facebook

5 Fakta Mahasiswa Pendukung ISIS di Malang yang Labeli Polisi Thogut

Ruth Meliana Dwi Indriani
5 Fakta Mahasiswa Pendukung ISIS di Malang yang Labeli Polisi Thogut
Ilustrasi Densus 88 Antiteror. (Polri.go.id)

Dari keterangan yang diberikan perguruan tinggi, terungkap fakta bahwa IA sebenarnya termasuk mahasiswa cerdas. Selama berkuliah 6 semester, pelaku memiliki IPK diatas 3.

Suara.com - Berikut ini lima fakta tentang penangkapan mahasiswa berinisial IA oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Kota Malang pada Senin (23/5/22) siang. Penangkapan itu merupakan pengembangan dari penangkapan di wilayah lain.

Penangkapan orang-orang yang diduga sebagai simpatisan ISIS dilakukan sepanjang bulan Mei 2022 di beberapa provinsi. IA merupakan salah satu sosok yang disebut-sebut turut mendukung ISIS di Indonesia.

IA sempat intens berkomunikasi dengan tersangka terorisme lain, terkait adanya rencana bom. Polisi yang dilabeli IA dan rekan-rekannya sebagai thogut termasuk dalam salah satu sasaran pengeboman.

Berikut ini fakta-fakta yang berhasil diungkap setelah penangkapan IA di Kota Malang.

Baca Juga: Viral Polisi Sosialisasi Pencegahan Tawuran ke SMAK Penabur Bintaro, Warganet Beri Komentar Ini

Kagetkan Warga Dinoyo

Penangkapan mahasiswa berinisial IA dilakukan Densus 88 Antiteror di kawasan Jalan Dinoyo Permai Timur, Senin (23/5/2022) siang. Keesokan harinya, Densus 88 menggeledah sebuah rumah kos di perumahan Dinoyo Permai, kelurahan Dinoyo, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Dalam penggeledahan itu, Densus 88 mengamankan beberapa barang bukti, seperti tiga bendera, pisau komando, busur panah, laptop dan flashdisk. Penggeledahan yang dilakukan Densus 88 disaksikan Ketua RW 06, kelurahan Dinoyo, Maki Kriswanto.

Penangkapan terduga teroris di kelurahan Dinoyo jelas mengagetkan warga setempat. Ternyata, yang ditangkap bukan warga asli Dinoyo, melainkan seorang pendatang yang berkuliah di Universitas Brawijaya, Malang.

Mahasiswa Hubungan Internasional

Baca Juga: Terpopuler: Pabrik Bir Jadi Sponsor Formula E Jakarta, Geger Mahasiswa Bongkar Aib Kampus

Universitas Brawijaya membenarkan bahwa IA, sosok yang ditangkap Densus 88 merupakan salah satu mahasiswanya. IA merupakan mahasiswa angkatan 2019 yang kini ada di semester enam, jurusan Hubungan Internasional.

Hal ini diungkapkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya (UB) Prof Abdul Hakim dalam jumpa pers di Kota Malang, Rabu (25/5/22).

"Kami mengikuti aturan yang berlaku. Jika sudah ada penetapan hukum yang pasti atau inkrah, maka kampus pasti akan memberikan sanksi sesuai pelanggaran dan aturan yang ada,"  kata Prof Abdul Hakim.

Mahasiswa Cerdas

Dari keterangan yang diberikan Universitas Brawijaya, terungkap fakta bahwa IA sebenarnya termasuk mahasiswa yang cerdas. Selama berkuliah enam semester, IA memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3.

Dugaan yang mengarah bahwa mahasiswa berusia 22 tahun itu merupakan simpatisan ISIS membuat Universitas Brawijaya kecewa.

"Dari indeks prestasi yang diperoleh, mahasiswa tersebut termasuk kategori relatif cerdas," kata Prof Abdul Hakim.

Admin Medsos Konten ISIS

Pengungkapan IA sebagai terduga simpatisan ISIS sudah dilakukan. Ternyata, IA turut serta dalam kegiatan mengumpulkan dana untuk membantu kegiatan ISIS di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan dalam keterangan di Jakarta, Selasa (24/5/22), menyebut IA berperan sebagai pengelola media sosial dalam rangka penyebaran materi ISIS terkait tindak terorisme.

Sebelum dilakukan penangkapan, IA ternyata intens berkomunikasi dengan MR, teroris kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD). MR sendiri sudah ditangkap Densus 88 pada awal 2022 lalu.

Penangkapan Teroris di Tiga Wilayah

Sebelum menangkap IA, Densus 88 lebih dulu melakukan penangkapan di Sulawesi Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Timur pada Sabtu (14/5/22).

Dari penangkapan itu, Densus 88 mengamankan 24 tersangka yang diduga sebagai kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso serta pendukung ISIS.

Tak lama setelah penangkapan tersebut, seorang terorisme pendukung ISIS di Sulawesi Tengah menyerahkan diri ke pihak Kepolisian.

Kontributor : Lukman Hakim

Komentar