Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas terus mengawasi implementasi kebijakan larangan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk-produk turunannya sesuai larangan yang diterbitkan Presiden Jokowi pada 28 April lalu.
Selain itu, Kapolri bersama jajarannya tidak segan-segan untuk menindak tegas terhadap pihak yang melanggar kebijakan larangan ekspor CPO dan turunannya.
Menurut Kapolri, jajaran kepolisian terus memantau produsen dan pasar terkait kebijakan larangan ekspor CPO untuk memastikan ketersediaan stok minyak sawit nasional dan pengendalian harga minyak goreng curah.
"Polri akan terus melakukan pengawasan dan pengecekan di lapangan terhadap proses realisasi produksi dan distribusi minyak goreng curah oleh perusahaan. Serta memonitor pelaksanaan kebijakan larangan ekspor sebagaimana perintah Bapak Presiden," kata Sigit dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis.
Listyo Sigit juga menyampaikan, sejak dua minggu dikeluarkannya kebijakan larangan ekspor CPO dan produk turunannya itu berdampak terhadap harga dan stok minyak goreng dipasarkan.
Berdasarkan data dan temuan di lapangan, kata Sigit, hingga saat ini harga dan stok minyak goreng di pasaran masih berfluktuatif dan bervariasi.
Sehingga, kebijakan Presiden Joko Widodo melarang ekspor CPO dan produk turunannya itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Dengan pengawasan langsung dan terus menerus dari aparat Kepolisian di lapangan, diharapkan implementasi kebijakan Pak Presiden tersebut, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap minyak goreng dengan harga penjualan yang diharapkan," kata Sigit mengharapkan.
Sigit pun menegaskan kepada seluruh produsen hingga distributor minyak untuk benar-benar menerapkan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Presiden Jokowi demi kepentingan masyarakat Indonesia.
Ia menekankan pihak kepolisian tidak akan segan melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang tidak menghormati maupun menjalankan keputusan dari Pemerintah Indonesia terkait minyak goreng.