Cerita Mendiang Presiden Zimbabwe Yang Anti-LGBT: Penjarakan Pasangan Gay, Akan Bebas Jika Ada Yang Hamil

Bangun Santoso

Minggu, 15 Mei 2022 | 07:44 WIB
Cerita Mendiang Presiden Zimbabwe Yang Anti-LGBT: Penjarakan Pasangan Gay, Akan Bebas Jika Ada Yang Hamil
Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. (AFP)

Suara.com - Robert Gabriel Mugabe atau biasa dipanggil Robert Mugabe, amat dikenal sebagai Presiden Zimbabwe yang keras sekaligus tegas menyangkut LGBT. Pria yang meninggal di Singapura pada 6 September 2019 itu adalah sosok yang anti-LGBT.

Dua tahun sebelum ia mengundurkan diri pada 2017, atau tepatnya dalam sidang umum PBB di New York, September 2015, Robert Mugabe mengejutkan para pemimpin negara yang hadir.

Kala itu, saat berpidato di mimbar PBB, Mugabe menyisipkan pandangannya soal homoseksualitas dengan menyatakan "kami bukan gay".

Mugabe yang saat itu berusia 91 tahun menggunakan mimbar PBB untuk melontarkan kritik terhadap PBB yang dinilainya sebagai organisasi 'kuno' dan selalu mengesampingkan negara miskin.

Ketika mengkritik PBB yang dinilai mencoba memaksakan peraturan hak asasi manusia di sejumlah negara, Mugabe menyampaikan komentar soal peraturan HAM untuk kaum gay.

"Kami terus menolak segala upaya untuk menerapkan 'HAM' yang bertolak belakang dengan nilai, norma, tradisi dan kepercayaan kami. Kami bukan gay," ujar Mugabe, sebagaimana dilansir The Telegraph 2015 lalu.

Sontak, pidato Mugabe mendapat reaksi dari para hadirin, yang sebagian besar tertawa mendengar pernyataannya.

Mugabe, yang terkenal karena gaya kepemimpinannya yang dinilai diktator, kerap terang-terangan soal kebijakannya di negaranya terhadap kaum LGBT. Homoseksual dianggap ilegal di Zimbabwe, dan Mugabe kerap menerima kritikan tajam dari negara Barat soal hal ini.

Bukan kali itu saja Mugabe melontarkan pandangannya soal sesama jenis. Ketika Mahkamah Agung AS akhirnya melegalkan pernikahan sesama jenis pada pertengahan 2015 lalu, Mugabe juga melayangkan pernyataan yang tak kalah kontroversial.

Saya baru mendengar bahwa Presiden Obama mendukung pernikahan sesama jenis, mempermudah advokasi kaum homoseksual, jika begitu, maka jika diperlukan saya akan terbang ke Washington, D.C., berlutut di hadapan Obama dan melamarnya," ujar Mugabe kala itu.

"Saya tidak bisa mengerti bagaimana orang-orang berani melanggar ajaran Kristus yang dengan gamblang melarang praktik sodomi," ucap Mugabe.

Presiden Robert Mugabe yang menjabat sejak 1987 dan mengundurkan diri pada 2017 itu memang amat tegas dan keras terkait kebijakannya soal LGBT.

Penjarakan Anggota Kelompok LGBT

Pada 2006 ia menelurkan undang-undang yang menyatakan, bahwa aksi sodomi yang melibatkan kontak antara dua laki-laki dianggap sebagai perbuatan kriminal.

Presiden Mugabe dengan tegas mengatakan kepada media setempat, bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan gay berkembang di negaranya dan menyatakan jati dirinya sebagai orang Afrika.

“Ini adalah Afrika, kita dipandu oleh nilai-nilai Afrika kita, apa yang menjadi milik budaya barat harus tetap di sana tidak di sini. Saya telah memerintahkan polisi untuk membebaskan para pasangan gay yang ditangkap jika di antara mereka ada yang berhasil hamil, jika tidak ada yang hamil maka mereka akan membusuk di penjara," ancam Presiden Mugabe saat itu.

Ancaman Mugabe saat itu ia realisasikan pada 2012, di mana aparat Zimbabwe menangkap dan memenjarakan 44 anggota LGBT dan menutup kantor kelompok itu.

Polisi Zimbabwe kala itu juga menangkap 31 aktivis gay dan 13 aktivis lesbian.

Presiden Robert Mugabe menjadi presiden kedua Zimbabwe yang disegani warganya.

Presiden kedua di negara Afrika bagian Selatan, Zimbabwe ini awalnya tampil sebagai kepala negara sejak tahun 1980, ketika menjabat sebagai Perdana Menteri Zimbabwe yang pertama dan Presiden Zimbabwe secara resmi.

Jabatan presidennya dimulai pada 31 Desember 1987 hingga mengundurkan diri pada 21 November 2017.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akun TikTok dengan Pengikut 1 Juta Lebih Hilang, Ragil Mahardika Geram

Akun TikTok dengan Pengikut 1 Juta Lebih Hilang, Ragil Mahardika Geram

Jabar | Sabtu, 14 Mei 2022 | 17:28 WIB

Undang Ketua PBNU di Podcast, Deddy Corbuzier Ungkap Ini Alasannya Masuk Islam

Undang Ketua PBNU di Podcast, Deddy Corbuzier Ungkap Ini Alasannya Masuk Islam

Kalbar | Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:36 WIB

The Power of Netizen +62, Akun TikTok Ragil Mahardika Berisi 1,3 Juta Pengikut Hilang!

The Power of Netizen +62, Akun TikTok Ragil Mahardika Berisi 1,3 Juta Pengikut Hilang!

Entertainment | Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:40 WIB

Dedy Corbuzier Undang Pasangan Gay, ICMI Muda Gusar: Perusak Tatanan Sosial dan Agama

Dedy Corbuzier Undang Pasangan Gay, ICMI Muda Gusar: Perusak Tatanan Sosial dan Agama

Jawa Tengah | Sabtu, 14 Mei 2022 | 07:31 WIB

Klaim Podcastnya Bermanfaat, Deddy Corbuzier Heran Ada Kampanye Unsubscribe Gegara Undang Pasangan Gay

Klaim Podcastnya Bermanfaat, Deddy Corbuzier Heran Ada Kampanye Unsubscribe Gegara Undang Pasangan Gay

Entertainment | Jum'at, 13 Mei 2022 | 13:19 WIB

HOLLAND Memperbarui Kondisinya Setelah Serangan Homofobik Terhadapnya

HOLLAND Memperbarui Kondisinya Setelah Serangan Homofobik Terhadapnya

Your Say | Jum'at, 13 Mei 2022 | 08:06 WIB

Mengendus Sisi Gelap Penjara Cooma, Satu-satunya Lapas Bagi Kaum Gay Di Dunia

Mengendus Sisi Gelap Penjara Cooma, Satu-satunya Lapas Bagi Kaum Gay Di Dunia

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 14:18 WIB

Terkini

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:06 WIB

Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:44 WIB

Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna

Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:34 WIB

OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global

OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:27 WIB

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna

Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:05 WIB

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:56 WIB

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:54 WIB

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:30 WIB

RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan

RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:25 WIB