facebook

Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Barat Hingga Yogyakarta

Pebriansyah Ariefana
Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Barat Hingga Yogyakarta
Kondisi Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (28/4/2022). Gelombang pasang terjadi di sepanjang pantai wisata di kawasan Palabuhanratu. [Sukabumiupdate.com]

BMKG menyebut kemungkinan gelombang sangat tinggi yang berkisar 4-6 meter.

Suara.com - Waspada gelombang tinggi di laut Selatan Jawa Barat hingga Yogyakarta. Peringatan itu dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BMKG menyebut kemungkinan gelombang sangat tinggi yang berkisar 4-6 meter.

"Hari ini (24/6) kami kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi seiring dengan perkembangan kondisi cuaca di laut selatan Jabar hingga DIY," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jateng, Jumat.

Dalam peringatan dini gelombang tinggi sebelumnya disebutkan bahwa tinggi gelombang 4-6 meter.

Baca Juga: Bertarung Nyawa demi Bisa Pergi ke Sekolah, Pelajar SD di Sukabumi Seberangi Sungai dengan Seutas Tali Tambang

hanya berpotensi di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY, sedangkan di wilayah perairan selatan Jabar-DIY diprakirakan berkisar 2,5-4 meter (kategori tinggi, red.).

Dalam peringatan dini gelombang tinggi terbaru yang dikeluarkan pada hari Jumat, potensi terjadinya gelombang sangat tinggi yang berkisar 4-6 meter tidak hanya di Samudra Hindia selatan Jabar-DIY, juga di wilayah perairan selatan Jabar-DIY.

Peningkatan tinggi gelombang tersebut disebabkan oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Mentawai, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat, perairan selatan Jawa, Laut Badan, Perairan Yos Sudarso, perairan Merauke, dan Laut Arafuru.

"Arah gerakan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi dapat memicu terjadinya gelombang tinggi.

Baca Juga: Cuaca Bali Dan Nusa Tenggara Berpotensi Hujan Ringan, Ini Daftar Kotanya

Selain itu, wilayah perairan selatan Jabar hingga DIY saat sekarang sedang berada pada musim angin timuran," kata Teguh.

Komentar