facebook

Jerat Pasal Darurat Bagi Belasan Remaja SMA Usai Viral Bawa Sajam Sambil Konvoi Di Jalanan

Bangun Santoso
Jerat Pasal Darurat Bagi Belasan Remaja SMA Usai Viral Bawa Sajam Sambil Konvoi Di Jalanan
Sekelompok pemuda konvoi ugal-ugalan dan bawa senjata tajam, sikap ketika diamankan jadi sorotan. (Twitter/@merapi_undercover)

Dua dari 17 remaja itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman 10 tahun atas ulahnya itu

Suara.com - Kepolisian Resor Bantul, D.I.Yogyakarta, mengenakan pasal UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terhadap remaja yang kebut-kebutan menggunakan motor membawa senjata tajam (sajam) dan alat pemukul yang rekaman video aksi mereka viral di media sosial.

"Dapat kita jelaskan terkait pasal yang dikenakan, yaitu Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman kurang lebih 10 tahun penjara," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bantul AKP Archye Nevada dalam konferensi pers di Mapolres Bantul, Sabtu (21/5/2022).

Polisi telah mengamankan sebanyak 17 remaja yang merupakan rombongan dalam rekaman video yang viral tersebut usai Reskrim Polres Bantul melakukan penyelidikan pada Jumat (20/5) sore. Kejadian itu diketahui terjadi pada Kamis (19/5) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Samas, Bambanglipuro, Bantul.

Dari 17 remaja tersebut, dua orang di antaranya telah ditetapkan tersangka karena membawa senjata tajam dan alat pemukul berupa sabuk yang ujungnya diikat dengan gir motor, bahkan keduanya masih di bawah usia 17 tahun.

Baca Juga: Viral Video Rombongan Pemuda Bawa Sajam di Bantul, Polisi Amankan 17 Remaja

"Jadi dapat kami sampaikan bahwa kami tetap menindaklanjuti terkait adanya kejadian tersebut, walaupun tersangka masih di bawah umur tetap kita tindak lanjuti proses hukumnya, tidak serta merta selesai begitu saja," katanya.

Sekelompok pemuda konvoi ugal-ugalan dan bawa senjata tajam, sikap ketika diamankan jadi sorotan. (Twitter/@merapi_undercover)
Sekelompok pemuda konvoi ugal-ugalan dan bawa senjata tajam, sikap ketika diamankan jadi sorotan. (Twitter/@merapi_undercover)

Dia mengatakan dari hasil pemeriksaan bahwa kelompok remaja yang berasal dari sekolah menengah atas (SMA) di Kretek Bantul tersebut hendak menyerang pelajar SMA yang ada di wilayah Bambanglipuro karena ingin membalas dendam setelah sebelumnya sekolah mereka didatangi anak SMA di Bambanglipuro.

"Hasil pemeriksaan, SMA di Kretek tidak terima karena saat anak SMA di Bambanglipuro lewat di depan sekolah membleyer-bleyer sepeda motor, dan itu dianggap menantang sehingga anak SMA di Kretek berinisiatif untuk membalas menyerang balik sekolah yang ada di Bambanglipuro," katanya.

Namun demikian, kata dia, saat aksi kelompok remaja mendatangi sekolah di Bambanglipuro ternyata sekolah kosong karena sudah sore sehingga tidak terjadi bentrokan antarpelajar. (Sumber: Antara)

Baca Juga: Meresahkan! Sekelompok Pemuda Ugal-ugalan Konvoi di Jalan Sambil Bawa Sajam, Sikap Saat Diamankan Jadi Guyonan

Komentar