Ribuan Alpukat Dibiarkan Membusuk di Australia karena Kelebihan Pasokan

Siswanto, ABC

Kamis, 12 Mei 2022 | 12:40 WIB
Ribuan Alpukat Dibiarkan Membusuk di Australia karena Kelebihan Pasokan
Ilustrasi buah alpukat (Pixabay.com)

Suara.com - Gambar alpukat dibuang dari bak sebuah truk dan dibiarkan membusuk di utara negara bagian Queensland, Australia mengejutkan warganet. Petani mengatakan ini hanyalah cuplikan dari masalah yang sebenarnya.

Ketua Petani Kawasan Queensland Utara (FNQ Growers) dan petani Mareeba Joe Moro mengatakan membiarkan buah matang membusuk terkadang merupakan keputusan paling ekonomis bagi petani karena berbagai faktor, seperti kondisi harga pasar, kualitas di bawah standar, dan kelebihan pasokan.

"Petani sangat tidak suka membajak tanaman karena mereka tidak menanamnya hanya untuk mengembalikannya ke tanah," kata Mareeba.

"Mereka menanamnya untuk dikirim ke pasar dan ingin menempatkan produk terbaik dan meskipun petani telah membuat keputusan komersil untuk membuang buah itu, ini tetap adalah keputusan yang sangat emosional bagi mereka."

Alpukat sempat menjadi simbol kemewahan pada tahun 2016, ketika ahli demografi Bernard Salt mengatakan kaum muda bisa menabung untuk deposit rumah lebih cepat jika mereka menahan diri membeli roti bakar alpukat di kafe karena harganya yang relatif mahal.

Tapi sekarang, harga alpukat di supermarket relatif murah dan malah terbuang sia-sia di kebun karena pasokannya yang melebihi permintaan.

Warganet mempertanyakan petani

Sementara itu, beberapa pengguna media sosial yang melihat gambar alpukat ini menyarankan petani untuk menyumbangkannya dari pada membuang. Tapi Mareeba mengatakan bahkan membuang alpukat saja harganya sudah mahal.

"Harus mempekerjakan orang untuk memetik buah, mengemudikan truk ke tempat pembuangan dan membuang buahnya. Jadi ada biaya lain yang harus ditanggung petani," katanya.

Mareeba mengatakan masalah kelebihan pasokan terjadi di samping peningkatan biaya input, termasuk pupuk, bahan kimia, dan bahan bakar.

baca juga

"Petani adalah penentu harga dan sayangnya kami menetapkan harga berdasarkan permintaan pasar, dan kami tidak dapat menutup biaya kami … ini adalah waktu yang sangat, sangat sulit bagi industri alpukat."

Petani alpukat lain di Tablelands, kawasan utara Queensland yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada ABC bahwa dia kadang-kadang membuang produk karena tidak memenuhi standar dan tidak ingin menjual buah berkualitas buruk di pasar atas namanya.

Apa yang menyebabkan kelebihan pasokan alpukat Australia?

Produksi nasional telah berlipat ganda selama dekade terakhir, karena petani telah memanen uang dari tingginya permintaan negara akan buah tersebut.

Ini karena 10 hingga 20 persen dari semua alpukat yang ditanam di Australia dibeli oleh sektor penyaji makanan.

Secara tradisional, kawasan utara Queensland secara tradisional memasok sekitar dua pertiga dari alpukat Australia di pertengahan tahun ini, tetapi panen musim ini telah dirusak oleh sisa alpukat dari Australia Barat yang menyebabkan kelebihan alpukat di pasar dalam dua tahun berturut-turut.

Lonjakan besar produksi pada tahun 2021 sebagian besar disebabkan oleh kondisi musim yang baik di Australia Barat dan panen yang tertunda, sehingga memaksa persaingan di pasar yang biasanya sepenuhnya ditangani petani Queensland.

Ketua organisasi Alpukat Australia Jim Kochi mengatakan jumlah produk yang masuk ke pasar dari Queensland utara tinggi karena pohon yang telah ditanam selama lima tahun terakhir sekarang sudah berbuah.

"Ada banyak gangguan pasar akibat banjir di Sydney dan Queensland, tetapi selain itu saya benar-benar tidak mengerti mengapa lebih banyak alpukat tidak diambil dan dimakan karena harganya serendah 20 tahun lalu," katanya.

"Harganya sangat rendah bagi petani dan menimbulkan kekhawatiran bagi petani di Queensland utara dan tengah."

Mareeba mengatakan membuang buah adalah pilihan terakhir bagi petani yang hampir tidak memenuhi biaya produksi.

"Ada pasokan yang tinggi, bahkan bisa dikatakan kelebihan pasokan, bahkan buah kualitas tinggi, dan itu membuat harga turun dan nilai buah kelas dua sekarang tidak ada sehingga tidak sebanding dengan biaya memasukkannya ke dalam kotak, membayar untuk pengemasan dan pengiriman," katanya.

Rencana menambah ekspor

Dengan situasi seperti ini, badan pusat telah berusaha mencari pasar ekspor alpukat baru, khususnya Jepang.

Australia juga mengimpor alpukat dari Selandia Baru sebagai bagian dari perjanjian perdagangan bebas dan akan berbagi pasar sekitar Agustus hingga Februari.

Kepala eksekutif Alpukat Australia John Tyas mengatakan badan pusat yang dikelolanya secara aktif sudah mencoba untuk membuka dan mengembangkan pasar ekspor baru.

Tetapi dengan produksi alpukat Australia yang mencapai 90.000 ton pada tahun 2021, usaha ini tidak dapat mengatasi kelebihan pasokan industri.

Rintangan utama yang dihadapi petani alpukat Queensland dalam mengakses pasar Jepang adalah protokol biosekuriti yang ketat, terutama terkait lalat buah Queensland.

"Ini akan menjadi negosiasi antar pemerintah antara pemerintah Australia dan pemerintah Jepang," kata John.

"Sedang dalam proses negosiasi, dan pemerintah Australia telah mengajukan proposal ke Jepang dan kami sedang menunggu jawaban mereka."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:45 WIB

Reshuffle Kemenkeu: Adu Koleksi Kendaraan Purbaya vs Suahasil, Mana yang Lebih Humble?

Reshuffle Kemenkeu: Adu Koleksi Kendaraan Purbaya vs Suahasil, Mana yang Lebih Humble?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 16:42 WIB

Suahasil Buka Suara soal Perombakan 350 Pejabat Eselon III Era Purbaya

Suahasil Buka Suara soal Perombakan 350 Pejabat Eselon III Era Purbaya

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:40 WIB

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Video | Senin, 14 September 2026 | 16:35 WIB

Pagi Ditelepon Istana Sore Dilantik, Suahasil Nazara Ceritakan Kilatnya Proses Jadi Menkeu

Pagi Ditelepon Istana Sore Dilantik, Suahasil Nazara Ceritakan Kilatnya Proses Jadi Menkeu

News | Senin, 14 September 2026 | 16:35 WIB

Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Mendagri Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Daerah

Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Mendagri Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Daerah

News | Senin, 14 September 2026 | 16:41 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×