Siapa Pembuat Relief Sarinah? Mahakarya Peninggalan Era Soekarno yang Jadi Misteri

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 14 Juni 2022 | 14:27 WIB
Siapa Pembuat Relief Sarinah? Mahakarya Peninggalan Era Soekarno yang Jadi Misteri
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti relief yang ada di Mal Sarinah, Jakarta Pusat. - siapa pembuat relief sarinah (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Berita penemuan relief Sarinah masih jadi pembahasan suam-suam kuku. Meskipun demikian, banyak pihak yang tertarik ingin mengetahui siapa pembuat relief sarinah.

Siapa pembuat relief Sarinah diduga salah satu dari tiga seniman, yaitu Batara Lubis, Djoni Trisno, serta Trubus. Ketiganya merupakan anggota Sanggar Pelukis Rakyat, Yogyakarta. Trubus meninggal dalam peristiwa kekerasan pasca Oktober 1965. Kenapa bisa mengerucut kepada tiga orang tersebut. Berikut ulasan untuk menjawab pertanyaan siapa pembuat relief sarinah?

Siapa Pembuat Relief Sarinah

Dimulai dari Asikin Hasan, ditunjuk sebagai kurator oleh manajemen Sarinah untuk mengkonservasi relief tersebut.  Salah satu hal yang perlu diketahuinya adalah siapa pembuat relief Sarinah. Cara yang dikerjakannya untuk menemukan pembuatnya sebagai berikut: 

1. Mengumpulkan nama-nama seniman yang aktif di era Soekarno yang diduga terlibat dalam pembuatan karya tersebut.

2. Setelah menemukan nama-nama seniman, dimulai identifikasi yang corak karyanya memiliki kemiripan dengan relief

3. Menghubungi keluarga seniman yang masih hidup.

4. Ketika keluarga tidak mampu memastikan, dilakukan analisa terhadap karya-karya para perupa di era 1960-an. 

Pengerucutan terhadap tiga seniman di atas adalah karena dalam sejarahnya, Presiden Soekarno dekat dengan ketiganya.  Oleh karenanya, ketiganya kemungkinan besar tahu atau malah terlibat dalam pembuatan relief sepanjang 12 meter dengan tinggi tiga meter itu. 

Sengaja Disembunyikan

Alasan kenapa siapa pembuat relief Sarinah menjadi pertanyaan besar adalah karena tidak ada nama seniman yang digoreskan dalam sebuah prasasti di dekat relief itu. Tim konservasi berusaha mengorek pelan-pelan beberapa sudut di tapak relief agar menemukan setidaknya tanda atau simbol seniman pembuat relief Sarinah. 

Relief berupa gambar 12 sosok petani dan nelayan itu disusun dari beton bertulang. Ciri khas ini belum ditemukan merujuk kepada siapa. Biasanya seorang seniman memiliki ciri khas termasuk pada pilihan bahan-bahannya, namun ini belum ditemukan. Siapa sih seniman yang memiliki ciri khas mengunakan beton bertulang pada era Soekarno?

Dugaan siapa pembuat relief Sarinah sengaja disembunyikan ini karena pada masa relief itu dikerjakan sedang terjadi gejolak pada kekuasaan Soekarno. Tidak terpungkiri bahwa relief itu dikerjakan sekitar tahun 1963 sampai 1964 atau tahun 1966.

Tahun-tahun tersebut adalah masa-masa genting kekuasaan Soekarno, sehingga tak mengherankan jika sang seniman pembuat relief Sarinah 'cari aman' sehingga tidak mencantumkan namanya. Sebab pada tahun-tahun tersebut, banyak yang berhubungan dengan Soekarno 'dibuang' atau diasingkan. 

Di awal tahun 60-an, Soekarno merancang beberapa relief berskala besar seperti di Hotel Indonesia Jakarta, Hotel Bali Beach Sanur Bali, Hotel Ambarukmo Yogyakarta, dan Hotel Samudra Beach Sukabumi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Soekarnoputri: Marhaen Adalah Nama Seorang Petani yang Ditemukan Bung Karno di Jawa Barat

Megawati Soekarnoputri: Marhaen Adalah Nama Seorang Petani yang Ditemukan Bung Karno di Jawa Barat

Sulsel | Senin, 13 Juni 2022 | 19:26 WIB

Akrab Keliling Mal Sarinah Bareng Erick Thohir, Megawati: Lebih Baik Saya Duluan Lihat Sebelum Diresmikan Jokowi

Akrab Keliling Mal Sarinah Bareng Erick Thohir, Megawati: Lebih Baik Saya Duluan Lihat Sebelum Diresmikan Jokowi

News | Senin, 13 Juni 2022 | 18:34 WIB

Kunjungi Mal Sarinah, Megawati Soroti Relief Tua yang 'Disembunyikan' usai Soekarno Lengser

Kunjungi Mal Sarinah, Megawati Soroti Relief Tua yang 'Disembunyikan' usai Soekarno Lengser

News | Senin, 13 Juni 2022 | 18:04 WIB

Akrab Didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Megawati Kunjungi Mal Sarinah Thamrin

Akrab Didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Megawati Kunjungi Mal Sarinah Thamrin

News | Senin, 13 Juni 2022 | 15:53 WIB

5 Fakta Menarik Kedatangan Jenazah Eril ke Indonesia Hingga Disemayamkan di Gedung Pakuan

5 Fakta Menarik Kedatangan Jenazah Eril ke Indonesia Hingga Disemayamkan di Gedung Pakuan

Jabar | Senin, 13 Juni 2022 | 06:29 WIB

Sebelum Diberangkatkan ke Bandung, Jenazah Eril Sempat Disalatkan Beberapa Pejabat di Bandara Soetta

Sebelum Diberangkatkan ke Bandung, Jenazah Eril Sempat Disalatkan Beberapa Pejabat di Bandara Soetta

Jabar | Minggu, 12 Juni 2022 | 17:37 WIB

Terkini

Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama

Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:11 WIB

Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini

Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:58 WIB

Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini

Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:51 WIB

Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik

Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:35 WIB

Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026

Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:32 WIB

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:03 WIB

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:56 WIB

Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara

Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:23 WIB

Periode Akhir Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Gunakan Rest Area Alternatif

Periode Akhir Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Gunakan Rest Area Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:15 WIB

Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi

Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:15 WIB