Jurnalis Inggris Hilang di Amazon, Brasil Didesak Intensifkan Pencarian

Siswanto, BBC

Selasa, 14 Juni 2022 | 21:01 WIB
Jurnalis Inggris Hilang di Amazon, Brasil Didesak Intensifkan Pencarian
BBC

Suara.com - Pemerintah Brasil didesak mengintensifkan pencarian jurnalis dan pakar masyarakat adat setempat, lima hari setelah mereka dinyatakan hilang di hutan belantara Amazon.

Jurnalis dari Inggris, Dom Phillips dan mantan pejabat senior di lembaga adat federal FUNAI, Bruno Pereira, menghilang saat melakukan penelitian di lembah Javari di Brasil, yang berbatasan dengan Peru, pada Senin (06/06) dini hari.

Saksi mata mengatakan mereka terakhir melihat Dom Phillips, seorang penulis lepas yang telah menulis untuk media The Guardian, Washington Post, dan publikasi lainnya, bersama dengan Bruno Pereira, sehari sebelumnya.

Baca juga:

Seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Direktur FUNAI saat ini, Maria Laura Canineu, menyayangkan respons pemerintah Brasil yang lemah tentang insiden ini.

Adapun saat ini, pihak berwenang sedang mengejar "semua jalur penyelidikan," dan masih berharap untuk menemukan orang-orang itu hidup, kata kepala penyelidik Alexandre Fontes, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Insiden ini menuai desakan dari organisasi media terkemuka, kelompok lingkungan dan hak asasi manusia, juga tokoh-tokoh terkenal termasuk legenda sepak bola Pele dan bintang sepakbola Brasil saat ini, Richarlison.

"Saya bergabung dengan banyak suara yang membuat seruan untuk mengintensifkan pencarian dan menemukan mereka sesegera mungkin," tulis Pele di Instagram dalam unggahan video yang menampilkan istri Phillips menahan isak tangisnya saat memohon kepada pihak berwenang Brasil untuk membantu pencarian suaminya.

https://www.instagram.com/tv/CejH48FDRgz/?utm_source=ig_web_copy_link

baca juga

Pesepakbola Brasil yang kini bermain di klub Everton, Richarlison, juga mengunggah video yang sama.

"Saya meminta pihak berwenang, tolong, bertindak segera dan melakukan segala kemungkinan untuk menemukan Dom Phillips dan Bruno Pereira!" tulisnya.

Desakan pencarian Phillips dan Pereira juga sampai di KTT Amerika yang digelar Los Angeles, di mana Presiden AS Joe Biden bertemu dengan para pemimpin regional pekan ini, termasuk bersama Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, pada Kamis (09/06).

Aktivis memasang layar raksasa di sebuah truk yang berhenti di berbagai lokasi penting di Los Angeles, termasuk Hollywood, dengan pesan: "Where are Dom Phillips & Bruno Pereira?

Satu orang ditangkap

Dalam perkembangan terbaru, polisi dan militer Brasil mengungkapkan mereka telah menginterogasi enam orang dan menangkap salah satu di antara mereka.

Namun mereka belum dapat memastikan keterlibatan langsung orang itu dalam hilangnya Phillips dan Pereira.

Penyelidik mengatakan pria itu ditangkap dalam operasi razia dan pencarian di wilayah tersebut, ketika petugas menemukan obat-obatan dan secara ilegal membawa amunisi kaliber 7,62 milimeter - peluru yang biasanya digunakan dalam senapan serbu.

Polisi tidak menjelaskan mengapa pria ditetapkan sebagai tersangka tetapi dia diduga berada di antara sekelompok pria yang mengancam kedua orang itu di dekat wilayah adat pada hari Sabtu (04/06).

Saksi mata dilaporkan melihat pria itu membuntuti perahu Phillips dan Pereira, kala kedua orang itu kembali ke kota kecil Atalaia do Norte, setelah melakukan perjalanan penelitian ke daerah yang dikenal sebagai danau Jaburu.

Tetapi "kami belum menemukan koneksi apa pun antara dia dan (hilangnya Phillips dan Pereira) untuk saat ini," ujar pejabat Negara Bagian Amazonas, Jenderal Carlos Alberto Mansur, kepada wartawan dalam konferensi pers Rabu (08/06).

Pegiat masyarakat adat setempat mengatakan Phillips dan Pereira menerima ancaman pekan lalu saat bekerja di wilayah tersebut, yang menjadi saksi gelombang invasi penangkapan ikan, penebangan, dan penambangan emas ilegal, serta perdagangan narkoba.

Adapun Pereira, seorang pakar masyarakat adat dari badan urusan adat Brasil FUNAI, telah menjadi sasaran ancaman pembunuhan atas aksinya memerangi invasi tersebut, termasuk dengan membantu masyarakat adat mengatur patroli mereka sendiri.

Para penyelidik berkukuh bahwa mereka melakukan yang terbaik dalam apa yang disebut kepala penyelidik Alexandre Fontes sebagai "wilayah yang sangat rumit", dilintasi oleh sungai-sungai yang berkelok-kelok dan hanya dapat dicapai dengan helikopter, pesawat kecil, atau perahu.

Baca juga:

Sebanyak 250 orang dikerahkan dalam misi pencarian, termasuk ahli operasi hutan yang dikirim oleh tentara dan penyelam yang dilatih untuk bekerja di perairan keruh.

Dua helikopter, tiga drone dan 16 kapal juga dikerahkan dalam pencarian tersebut.

Tekanan terhadap pemerintah Presiden Jair Bolsonaro yang dituding gagal mengintensifkan pencarian di wilayah pedalaman, terus meningkat.

Namun Menteri Kehakiman Anderson Torres, melalui akun Twitter, menjelaskan bahwa pemerintah "telah memperkuat operasi pencarian".

https://twitter.com/andersongtorres/status/1534218487970861056?s=20&t=Y1xF8ThlrSRwiWMhFAhorw

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegiat Lingkungan dan Tanah Adat Dibunuh, Mengapa Jadi Aktivis Berbahaya'?

Pegiat Lingkungan dan Tanah Adat Dibunuh, Mengapa Jadi Aktivis Berbahaya'?

News | Senin, 27 Juni 2022 | 16:18 WIB

Terkini

750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini

750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:52 WIB

UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!

UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:50 WIB

Camila Mendes Akui Mentalnya Sempat Terpuruk saat Syuting Serial Riverdale

Camila Mendes Akui Mentalnya Sempat Terpuruk saat Syuting Serial Riverdale

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:49 WIB

Berapa Harga Motor Bebek Baru 2026? Intip Keunggulannya yang Bikin Matic Minder

Berapa Harga Motor Bebek Baru 2026? Intip Keunggulannya yang Bikin Matic Minder

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:47 WIB

Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam

Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:44 WIB

Edukasi Kulit Sensitif, Cetaphil Derm On Tour Hadir Menjangkau Warga Jakarta Lewat Konsep Mobile

Edukasi Kulit Sensitif, Cetaphil Derm On Tour Hadir Menjangkau Warga Jakarta Lewat Konsep Mobile

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:43 WIB

4 Rekomendasi Lip Balm SPF 50, Perlindungan Maksimal untuk Bibir Tetap Lembap dan Cerah

4 Rekomendasi Lip Balm SPF 50, Perlindungan Maksimal untuk Bibir Tetap Lembap dan Cerah

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:39 WIB

John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?

John Herdman Dibuat Pusing Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Kenapa?

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:33 WIB

4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet

4 Rekomendasi Smartwatch Xiaomi Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:33 WIB

Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut

Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:31 WIB

×