Puncak Mudik Diprediksi 1618 Maret, 6.800 Personel Gabungan Dikerahkan di Jakarta

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Senin, 09 Maret 2026 | 12:35 WIB
Puncak Mudik Diprediksi 1618 Maret, 6.800 Personel Gabungan Dikerahkan di Jakarta
Ilustrasi pemudik memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya gelar Operasi Ketupat Jaya selama 13 hari (13-25 Maret 2026) melibatkan 6.800 personel gabungan.
  • Operasi ini bertujuan menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik, Idul Fitri, hingga arus balik di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
  • Puncak arus mudik diperkirakan terjadi antara 16 hingga 18 Maret 2026, dengan prediksi pergerakan masyarakat menurun dibanding tahun sebelumnya.

Suara.com - Polda Metro Jaya menyiapkan 6.800 lebih personel gabungan untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Jaya.

Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi lintas sektoral guna memastikan kesiapan pelaksanaan operasi, termasuk sarana dan prasarana pendukung.

“Termasuk sarana prasarana dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan Operasi Ketupat yang Insyaallah akan berlangsung mulai pada tanggal 13 sampai dengan 25 Maret mendatang,” kata Komarudin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.800 lebih personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait akan disiagakan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mereka akan ditempatkan di 101 pos pelayanan yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

“Pelaksanaan Operasi Ketupat nanti, tidak kurang dari 6.800 personil lebih, gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait akan tergelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran masyarakat selama masa mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik.

“Dalam rangka memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan mudik lebaran, dan juga pelaksanaan nanti hari raya Idul Fitri sampai dengan arus kembali ataupun arus balik dari pelaksanaan mudik,” kata dia.

Adapun berdasar hasil analisis, Komarudin menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026. Pergerakan pemudik dari Jakarta diprediksi terbagi ke tiga arah utama.

baca juga

“Mulai yang ke arah barat ke wilayah Sumatera, kemudian arah selatan wilayah Bogor dan sekitarnya, termasuk wilayah timur arah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan seterusnya,” bebernya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik, termasuk memastikan kondisi kesehatan dan kendaraan.

Ilustrasi personel kepolisian siap melakukan pengamanan. (ist)
Ilustrasi personel kepolisian siap melakukan pengamanan. (ist)

“Kemudian kondisi kendaraan juga demikian, dan rencanakan perjalanannya dalam waktu-waktu yang mungkin bisa diprediksi. Sehingga tidak bersamaan dengan puncak arus mudik, demikian juga dengan puncak arus balik,” tuturnya.

Diprediksi Menurun

Sebelumnya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Angka tersebut turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

“Potensi pergerakan masyarakat di libur Lebaran 2026 sebesar 143,9 juta orang,” ujar Dedi usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional terkait Kesiapan Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Meski demikian, Polri tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan pergerakan di lapangan selama periode mudik dan balik.

“Kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan,” katanya.

Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari mulai 13 hingga 25 Maret melibatkan 161.243 personel gabungan. Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, one way, contra-flow, hingga delaying system untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Lengkap Pria Bekasi Jatuh dari Lantai Tiga PIM 2 Jakarta Selatan, Terekam CCTV

Kronologi Lengkap Pria Bekasi Jatuh dari Lantai Tiga PIM 2 Jakarta Selatan, Terekam CCTV

News | Senin, 09 Maret 2026 | 12:00 WIB

5 Rekomendasi Motor Matic yang Kuat Tanjakan untuk Mudik Lebaran 2026

5 Rekomendasi Motor Matic yang Kuat Tanjakan untuk Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 10:17 WIB

Solusi Darurat Mobil Bekas Alami Kendala Teknis saat Momen Mudik Lebaran

Solusi Darurat Mobil Bekas Alami Kendala Teknis saat Momen Mudik Lebaran

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 10:05 WIB

Pertamina Jamin Stok BBM Aman di Momen Mudik Lebaran 2026

Pertamina Jamin Stok BBM Aman di Momen Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

×