalla Group

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:05 WIB

Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama

Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:26 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati

Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:03 WIB

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:58 WIB

Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi

Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:45 WIB

Terkini

Media Malaysia Beberkan 3 Negara Terdampak Besar Jika Selat Malaka Kena Tarif

Media Malaysia Beberkan 3 Negara Terdampak Besar Jika Selat Malaka Kena Tarif

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:17 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata! Jerman Kekurangan Tentara, Warga 70 Tahun Jadi Pilihan

Perang Dunia III di Depan Mata! Jerman Kekurangan Tentara, Warga 70 Tahun Jadi Pilihan

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:17 WIB

Nasib Peserta UTBK 2026 yang Curang di Undip, Terancam Masuk Daftar Hitam Permanen

Nasib Peserta UTBK 2026 yang Curang di Undip, Terancam Masuk Daftar Hitam Permanen

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:13 WIB

WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban

WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:09 WIB

KPK Batasi Masa Jabatan Ketua Umum Parpol 2 Periode, Siapa yang Paling Lama Menjabat?

KPK Batasi Masa Jabatan Ketua Umum Parpol 2 Periode, Siapa yang Paling Lama Menjabat?

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:05 WIB

UU PPRT Disahkan, Menko Cak Imin: Jaminan Sosial PRT Wajib, Bukan Lagi Pilihan!

UU PPRT Disahkan, Menko Cak Imin: Jaminan Sosial PRT Wajib, Bukan Lagi Pilihan!

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:01 WIB

Jangan Cari Kenyamanan Pribadi, Menhaj ke Petugas Haji: Kita Datang untuk Melayani, Bukan Dilayani!

Jangan Cari Kenyamanan Pribadi, Menhaj ke Petugas Haji: Kita Datang untuk Melayani, Bukan Dilayani!

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:55 WIB

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:55 WIB

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:52 WIB

Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa

Lawan Algoritma e-Commerce Lewat Kurasi Keras: Rahasia Pak Sammy Jaga Nyawa Woodstock di Pasar Santa

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:49 WIB