Mengenal RISHA, Rumah Tahan Gempa di Indonesia

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:58 WIB
Mengenal RISHA, Rumah Tahan Gempa di Indonesia
RISHA merupakan inovasi konsep rumah tahan gempa yang dihasilkan oleh Kementerian PUPR. (Antara)

Suara.com - RISHA merupakan inovasi konsep rumah tahan gempa yang dihasilkan oleh Kementerian PUPR. Salah satu keunggulan dari konsep rumah ini adalah membantu korban bencana untuk menempati rumah tinggal yang baru.

Penerapan teknologi ini dilakukan oleh Kementerian PUPR ketika membantu penyelesaian konstruksi rumah khusus atau Rusus bagi korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Barat dan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

“Pembangunan Rusus ini memakai teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang memiliki teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dan tahan terhadap bencana,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Pembangunan Rusus di NTB dengan konsep RISHA tersebut berjumlah 292 unit dibangun tipe 36 yang terbagi dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

Sementara untuk Rusus korban Semeru di Lumajang, Kementerian PUPR mencatat dari dari target pembangunan 1.951 rumah seluruhnya telah tertangani dan 1.825 rumah di antaranya sudah tertutup atap. Sebanyak 444 rumah sudah selesai 100 persen dan 300 unit di antaranya siap huni oleh masyarakat.

Kebutuhan rumah tahan gempa sangat diperlukan di negeri rawan bencana seperti Indonesia, tidak hanya untuk meminimalisasi potensi kerusakan namun juga membantu masyarakat untuk memiliki rumah tinggal yang aman dan nyaman.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menilai secara geografis, Indonesia berada di antara tiga lempeng benua (Australia, Eurasia dan Pasifik) yang tersambung dengan jalur cincin api dunia, terutama di bagian Barat Pulau Sumatera dan Selatan Pulau Jawa, serta sebagian Pulau Sulawesi dan Maluku.

Jalur cincin api adalah jalur gempa dunia. Dengan demikian, gempa bumi menjadi salah satu fenomena alam yang perlu dikenali dan diantisipasi dalam pembangunan di Indonesia, terutama di jalur berisiko gempa (jalur cincin api).

Industri properti yang berkembang tidak terlepas dari tantangan fisik wilayah Indonesia, diantaranya keterbatasan wilayah yang berisiko gempa.

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM terjadi sebanyak 26 destructive earthquake (gempa bumi yang merusak) sepanjang tahun 2021, angka tersebut merupakan jumlah tertinggi sepanjang 20 tahun belakangan.

Potensi kerusakan akibat gempa, tidak hanya rumah, namun juga pada bangunan tinggi, sehingga kesiapan menghadapi bencana alam perlu dilakukan dalam bentuk adaptasi dan mitigasi bencana.

Adapun konsep bernama Rumah Instan Sederhana Sehat atau lebih dikenal sebagai RISHA dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dapat diadopsi sebagai rumah tahan gempa di Indonesia.

Atasi backlog

Tidak hanya sifatnya yang membantu percepatan rumah khusus bagi korban bencana, RISHA juga dapat diaplikasikan untuk pembangunan rumah komersial, terutama dalam mengatasi backlog perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 yang dilakukan pada bulan Maret dan September melaporkan angka backlog perumahan pun meningkat menjadi 12,75 juta unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa M 4,3 Guncang Iran di Tengah Perang, Muncul Spekulasi Uji Coba Nuklir di Media Sosial

Gempa M 4,3 Guncang Iran di Tengah Perang, Muncul Spekulasi Uji Coba Nuklir di Media Sosial

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:57 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada

Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:50 WIB

Sabah Diguncang Gempa M 7,1, Getaran Terasa hingga Kaltara

Sabah Diguncang Gempa M 7,1, Getaran Terasa hingga Kaltara

News | Senin, 23 Februari 2026 | 07:44 WIB

Gempa M 7,1 Guncang Wilayah Kalimantan, BMKG Ungkap Penyebabnya

Gempa M 7,1 Guncang Wilayah Kalimantan, BMKG Ungkap Penyebabnya

News | Senin, 23 Februari 2026 | 07:27 WIB

Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara

Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 23:04 WIB

Terpopuler: Gempa Pacitan Sebabnya Apa? Black Shark Gahar Muncul

Terpopuler: Gempa Pacitan Sebabnya Apa? Black Shark Gahar Muncul

Tekno | Jum'at, 06 Februari 2026 | 15:10 WIB

Gempa Pacitan M 6,2 Termasuk Jenis Gempa Apa? Jika Tembus M 7,0 Berpotensi Tsunami

Gempa Pacitan M 6,2 Termasuk Jenis Gempa Apa? Jika Tembus M 7,0 Berpotensi Tsunami

Tekno | Jum'at, 06 Februari 2026 | 15:01 WIB

Update Terbaru: Ini Daftar Rumah Sakit yang Menampung 40 Korban Luka Akibat Gempa Pacitan di DIY

Update Terbaru: Ini Daftar Rumah Sakit yang Menampung 40 Korban Luka Akibat Gempa Pacitan di DIY

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:06 WIB

Gempa Pacitan Disebut Berada di Zona Megathrust, Pakar Tegaskan Tak Berdampak ke Sesar Opak di DIY

Gempa Pacitan Disebut Berada di Zona Megathrust, Pakar Tegaskan Tak Berdampak ke Sesar Opak di DIY

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:54 WIB

Terkini

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:56 WIB

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:49 WIB

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:48 WIB

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:44 WIB

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:30 WIB

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:10 WIB

1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas

1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:06 WIB

Waspada Penipuan! KPK Bantah Ada WA kepada Pimpinan Badan Usaha dari Deputi Korsup

Waspada Penipuan! KPK Bantah Ada WA kepada Pimpinan Badan Usaha dari Deputi Korsup

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:59 WIB

Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib

Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:51 WIB