facebook

5 Fakta Rencana Kunjungan Jokowi ke Ukraina: Dikawal 39 Personil Paspampres dan Senjata Lengkap

Agatha Vidya Nariswari
5 Fakta Rencana Kunjungan Jokowi ke Ukraina: Dikawal 39 Personil Paspampres dan Senjata Lengkap
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat berpidato di dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/6/2022). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Presiden Jokowi akan berencana berkunjung ke Ukraina meski tengah dilanda konflik bersenjata. Untuk itu, ia akan dikawal hingga 39 unit Paspampres. Simak fakta selengkapnya

Suara.com - Presiden Joko Widodo berencana akan mengunjungi Ukraina dan bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky. Meski tengah dilanda konflik bersenjata dengan Rusia, Jokowi tetap bersikeras akan mengunjungi negara tersebut lantaran memiliki agenda penting di sana.

Untuk itu, Jokowi siapkan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjumlah 39 personil untuk mengawal dirinya dalam kunjungan tersebut.

Lantas, apa yang membuat Jokowi kunjungi Ukraina yang sedang dilanda konflik bersenjata tersebut? Simak deretan fakta seputar rencana kunjungan Jokowi ke Ukraina berikut.

1. Alasan Jokowi ke Ukraina

Baca Juga: Kremlin Sebut Pertemuan Jokowi dan Vladimir Putin Sangat Penting, Jadi Momen Perdamaian Ukraina?

Adapun kunjungan tersebut dilatarbelakangi alasan tuntutan Jokowi sebagai salah satu anggota champion group dari Global Crisis Response Group untuk berkontribusi terhadap konflik Ukraina.

Alasan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi.

“Meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai presiden G20 dan salah satu anggota champion group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk oleh Sekjen PBB, Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam,” papar Menlu.

Jokowi akan membahas tentang penanganan dampak perang di negara tersebut, terutama soal pangan.

“Mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara, terutama negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah,” lanjut Menlu.

Baca Juga: Jokowi Bakal ke Kiev Temui Presiden Ukraina, Paspampres Siapkan Senjata Laras Panjang

2. Bertemu Presiden Ukraina dan Presiden Rusia

Komentar