facebook

Polisi Acungkan Pistol ke Pemuda Usai Diteriaki Begal saat Atur Lalu Lintas di Cipulir

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Polisi Acungkan Pistol ke Pemuda Usai Diteriaki Begal saat Atur Lalu Lintas di Cipulir
ilustrasi pistol, [Envato Elements]

Kompol Nazirwan mengklaim bahwa anggota polisi berpakaian preman tersebut mengacungkan pistol untuk menunjukan identitasnya sebagai polisi.

Suara.com - Polisi berpakaian preman terlibat perselisihan dengan pemuda hingga mengacungkan pistol. Peristiwa ini terjadi saat anggota tersebut berupaya mengurai kemacetan akibat kecelakaan lalu lintas di depan Mal Metro Cipulir, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/5/2022) dini hari.

Peristiwa ini terekam kamera hingga videonya viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @info_ciledug. Dalam keterangannya dituliskan 'SEJUMLAH PEMUDA DIDUGA JADI KORBAN PEMUKULAN OKNUM APARAT SAAT LERAI KERIBUTAN DI CIPULIR'.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan mengklaim bahwa anggota polisi berpakaian preman tersebut mengacungkan pistol untuk menunjukan identitasnya sebagai polisi. Sebab di tengah kemacetan akibat kecelakaan lalu lintas, terdapat pihak yang coba melakukan provokasi dengan menyebut anggota polisi tersebut sebagai pelaku begal.

"Yang bersangkutan berusaha menyakinkan warga menyatakan bahwa saya adalah anggota. Saya adalah polisi, tapi waktu itu belum digubris. Sehingga ada tindakan dari anggota kita yang menunjukan identitas. Itu hanya upaya untuk menunjukan identitas tidak sampai melakukan tndakan lanjut," kata Nazirwan kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Begal Payudara Berkeliaran di Cianjur, Pelaku Beraksi di Depan Kantor DPRD

Nazirwan juga membantah narasi akun Instagram @info_ciledug yang menyebut anggotanya melakukan penganiayaan terhadap pemuda. Dia mengklaim pemuda tersebut telah menderita luka-luka sejak diserahkan oleh warga kepada pihak kepolisian.

"Tidak benar adanya (anggota melakukan pemukulan). Pemuda tersebut sudah luka, diserahkan sudah dalam luka," katanya.

Perwira menengah kepolisian tersebut lantas mengklaim jika ketiga pemuda yang diserahkan oleh warga tersebut terbukti dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol. Mesti begitu ketiganya telah dipulangkan lantaran tidak terbukti melakukan tindak pidana.

"Tiga orang yang diserahkan warga masyarakat ke anggota di lapangan begitu sampai di komando kemudian kita cek kondisinya di bawah pengaruh minuman keras," pungkasnya.

Baca Juga: Waspada! Begal Berkeliaran di Bogor, Warga Kebon Pedes Jadi Korban Hingga Bersimbah Darah

Komentar