facebook

Diumumkan Wakil Ketua DPR RI Ahmad Sufmi Dasco, Parkindo Curiga Ada Sosok Besar di Balik Partai Mahasiswa Indonesia

Chandra Iswinarno | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Diumumkan Wakil Ketua DPR RI Ahmad Sufmi Dasco, Parkindo Curiga Ada Sosok Besar di Balik Partai Mahasiswa Indonesia
Pengurus Parkindo saat mendatangi Kemenkumham setelah kaget nama partai mereka diganti Partai Mahasiswa Indonesia. (Suara.com/Yaumal)

Partai Kristen Indonesia (Parkindo) mencurigai ada sosok besar di balik perubahan nama partai mereka menjadi Partai Mahasiswa Indonesia (PMI).

Suara.com - Partai Kristen Indonesia (Parkindo) mencurigai ada sosok besar di balik perubahan nama partai mereka menjadi Partai Mahasiswa Indonesia (PMI). 

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Parkindo Finsensius Mendrofa saat menyambangi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen AHU Kemenkumham). 

"Kami curiga pasti ada orang besar di balik itu (perubahan nama Parkindo jadi PMI)," kata Finsen kepada wartawan, Senin (23/5/2022). 

Meski begitu, Finsen mengaku tidak ingin berspekulasi dengan menuduh pihak-pihak tertentu. 

Baca Juga: Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia Eko Pratama Bakal Dipidanakan dan Digugat ke PTUN Jika Tidak Klarifikasi

"Tapi kami nggak  menuduh, siapa orangnya.  Kami  enggak berani menuduh," ujarnya. 

Kecurigaan tersebut menurut Finsen, karena pergantian nama Parkindo yang begitu cepat dan tanpa sepengetahuan para pengurus tinggi dan kadernya. 

"Intinya kami mencurigai. Bagaimana enggak curiga, ini tiba-tiba berubah, sim salabim ya pasti curiga dong," ujar dia. 

Karena mereka mengirimkan surat keberatan ke Kemenkumham untuk melakukan klarifikasi.

Ia mengemukakan, jika dalam waktu tujuh hari tidak ada jawaban, mereka akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

Baca Juga: Kaget Nama Diganti jadi Partai Mahasiswa, Pengurus Parkindo Datangi Kemenkumham hingga Ancam Upaya Hukum

"Maupun juga proses pidana, kalau kita lihat ada unsur pidana di sana," ujarnya. 

Komentar