KIB Cari Capres dan Cawapres Berduit Sekaligus Punya Elektabilitas Tinggi

Iwan Supriyatna, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 09 Juni 2022 | 05:40 WIB
KIB Cari Capres dan Cawapres Berduit Sekaligus Punya Elektabilitas Tinggi
Suasana persiapan penandatangan nota kesepahaman Koalisi Indonesia Bersatu, di Jakarta, Sabtu (4/6/2022). ANTARA/Tri Meilani Ameliya.

Suara.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan rasional dalam memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung untuk Pilpres 2024 mendatang.

Ujang menuturkan, rasional terkait siapa yang diusung yakni melihat dari faktor elektabilitas, faktor finansial dan kekuatan lawan politiknya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada dirinya.

"Sebelum KIB terbentuk intinya PAN, Golkar PPP akan rasional terkait dengan siapa yang akan dicapreskan. Artinya rasionalis itu akan melihat dari berbagai macam faktor dia akan melihat faktor elektabilitas dia akan melihat faktor finansial, kekuatan budget, akan melihat kekuatan lawan politik juga," ujar Ujang di acara Ngobrol Seru : Manuver Partai Politik Gaet Suara di Pilpres 2024, ditulis Kamis (9/6/2022).

Karena itu Ujang menilai KIB akan mengusung calon presiden atau calon wakil presiden dari pihak eksternal.

Mengingat elektabilitas dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN belum naik.

"Skemanya pak Airlangga Pak Zulhas misalkan tapi kan agak berat elektabilitasnya kan belum naik-naik, susah juga kalau lawannya misalkan Anis Ganjar (Ganjar Pranowo) atau AHY (Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, atau Prabowo-Puan (Puan Maharani) atau Ganjar dengan siapa kan berat," kata dia.

Namun kata Ujang, bisa saja capres diusung dari internal KIB, dan cawapres dari eksternal atau sebaliknya.

"Oleh karena itu skemanya bisa saja Misalnya Airlangga Ganjar atau Ganjar Airlangga," kata dia.

baca juga

Kendati demikian kata Ujang, jika ingin mengusung capres atau cawapres dari internal KIB, Airlangga ataupun Zulkifli Hasan harus menaikkan elektabilitasnya sebelum maju di Pilpres 2024.

"Kelemahannya adalah kalau mendukung satu cawapres hanya di internal kan harus meningkatkan elektabilitas Baik Pak Airlangga maupun Zulhas harus kenaikan elektabilitas. Kalau nggak mohon maaf bertarung tanpa elektabilitas ya mohon maaf akan babak belur," kata Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fahri Hamzah Kritik KIB, Politisi PPP Balas dengan Sindiran Menohok: Mungkin Dia Stres

Fahri Hamzah Kritik KIB, Politisi PPP Balas dengan Sindiran Menohok: Mungkin Dia Stres

Jabar | Rabu, 08 Juni 2022 | 21:30 WIB

KIB Hingga Kini Masih Belum Kerucutkan Nama Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024, PAN: Kami Terbuka Bagi Siapapun

KIB Hingga Kini Masih Belum Kerucutkan Nama Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024, PAN: Kami Terbuka Bagi Siapapun

Sumut | Rabu, 08 Juni 2022 | 19:58 WIB

Buka Peluang Bagi Ganjar, Anies hingga Ridwan Kamil, PAN: KIB Terbuka Bagi Siapa Pun yang Ingin jadi Capres-Cawapres

Buka Peluang Bagi Ganjar, Anies hingga Ridwan Kamil, PAN: KIB Terbuka Bagi Siapa Pun yang Ingin jadi Capres-Cawapres

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 19:51 WIB

Terkini

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:14 WIB

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:07 WIB

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:04 WIB

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB