TPST Bantargebang Longsor! Pramono Ungkap Pemicu Petaka Sampah Akibat Hujan Ekstrem

Bangun Santoso

Senin, 09 Maret 2026 | 11:50 WIB
TPST Bantargebang Longsor! Pramono Ungkap Pemicu Petaka Sampah Akibat Hujan Ekstrem
Sejumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan pemeriksaan TPA Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi yang longsor pada, Minggu (8/3/2026). ANTARA/HO-Basarnas
baca 10 detik
  • Longsor sampah hebat terjadi di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, dipicu curah hujan sangat tinggi mencapai 264 mm per hari.
  • Insiden zona 4A pukul 14.30 WIB ini menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertimbun sampah.
  • Pemprov DKI Jakarta melalui tim gabungan segera melakukan normalisasi sungai dan pemulihan akses dengan mengerahkan alat berat.

Suara.com - Kondisi darurat melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berlokasi di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Gunungan sampah di fasilitas vital milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut mengalami longsor hebat yang dipicu oleh faktor alam.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang mengganggu alur pembuangan sampah ibu kota tersebut.

Menurut Pramono Anung, bencana longsoran sampah ini terjadi bukan tanpa alasan. Berdasarkan data meteorologi yang diterima, wilayah Jakarta dan sekitarnya baru saja dihantam oleh cuaca buruk dengan intensitas hujan yang sangat tinggi.

Hal ini menjadi faktor utama yang melemahkan struktur tumpukan sampah di lokasi tersebut.

“Kemarin itu (curah hujannya) 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).

Tingginya angka curah hujan tersebut menciptakan tekanan air yang signifikan pada tumpukan sampah. Pramono menjelaskan lebih lanjut bahwa peristiwa longsor tersebut terjadi secara spesifik di zona 4A pada pukul 14.30 WIB.

Mekanisme terjadinya longsor bermula ketika air hujan dalam volume besar meresap ke dalam gunungan sampah di TPST Bantargebang.

Masuknya air ke dalam tumpukan sampah menyebabkan kondisi material menjadi sangat licin dan kehilangan stabilitasnya. Akibatnya, jutaan ton sampah tersebut bergerak turun dan menimbun area di bawahnya.

baca juga

Dampak dari pergerakan massa sampah ini tergolong masif dan mengganggu operasional harian di tempat pembuangan akhir tersebut.

Kejadian itu, lanjut Pramono, menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah.

Tertutupnya akses jalan operasional ini menjadi kendala serius bagi truk-truk sampah yang hendak melakukan bongkar muat, sementara tertutupnya aliran sungai menimbulkan risiko banjir baru di area sekitar pemukiman warga.

Menyadari urgensi masalah ini, Pramono Anung langsung melakukan peninjauan mendalam ke lokasi kejadian. Setelah meninjau kondisi di Bantargebang pada pagi tadi, Pramono pun segera meminta agar situasi di tempat tersebut segera dinormalkan kembali.

Fokus utama saat ini adalah memastikan aliran sungai tidak lagi terhambat dan akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan berat.

“Terutama Sungai Ciketing-nya, agar segera bisa normal kembali. Tempat itu begitu tertutup maka jalannya juga tertutup, di lapangan kelihatan sekali. Dan untuk itu segera akan dinormalkan kembali,” ujar Pramono sebagaimana dilansir Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang

Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang

News | Senin, 09 Maret 2026 | 10:56 WIB

Tutup Sementara Zona 4 TPST Bantargebang Usai Longsor, Pemprov Jakarta Cari Titik Buang Sampah Baru

Tutup Sementara Zona 4 TPST Bantargebang Usai Longsor, Pemprov Jakarta Cari Titik Buang Sampah Baru

News | Senin, 09 Maret 2026 | 11:05 WIB

Pasca-Longsor Maut, Pemprov DKI Gerak Cepat Stabilisasi TPST Bantargebang

Pasca-Longsor Maut, Pemprov DKI Gerak Cepat Stabilisasi TPST Bantargebang

News | Senin, 09 Maret 2026 | 07:45 WIB

Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri

Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 09:02 WIB

Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi

Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:42 WIB

Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit

Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:22 WIB

Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman

Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:22 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×