Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Vania Rossa

Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB
Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?
Ilustrasi Regulasi Produk Tembakau Diperketat. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Pemerintah membahas aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024 untuk memperketat produk tembakau demi kesehatan.
  • Riset menunjukkan perubahan rasa produk membuat konsumen beralih ke varian atau merek lain.
  • Mayoritas responden merotasi kemungkinan peralihan ke rokok ilegal dan menilai kebijakan pembatasan sulit diterapkan.

Suara.com - Rencana pemerintah memperketat pengaturan produk tembakau kembali menjadi perhatian seiring pembahasan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan.

Sejumlah ketentuan yang tengah menjadi perhatian antara lain pengaturan bahan tambahan dan perisa, serta pembatasan kadar tar dan nikotin pada produk tembakau. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi kesehatan masyarakat, termasuk menekan prevalensi merokok di Indonesia.

Di tengah pembahasan regulasi tersebut, riset Litbang Kompas mengenai perilaku dan preferensi konsumen memberikan gambaran tentang kemungkinan respons konsumen ketika karakteristik produk yang biasa mereka gunakan mengalami perubahan.

Salah satunya berkaitan dengan pilihan rasa. Ketika rasa yang biasa dikonsumsi berubah atau tidak lagi tersedia, sebanyak 38 persen responden menyatakan akan memilih rasa lain dari merek yang sama. Sementara itu, 34 persen responden mengatakan akan mencari merek lain dengan rasa serupa.

Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan perpindahan pilihan ketika varian yang biasa dikonsumsi tidak lagi tersedia. Konsumen dapat memilih varian lain dari merek yang sama maupun mencari produk dari merek berbeda dengan karakteristik serupa.

Preferensi terhadap rasa juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih produk rokok. Dalam riset tersebut, sebanyak 70 persen responden menilai bahan tambahan penting dalam menentukan pilihan.

Potensi Perpindahan Konsumen
Perubahan ketersediaan produk juga dinilai berpotensi memengaruhi perilaku konsumen di pasar. Sebanyak 90 persen responden dalam riset menyatakan terdapat kemungkinan konsumen beralih ke rokok ilegal apabila produk dengan varian rasa dilarang.

Namun, angka tersebut perlu dilihat sebagai persepsi responden mengenai kemungkinan perpindahan konsumen, bukan bukti bahwa konsumen secara aktual akan beralih ke produk ilegal.

Temuan kualitatif dalam riset menunjukkan konsumen dan pedagang yang diwawancarai masih cenderung menghindari produk ilegal.

baca juga

Dengan kata lain, perubahan pilihan produk tidak serta-merta berarti konsumen akan berpindah ke pasar ilegal. Respons konsumen dapat berbeda, mulai dari memilih varian lain hingga berganti merek.

Bagaimana dengan Efektivitas Pembatasan?

Riset tersebut juga mencatat adanya perbedaan pandangan mengenai efektivitas pembatasan bahan tambahan dalam mengurangi konsumsi rokok.

Sebanyak 21 persen responden menilai pembatasan bahan tambahan efektif dalam mengurangi konsumsi rokok. Sementara itu, mayoritas responden lainnya tidak yakin dengan efektivitas kebijakan tersebut.

Di sisi lain, penerapan pembatasan dinilai menghadapi tantangan tersendiri. Sebanyak 87 persen responden menganggap penerapan pembatasan tersebut cukup sulit atau sangat sulit.

Berbagai temuan tersebut memberikan gambaran mengenai kemungkinan respons konsumen terhadap perubahan karakteristik dan ketersediaan produk tembakau.

Ketika suatu varian tidak lagi tersedia, sebagian konsumen menyatakan akan memilih alternatif lain, sementara sebagian lainnya tetap menggunakan produk yang tersedia.

Dalam konteks pembahasan regulasi produk tembakau, data mengenai perilaku konsumen dapat menjadi salah satu bahan untuk memahami potensi respons pasar terhadap perubahan pilihan produk. Hal tersebut dapat dilihat bersama dengan tujuan kesehatan masyarakat, kesiapan implementasi, pengawasan, serta kondisi pasar produk tembakau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Rokok Ilegal Makin Menggerogoti Industri, Negara dan Daerah Ikut Kehilangan Penerimaan

Rokok Ilegal Makin Menggerogoti Industri, Negara dan Daerah Ikut Kehilangan Penerimaan

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 18:37 WIB

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:21 WIB

Terkini

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:48 WIB

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:46 WIB

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Dapat 'Surat Cinta' dari BEI, Reaksi 3 Saham Ini Justru Jomplang Banget!

Dapat 'Surat Cinta' dari BEI, Reaksi 3 Saham Ini Justru Jomplang Banget!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

×