Gatot Nurmantyo dan Sejumlah Tokoh KAMI Sambangi Gedung MPR, Adukan Masalah Bangsa

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Selasa, 31 Mei 2022 | 17:27 WIB
Gatot Nurmantyo dan Sejumlah Tokoh KAMI Sambangi Gedung MPR, Adukan Masalah Bangsa
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo bersama beberapa tokoh lainnya menyambangi Gedung MPR di Senayan pada Selasa (31/5/2022). [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Sejumlah pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyambangi Gedung MPR di Senayan, Jakarta pada Selasa (31/5/2022). Kedatangan mereka bermaksud menyampaikan keluh kesah soal isu-isu hari ini yang dihadapi bangsa.

Kedatangan mereka dipimpin langsung Presidium KAMI Gatot Nurmantyo dan kemudian menemui Wakil Ketua MPR Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW). Gatot mengatakan, saat ini banyak terlihat indikasi bangsa sedang mati. Terlebih juga, kekinian telah terjadi perpecahan di tengah anak bangsa.

"Intinya, bahwa kami sama-sama menyimak ada banyak cara bangsa ini mati, antara lain adalah bangsa mati karena sikapnya yang abai tidak tahu permasalahan yang dihadapi apalagi menyelesaikan masalah-masalah. Dan yang paling gawat adalah apabila di antara anak bangsa ini terjadi perpecahan jadi merusak persatuan," kata Gatot usai pertemuannya dengan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2022).

Selain itu menurut Gatot, saat ini kondisi bangsa memprihatinkan dilihat dari situasi ekonomi hingga masifnya tindak pidana korupsi. Belum lagi, kata dia, eksistensi bangsa mulai menurun ditandai beberapa kejadian salah satunya yang menimpa Ustaz Abdul Somad (UAS) di Singapur.

"Yang jadi perhatian kami semua ini adalah bahwa deportasi ini seharusnya sebagai bangsa kalau Bangsa Indonesia ini mempunyai posisi tawar yang tinggi dihargai bangsa yang hebat pasti negara lain akan memberikan data-data orang yang tidak boleh masuk ke wilayahnya gitu," tuturnya.

Kemudian, Gatot juga menyinggung soal yang terjadi dengan eks Kepala BIN Sutiyoso yang mendapat ejekan usai menyampaikan pendapat terkait tenaga kerja asing asal Tiongkok.

"Jadi nasionalisme kita ini sudah pada ambang batas yang sangat mengkhawatirkan Jadi akumulasi ini lah KAMI akan menyamakan visi dengan MPR dan tadi wakil ketua HNW begitu antisias mendengarkan. 2 jam 15 menit kita menyampaikan semuanya dan beliau mencatat," ujarnya.

Sementara itu, HNW mengungkapkan, kedatangan KAMI untuk menyampaikan aspirasi, juga salah satunya terkait dengan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden.

"Tadi sesacara prinsip mereka menyampaikan tebtang presidential threahold dan secara prinsip kami menyampaikan apresiasi terhadap komitmen kita melaksanakan ketentuan UUD melaksanakan pancasila refoemasi melaksanakan undang-undang negara tentu semuanya juga terbawa," kata HNW.

baca juga

Dalam pertemuan itu sejumlah tokoh KAMI juga terlihat mendamping Gatot Nurmantyo, yakni Said Didu, Refly Harun, Adhie Massardi hingga Marwan Batubara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Ajakan Din Syamsuddin Masuk Partai Pelita, Gatot Nurmantyo: Saya Berkomittmen Tak Ada di Partai Mana Pun

Tolak Ajakan Din Syamsuddin Masuk Partai Pelita, Gatot Nurmantyo: Saya Berkomittmen Tak Ada di Partai Mana Pun

News | Senin, 16 Mei 2022 | 16:35 WIB

Ajak Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Gabung, Ketum Partai Pelita: Jangan ke Partai Ummat

Ajak Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Gabung, Ketum Partai Pelita: Jangan ke Partai Ummat

News | Senin, 16 Mei 2022 | 15:00 WIB

Dituding Jadi Dalang Demo Mahasiswa, Jenderal Gatot Nurmantyo: Itu Biasa

Dituding Jadi Dalang Demo Mahasiswa, Jenderal Gatot Nurmantyo: Itu Biasa

News | Senin, 11 April 2022 | 16:16 WIB

Terkini

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:56 WIB

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:53 WIB

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

×