Polusi Picu Kematian Sembilan Juta Orang di Dunia pada 2019

Siswanto, BBC

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:36 WIB
Polusi Picu Kematian Sembilan Juta Orang di Dunia pada 2019
BBC

Suara.com - Polusi menyebabkan kematian terhadap sekitar sembilan juta orang di seluruh dunia tahun 2019, menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Lancet, jurnal kedokteran internasional.

Berdasarkan riset itu, satu dari enam kematian secara global disebabkan oleh polusi.

Secara lebih detail, laporan terbaru dari okomisi tentang polusi dan kesehatan Lancet menyebut 6,7 juta kematian pada 2019 disebabkan polusi udara, 1,4 juta akibat polusi air dan sekitar 900.000 kematian karena polusi timbal.

Studi ini menemukan, lebih dari 90% kematian terkait polusi itu terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. India menempati urutan teratas dengan 2,36 juta kematian dan China berada di nomor dua (2,1 juta kematian).

Di India, hampir 1,6 juta kematian pada tahun itu disebabkan polusi udara dan lebih dari 500.000 dipicu polusi air.

Laporan itu juga menyebut, India - di mana polusi udara yang buruk membunuh lebih dari satu juta orang setiap tahun - tetap berada di antara negara yang terkena dampak terburuk dibandingkan laporan sebelumnya.

Laporan ini memperbarui perkiraan tahun 2015 tentang kematian dini yang disebabkan polusi. Studi Lancet ini menyebut bahwa data dari Global Burden of Diseases, Injuries and Risk Factors Study 2019 (GBD) menunjukkan, polusi "memang menyebabkan sekitar sembilan juta kematian per tahun. "

Baca juga:

Angka kematian yang disebabkan jenis polusi terkait kemiskinan ekstrem memang mengalami penurunan dalam laporan 2019. Jenis itu mencakup polusi udara rumah tangga dan polusi air,

baca juga

Namun, di sisi lain, penurunan itu diimbangi peningkatan kematian yang disebabkan polusi industri, seperti polusi udara ambien (udara bebas di permukaan bumi yang dihirup makhluk hidup) dan polusi bahan kimia beracun.

Selain kematian, laporan itu juga menyebut bahwa polusi menyebabkan kerugian bagi perekonomian global, sebesar US$ 4,6 miliar (sekitar Rp67,7 triliun). Nominal itu sebanding dengan 6,2% hasil ekonomi global pada tahun 2015.

Khusus di India, laporan tersebut mengatakan bahwa pada tahun 2000, kerugian akibat polusi tradisional setara 3,2% dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Sejak tahun 2020, tingkat kematian yang disebabkan polusi umum telah turun dan kerugian ekonomi berkurang secara substansial, walaupun masih berkontribusi sekitar 1% dari PDB India.

Meski begitu, dari tahun 2000 hingga 2019, kerugian ekonomi yang disebabkan polusi modern, seperti polusi ambien, kimia, dan timbal, meningkat tajam. Sekarang "secara konservatif diperkirakan berjumlah sekitar 1% dari PDB" India.

Laporan tersebut menuliskan, India telah melakukan upaya untuk mengendalikan polusi udara, terutama melalui program Pradhan Mantri Ujjwala Yojana yang ambisius. Ini adalah skema yang diluncurkan pada tahun 2016 oleh Perdana Menteri Narendra Modi untuk membantu perempuan pedesaan miskin beralih ke gas memasak. Tetapi, kesenjangan tetap ada.

"India telah mengembangkan instrumen dan kekuatan dari sisi peraturan untuk mengurangi sumber polusi. Namun tidak ada sistem terpusat untuk mendorong upaya pengendalian polusi dan mencapai peningkatan substansial," kata periset studi tersebut.

Mereka menyebut pula bahwa di 93% negara, jumlah polusi tetap jauh di atas Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kota-kota di India secara rutin mendominasi peringkat polusi global.

Lebih dari 480 juta orang di India utara menghadapi "tingkat polusi udara paling ekstrem di dunia", menurut sebuah studi oleh kelompok peneliti Amerika Serikat tahun lalu.

Pada September 2021, data dari Institut Kebijakan Energi di Universitas Chicago mengungkap, harapan hidup penduduk ibu kota, Delhi, dapat meningkatkan hingga 10 tahun lebih lama jika polusi udara dikurangi untuk memenuhi pedoman WHO 10 µg/m³.

Pada tahun 2019, rata-rata konsentrasi partikulat India sebesar 70.3 µg/m³. Ini merupakan yang tertinggi di dunia.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Terkini

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:49 WIB

Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah

Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:44 WIB

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

×