Legislator PKS: Indonesia Bebas PMK Saat Era Soeharto, Sekarang Muncul Lagi di Era Jokowi

Dwi Bowo Raharjo | Stefanus Aranditio | Suara.com

Jum'at, 27 Mei 2022 | 19:17 WIB
Legislator PKS: Indonesia Bebas PMK Saat Era Soeharto, Sekarang Muncul Lagi di Era Jokowi
Dokter hewan memeriksa kesehatan hewan sapi di salah satu lokasi peternakan di Jakarta, untuk cegah PMK. [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Anggota komisi IV DPR RI dari fraksi PKS, Slamet menyebut Indonesia sebenarnya sudah bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak sejak era kepemimpinan Presiden Soeharto, lalu muncul lagi saat ini saat pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Slamet mengatakan bersihnya Indonesia dari Penyakit Kuku dan Mulut hewan ternak dulu menjadi salah satu prestasi Soeharto, dia mempertanyakan kenapa saat ini penyakit tersebut muncul lagi.

"Dulu prestasi yang dibanggakan Pak Harto saat orde baru adalah keluarnya Indonesia dari negara bebas PMK, pertanyaannya sekarang ini yang menjadi cambuk bagi pemerintah Pak Jokowi dan para menterinya, justru di era sekaranglah Indonesia kembali menjadi negara yang tidak bebas PMK," kata Slamet dalam diskusi PKS TV, Jumat (27/5/2022).

"Ini sejarah dalam dunia peternakan dan kedokteran hewan bahwa di saat pemerintahan inilah terjadi kecerobohan hingga penyakit ini masuk lagi," sambung Slamet.

Dia menduga PMK ini muncul karena kebijakan pemerintahan Jokowi yang ceroboh dengan mengubah asal impor dari berbasis negara menjadi berbasis zona. Dimana diizinkan bagi zona yang dinyatakan aman tapi belum dinyatakan aman secara keseluruhan di satu negara tersebut.

"“Malaysia, India, Cina, dan Brazil ini setau saya negara yang belum bebas PMK. Sementara kran impor dari negara ini (khususnya) India cukup besar. Ditambah lemahnya karantina dan pengawasan di lapangan, maka klop lah kalo hari ini ada wabah PMK," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengungkapkan per 22 Mei 2022 sudah sebanyak 16 provinsi dan 82 kabupaten/kota terjangkit PMK hewan ternak dengan total 5.454.454 ekor terdampak dan 20.723 ekor sakit.

Dari total hewan yang sakit, sebanyak 6.896 ekor berhasil disembuhkan atau 33,29 persen, 162 ekor atau 0,78 persen dipotong paksa, dan 142 ekor atau 0,69 persen hewan ternak mati.

"Kami terus bekerja keras membatasi penyebaran PMK dengan pembatasan lalu lintas ternak dari wilayah wabah. Khusus hewan sakit kita obati terutama yang bergejala klinis. Mohon dukungan media dan masyarakat agar PMK dapat segera teratasi," katanya.

Provinsi yang terdampak PMK antara lain Aceh 315.612 ekor, Bangka Belitung 10.347 ekor, Banten 22.456 ekor, DIY 92.977 ekor, Jawa Barat 396.364 ekor, Jawa Tengah 768.150 ekor, dan Jawa Timur 2.569.774 ekor.

Selanjutnya, Kalimantan Barat 51.403 ekor, Kalimantan Selatan 83.123 ekor, Kalimantan Tengah 34.006 ekor, Lampung 56.078 ekor, Nusa Tenggara Barat 363.770 ekor, Riau 22.596 ekor, Sumatera Barat 107.942 ekor, Sumatera Selatan 45.695 ekor, dan Sumatera Utara 492.139 ekor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak PMK, Pedagang Bagi Tips Pilih Hewan Kurban: Sapi Agresif dan Matanya Cerah

Marak PMK, Pedagang Bagi Tips Pilih Hewan Kurban: Sapi Agresif dan Matanya Cerah

Jakarta | Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:47 WIB

Hewan Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku di Sumbar Capai 39 Ekor

Hewan Sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku di Sumbar Capai 39 Ekor

Sumbar | Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:58 WIB

115 Hewan Ternak di Solok Selatan Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

115 Hewan Ternak di Solok Selatan Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Sumbar | Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:21 WIB

Kendaraan Pengangkut Hewan Ternak di Perbatasan Sumut-Aceh Diputar Balik

Kendaraan Pengangkut Hewan Ternak di Perbatasan Sumut-Aceh Diputar Balik

Sumut | Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:35 WIB

Belasan Hewan Ternak Terjangkit PMK di Bogor, Pasar Hewan Jonggol Ditutup

Belasan Hewan Ternak Terjangkit PMK di Bogor, Pasar Hewan Jonggol Ditutup

Bogor | Jum'at, 27 Mei 2022 | 13:56 WIB

Peternak di Kota Malang 'Lemes', Sapi-sapinya yang Sehat dari PMK Tak Laku

Peternak di Kota Malang 'Lemes', Sapi-sapinya yang Sehat dari PMK Tak Laku

Malang | Jum'at, 27 Mei 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB