Aliansi: G20 Cuma Buat Pengusaha Besar Bukan Rakyat

Iwan Supriyatna, Novian Ardiansyah

Senin, 14 November 2022 | 06:32 WIB
Aliansi: G20 Cuma Buat Pengusaha Besar Bukan Rakyat
Ilustrasi KTT G20 di Bali - Daftar agenda KTT G20 Bali (https://moderndiplomacy.eu/)

Suara.com - Aliansi Indonesia People Assembly mengecam seluruh tindakan represif dan provokasi yang dilakukan negara dalam membungkam gerakan kritik rakyat sepanjang persiapan KTT G20.

Koordinator Indonesia People Assembly Raden Deden Fajrullah mengatakan, tindakan-tindakan negara dalam membungkam kritik rakyat merupakan tindakan yang membelakangi demokrasi.

"Dan semakin menunjukkan orientasi G20 sama sekali bukan untuk rakyat tetapi hanya untuk segelintir pengusaha besar dan negeri-negeri kaya yang memiliki kepentingan memindahkan beban krisis yang mereka hadapi ke negeri-negeri miskin dan terbelakang," tulis Raden dalam rilis pers dikutip Senin (14/11/2022).

Aliansi menyoroti sikap negara melalui tindakan represi terhadap beberapa organisasi yang sedang menyelenggarakan kegiatan dalam menyikapi KTT G20. Mereka mencatat ada beberapa kegiatan yang mendapat pengadangan.

Misalnya, pengadangan terhadap Pesepeda Chasing the Shadow GreenPeace di Probolinggo. Kemudian ada juga pembatalan kegiatan ruang aspirasi dan seni anak muda Bali untuk iklim yang diorganisasikan oleh 350.id dan XR, serta pembatalan acara jangkongan warga, dan beberapa pembubaran aktivitas lain yang telah menyebabkan beberapa organisasi akhirnya terpaksa menjalankan aktivitas tanpa publikasi sama sekali.

"(Itu) adalah merupakan serangkaian tindakan fasis dan brutal dalam mengekang dan membungkam demokrasi. Hal yang tidak jauh berbeda juga kami (Indonesia People Assembly) alami," tulis Raden.

Ilustrasi KTT G20 - anggota G20 siapa saja (polri.go.id)
Ilustrasi KTT G20 - anggota G20 siapa saja (polri.go.id)

Sebelumnya, acara diskusi yang diselenggrakan oleh BEM FH bersama dengan aliansi Bali Tidak Diam (BTD) yang menjadi rangkaian pembuka agenda yang diselenggarakan Indonesia People Assembly di Bali juga mendapatkan ancaman pembubaran. Ancaman itu datang dari pihak kampus Universitas Udayana.

Gerakan rakyat menolak G20 di beberapa kota yang dikoordinasikan oleh aliansi juga mendapatkan intimidasi, baik dengan cara didatangi secara langsung maupun dihubungi via telepon.

"Seperti yag dialami oleh kawan-kawan GSBI Kalbar di mana pada tanggal 12 kemarin didatangi oleh 3 orang dari Bais dan BIN yang meminta keterangan terkait soal kampanye melawan G20 yang kami selenggarakan," tulis Raden.

baca juga

Sementara itu di Mataram, Koordinator Indonesia People’s Assembly (IPA) Kota Mataram mendapatkan telepon serupa dari Bais dan BIN. Hal serupa juga didapat mereka yang berada di Jember dan Malang.

"Dan barangkali banyak yang lainnya yang belum terlaporkan seiring dengan terus berlangsungnya berbagai rangkain kampanye kami melawan G20 di berbagai kota," tulis Raden.

Bukan cuma adangan dan ancaman, aliansi mencatat ada beberapa akun media sosial organisasi dan personal yang kerap membagikan narasi-narasi kritik terhadap G20 terkena suspend.

Termasuk nomor WhatsApp milik Raden selaku Koordinator IPA. Upaya peretasan itu tergambar lewat permintaan konfirmasi registrasi yang muncul beberapa kali.

"Semua tindakan tersebut terang adalah tindakan yang menodai demokrasi kita, menodai kebebasan setiap warga negara untuk bersuara dan berpendapat yang juga telah diatur di dalam undang-undang. Sebabnya, kami dari aliansi Indonesia People’s Assembly yang terdiri dari 25 organisasi tingkat nasional dan daerah di 15 provinsi dan kemungkinan akan terus bertambah dengan ini menuntut pemerintah Indonesia untuk menghentikan seluruh upaya provokasi rakyat, intimidasi, teror, dan pembubaran paksa terhadap seluruh gerakan rakyat," kata Raden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Luncurkan Pandemic Fund di G20: Dana yang Dikumpulkan Belum Cukup

Jokowi Luncurkan Pandemic Fund di G20: Dana yang Dikumpulkan Belum Cukup

Bisnis | Senin, 14 November 2022 | 06:18 WIB

Pilot Pesawat Presiden Yoon Kibarkan Bendera Korea Selatan dan Indonesia

Pilot Pesawat Presiden Yoon Kibarkan Bendera Korea Selatan dan Indonesia

News | Minggu, 13 November 2022 | 23:17 WIB

Joe Biden ke Bali dengan Menggunakan Pesawat Air Force One, Tiba Malam Ini

Joe Biden ke Bali dengan Menggunakan Pesawat Air Force One, Tiba Malam Ini

News | Minggu, 13 November 2022 | 23:07 WIB

Terkini

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

×