Produsen Obat Usulkan Tanggapan Cepat Pandemi Bagi Negara Miskin

Siswanto

Senin, 23 Mei 2022 | 11:43 WIB
Produsen Obat Usulkan Tanggapan Cepat Pandemi Bagi Negara Miskin
Ilustrasi obat-obatan. (Pixabay.com/stevepb)

Suara.com - Para produsen obat global melobi negara-negara kaya untuk mendanai mekanisme pasokan yang akan secara langsung mengamankan vaksin untuk negara-negara berpenghasilan rendah jika terjadi pandemi baru.

Namun para pabrikan obat itu mengatakan proposal tersebut bergantung pada perdagangan bebas lintas batas.

Federasi Internasional Produsen dan Asosiasi Farmasi (IFPMA) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin bahwa distribusi vaksin pandemi global perlu diletakkan pada pijakan baru karena negara-negara termiskin di dunia terpaksa menunggu suntikan selama pandemi saat ini.

"Industri farmasi itu bersedia mencadangkan alokasi produksi yang langsung didistribusikan ke populasi prioritas di negara-negara berpenghasilan rendah, sebagaimana ditentukan oleh otoritas kesehatan selama pandemi," kata direktur jenderal IFPMA Thomas Cueni.

Perdebatan global tentang respons yang lebih baik terhadap wabah penyakit sedang gencar dilakukan karena para menteri kesehatan akan bertemu di Jenewa minggu ini untuk pertemuan Organisasi Kesehatan Dunia, dengan pokok bahasan mengenai berbagi vaksin di antara banyak agenda pembahasan yang lain.

Secara terpisah, kelompok negara-negara G20 telah menyetujui dana multimiliar dolar untuk kesiapsiagaan pandemi yang akan dibentuk di luar WHO.

Cueni menambahkan mekanisme pengadaan membutuhkan pendanaan oleh negara-negara berpenghasilan tinggi dan hanya dapat bekerja jika bahan dan produk jadi dapat dikirim tanpa hambatan dalam rantai pasokan global.

"Kami berkomitmen untuk bekerja dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk membantu memastikan bahwa sistem kesiapsiagaan diterapkan dan dipertahankan di masa depan," kata Cueni.

Hambatan perdagangan menimbulkan masalah besar selama pandemi COVID-19, yang sekarang masuk tahun ketiga.

baca juga

Di antara rintangan-rintangan itu, produsen utama India melarang ekspor vaksin untuk sebagian besar waktu selama 2021, sementara Undang-Undang Produksi Pertahanan AS, yang memprioritaskan respons krisis domestik, memperlambat pengiriman peralatan global untuk pembuat vaksin.

Fasilitas berbagi vaksin COVAX didirikan untuk mengamankan distribusi di negara-negara miskin tapi disusul oleh upaya pengadaan yang lebih cepat negara-negara kaya, sehingga meninggalkan negara-negara lain di belakang.

"COVAX tidak cukup didanai atau diatur cukup cepat untuk mengamankan perjanjian pembelian di muka untuk dosis yang setara dengan pembeli negara berpenghasilan tinggi," kata kelompok lobi IFPMA.

Sumber: Reuters/Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:50 WIB

RCN Kecam Inggris: Rekrut Perawat Negara Miskin, Bantuan Kesehatan Dipangkas Habis

RCN Kecam Inggris: Rekrut Perawat Negara Miskin, Bantuan Kesehatan Dipangkas Habis

News | Selasa, 07 Januari 2025 | 07:59 WIB

10 Negara Ini Dikategorikan Miskin di 2025, Ada Indonesia?

10 Negara Ini Dikategorikan Miskin di 2025, Ada Indonesia?

Bisnis | Selasa, 07 Januari 2025 | 09:01 WIB

Gaji PNS Tak Diambil Selama 9 Tahun, Ayah Ojak Sengaja Tumpuk sampai Setengah Miliar

Gaji PNS Tak Diambil Selama 9 Tahun, Ayah Ojak Sengaja Tumpuk sampai Setengah Miliar

Video | Kamis, 23 Mei 2024 | 11:05 WIB

Ayah Ojak Santai Tak Ambil Gaji PNS selama 9 Tahun, Menumpuk sampai Setengah Miliar

Ayah Ojak Santai Tak Ambil Gaji PNS selama 9 Tahun, Menumpuk sampai Setengah Miliar

Lifestyle | Selasa, 21 Mei 2024 | 17:47 WIB

Rusia Kirim 200 Ton Biji-bijian ke 6 Negara Termiskin di Afrika, Ini Tujuannya

Rusia Kirim 200 Ton Biji-bijian ke 6 Negara Termiskin di Afrika, Ini Tujuannya

News | Rabu, 21 Februari 2024 | 15:15 WIB

Patut Dicontoh! Deretan Negara Miskin yang Prestasi Sepak Bolanya Mendunia

Patut Dicontoh! Deretan Negara Miskin yang Prestasi Sepak Bolanya Mendunia

Bola | Selasa, 12 Desember 2023 | 17:00 WIB

Penjualan Obat Lesu, Kimia Farma Rugi Rp 170 Miliar Sepanjang 2022

Penjualan Obat Lesu, Kimia Farma Rugi Rp 170 Miliar Sepanjang 2022

Bisnis | Senin, 03 April 2023 | 14:33 WIB

Hasil Konkret KTT G20, Bantu Ketersediaan Pembiayaan Bagi Negara Miskin

Hasil Konkret KTT G20, Bantu Ketersediaan Pembiayaan Bagi Negara Miskin

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 20:40 WIB

Aliansi: G20 Cuma Buat Pengusaha Besar Bukan Rakyat

Aliansi: G20 Cuma Buat Pengusaha Besar Bukan Rakyat

Bisnis | Senin, 14 November 2022 | 06:32 WIB

Terkini

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:29 WIB

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

×