Warga Shanghai Senang dengan Berakhirnya Lockdown Selama Dua Bulan Terakhir

SiswantoABC Suara.Com
Rabu, 01 Juni 2022 | 11:53 WIB
Warga Shanghai Senang dengan Berakhirnya Lockdown Selama Dua Bulan Terakhir
Ilustrasi warga [shanghaiist]

Menurut Cao Yue yang sudah bekerja di Shanghai selama lima tahun masa yang paling sulit berkenaan dengan lockdown adalah kesehatan mental.

Dia mengatakan di masa-masa awal sulit sekali baginya untuk membeli makanan dan dia tidak tahu harus melakukan apa.

"Rasanya sangat menyedihkan harus terkunci di rumah dan melihat seluruh Shanghai menjalani lockdown," katanya.

Lebih dari 500 ribu warga dari 25 juta penduduk kota tersebut belum boleh melakukan kegiatan hari Rabu ini, 190 ribu orang masih menjalani karantina dan sekitar 450 ribu orang lainnya berada di zona pengawasan karena mereka di dekat kasus yang baru terjadi.

Lockdown di Shanghai dan di berbagai kota lain di China telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan juga  mengganggu pasokan barang-barang ke seluruh dunia meski angka kasus mulai menurun dan pembatasan sudah banyak dicabut sejak masa paling buruk di bulan April.

China mengatakan pendekatan yang mereka lakukan dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah agar sistem layanan kesehatan tidak ambruk dengan tingginya kasus.

Ketidakmenentuan dan juga ketidakpuasan warga atas kebijakan COVID yang terlalu ketat terjadi di tahun politik di mana Presiden Xi Jinping sedang berusaha melanjutkan kepemimpinannya untuk periode yang ketiga.

"Rasanya malam ini seperti masa liburan akhir sekolah," tulis seseorang di media sosial China Weibo.

"Di malam menjelang tahu ajaran baru, saya senang dengan dimulainya semester baru namun juga ada perasaan takut."

Baca Juga: Shanghai Lockdown, 2 Warga Jepang Dilaporkan Meninggal Dunia

Shanghai mencatat 29 kasus baru hari Senin, turun tajam dari angka 20 ribu per hari pada bulan April.

Di ibu kota China Beijing pembatasan juga mulai dilonggarkan di beberapa distrik pada hari Selasa.

Menurut laporan  media lokal, tiga lab testing di Beijing sedang diselidiki oleh polisi karena 'protokol testing yang tidak benar' sehingga menghasilkan hasil tes yang tidak akurat.

Sebuah kota yang terluka

Selama dua bulan Shanghai harus menjalani lockdown ketat membuat warga di kota ekonomi terpenting di dunia tersebut kesulitan mendapatkan bahan makanan dan obat-obatan.

Keluarga terpisahkan dan ratusan ribu orang dipaksa menjalani karantina terpusat.

Di beberapa pabrik dan kantor yang tetap buka - termasuk kantor para pejabat pemerintah Shanghai - banyak pekerja tidak bisa kembali ke rumah mereka dan hidup dengan fasilitas seadanya selama lockdown tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI