facebook

Hukum Islam Istri Tolak Ajakan Suami Hubungan Intim

Pebriansyah Ariefana
Hukum Islam Istri Tolak Ajakan Suami Hubungan Intim
Ilustrasi berhubungan intim. [stockfilmstudio]

Menurut Buya Yahya seorang istri yang menolak untuk melayani suaminya adalah kesalahan, apabila sedang tidak ada udzur.

Suara.com - Hukum Islam istri tolak ajakan suami hubungan intim. Buya Yahya memberi penjelasan tentang hukum dalam Islam istri menolak ajakan suami dalam berhubungan intim, dilansir dari kanal Youtube Al Bahjah TV yang berjudul "Hukum Istri Tidak Mau Melayani Suami," Senin, 9 Mei 2022.

Menurut Buya Yahya seorang istri yang menolak untuk melayani suaminya adalah kesalahan, apabila sedang tidak ada udzur.

"Apabila seorang istri tidak ada uzur, seperti haid dan sakit, kemudian menolak untuk berhubungan badan maka dia telah melakukan kesalahan." Kata Buya Yahya.

Jika hal demikian terus dilakukan berulang-ulang maka seorang suami berkewajiban untuk memberikan atau wajib mendiami istri. Buya Yahya mengatakan, seorang istri dalam hadis Nabi jika menolak berhubungan intim tanpa ada udzur maka itu kesalahan.

Baca Juga: Dua ASN Pemkab OKI "DK" dan "W" Terancam Sanksi Berat, Buntut Polwan Ceritakan Perselingkuhan Suami

"Jika suami mengajak, tanpa ada uzur kemudian istri menolak, kemudian suami gelisa maka malaikat pun murka." Jelas Buya Yahya.

Selain itu, Buya Yahya juga mengatakan berhubungan intim sepasang suami dan istri tidak hanya untuk meluapkan hasrat saja, tapi juga merupakan pendidikan kasih sayang

Buya Yahya berpesan kepada para istri agar lebih memperhatikan hal-hal seperti ajakan berhubungan intim.

"Jangan kalah dengan yang haram." Kata Buya Yahya.

Dalam Islam berhubungan suami istri adalah halal. Maka jika istri menolak tanpa udzur maka hukumnya besar sekali. Tak hanya itu, memberi hukuman kepada istri yang menolak berhubungan int tanpa uzur, menurut Buya Yahya sangat boleh dilakukan.

Baca Juga: Bukan Membelikannya Berlian! Begini 4 Cara Suami Memuliakan Istri

"Jangan ajak bicara, diamkan sampai ada perubahan, atau dinasehati. " tegas Buya Yahya.

Komentar