facebook

Munas BEM SI Kerakyatan: Presiden BEM UNNES Abdul Kholiq Kembali Terpilih jadi Pimpinan Koordinator Pusat

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Munas BEM SI Kerakyatan: Presiden BEM UNNES Abdul Kholiq Kembali Terpilih jadi Pimpinan Koordinator Pusat
Ilustrasi demo mahasiswa dari BEM SI. (Suara.com/Yaumal)

"Hal tersebut diperkuat dengan nilai organisasi yang dibangun yakni proaktif, progresif, resilien, inklusif."

Suara.com - Presiden Mahasiswa BEM KM Universitas Negeri Semarang (UNNES), Abdul Kholiq kembali terpilih menjadi Kordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan. Dia terpilih usai mengantongi dukungan 11 wilayah dari total 12.

Keputusan ini berdasar hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-XV di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, Banjarmasin, Kalimatan Selatan. Acara tersebut diikuti 234 kampus dan berlangsung sejak sejak 15 Mei hingga 22 Mei 2022.

Abdul mengklaim bahwa BEM SI Kerakyatan berkomitmen akan terus berada di barisan rakyat. Hal ini katanya sebagaimana dengan visi dan misinya, yakni BEM SI sebagai intelektual publik melalui politik alternatif secara ekstra parlementer yang berorientasi kerakyatan. 

"Hal tersebut diperkuat dengan nilai organisasi yang dibangun yakni proaktif, progresif, resilien, inklusif," kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/5/2022). 

Baca Juga: Sebut Bebas Berpendapat di Orba, Koordinator BEM SI Diminta Belajar dari Mahasiswa 98

Adapun, kata Abdul, arah gerak Aliansi BEM SI Kerakyatan ke depannya akan dibentuk berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan terhadap tiga ruang lingkup. Ketiganya meliputi peran mahasiswa sebagai penggerak dan intermeditiatory actor, permasalahan bangsa dan negara, serta permasalahan BEM SI Kerakyatan. 

Di sisi lain, BEM SI Kerakyatan menurutnya juga berusaha menghadirkan gerakan yang berbeda dengan aliansi-aliansi yang lain. Dia mengklaim hal ini bukan sebagai langkah kompetitif, tetapi kelengkapan dalam begerak. 

"Di momentum peringatan reformasi yang ke 24 tahun, Aliansi BEM SI juga kembali merefleksikan agenda reformasi yang belum selesai. Menguatnya kekuatan oligarki menjadi ancaman untuk demokrasi yang berujung kepada semakin menjauhnya rakyat dari kesejahteraan dan keadilan," katanya. 

Lebih lanjut, Abdul kedepannya BEM SI Kerakyatan akan masuk ke segmentasi isu yang lebih luas lagi. Misalnya, lingkungan, pendidikan tinggi, pendidikan dasar dan menengah, hukum dan HAM, korupsi, informasi dan teknologi, energi dan minerba, agraria, ekonomi dan ketenagakerjaan, kebudayaan dan pariwisata, perempuan, ibu dan anak, politik dan demokrasi, pertanian dan peternakan, dan maritim. 

Baca Juga: Terungkap! Dalang Kerusuhan di Aksi Demo 11 April Dibocorkan BEM SI

Komentar