Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

Bella | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 19:25 WIB
Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?
Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso [Suara.com/Lilis Varwati]
  • Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, meyakini mutasi dirinya dari RSCM ke RS Fatmawati adalah hukuman Kemenkes.
  • Wakil Menteri Kesehatan Dante Laksono menyayangkan dan menegur Dirjen Kesehatan Lanjutan terkait keputusan mutasi Piprim.
  • Piprim diberhentikan sebagai ASN Kemenkes karena mangkir, meyakini ini sanksi atas independensi IDAI terkait kolegium profesi.

Suara.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, meyakini bahwa mutasi dirinya dari RS Cipto Mangunkusumo ke RS Fatmawati merupakan bentuk hukuman dari Kementerian Kesehatan akibat sikap kritisnya terhadap keterlibatan pemerintah dalam pembentukan kolegium profesi dokter.

Keyakinan tersebut dirasakan Piprim ketika ia menerima panggilan telepon langsung dari Wakil Menteri Kesehatan Dante Laksono, yang mengaku turut kecewa atas keputusan mutasi tersebut.

"Begitu ribut-ribut bulan Mei surat mutasi saya itu keluar dan IDAI mengadakan acara doa bersama, Wamenkes 1 Prof Dante menelefon saya dari Jenewa. Saya pikir saya akan dimarahi oleh beliau. Ternyata beliau bilang begini, 'dokter Piprim sungguh saya sangat menyayangkan mutasi yang terjadi pada diri anda. Ini seharusnya tidak terjadi'," cerita Piprim kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Kepada Piprim, Wamenkes Dante mengaku langsung menegur Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya atas tindakan mutasi tersebut. Melalui sambungan telepon, Wamenkes Dante juga sempat menyampaikan harapannya agar mutasi itu dapat dibatalkan.

Piprim mengaku memperoleh dukungan serupa dari Wakil Menteri Kesehatan Benny Octavianus serta Direktur Utama SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSCM yang saat itu dijabat Dwi Fatan Lilyana. Keduanya menyatakan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya berujung pada mutasi.

Namun demikian, mutasi tetap berlanjut. Bahkan, Piprim justru diberhentikan sebagai ASN Kemenkes pada awal Februari lalu karena dinilai mangkir selama 28 hari sejak dimutasi dari RSCM ke RS Fatmawati. Kondisi ini membuat Piprim meyakini bahwa keputusan mutasi tersebut berasal langsung dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Mungkin di belakang segala mutasi ini adalah Pak Menkes sendiri. Artinya, bahwa mutasi kepada saya dan juga pada teman-teman saya, Dokter Fitri, yang paling jelas. Dokter Fitri itu dengan alasan pemerataan pelayanan kesehatan, padahal dia satu-satunya ahli tumbuh kembang di RS Karyadi dipindah ke RS Sarjito yang sudah punya tiga konsultan. Ini kan, tidak masuk akal," tutur Piprim.

"Memang yang saya meyakini dan teman-teman ini adalah sebuah hukuman karena IDAI mempertahankan independensi kolegium," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solidaritas Dokter Menguat, IDAI Tuntut Kemenkes Batalkan Mutasi dan Pemecatan Dokter Piprim dkk

Solidaritas Dokter Menguat, IDAI Tuntut Kemenkes Batalkan Mutasi dan Pemecatan Dokter Piprim dkk

News | Senin, 23 Februari 2026 | 18:57 WIB

Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans

Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 17:15 WIB

Kemenkes: Puasa Ramadhan Bantu Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Kemenkes: Puasa Ramadhan Bantu Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Video | Jum'at, 20 Februari 2026 | 20:20 WIB

Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Video | Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:00 WIB

Bukan Soal Beda Pendapat, Menkes Ungkap Alasan dr. Piprim Dipecat

Bukan Soal Beda Pendapat, Menkes Ungkap Alasan dr. Piprim Dipecat

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 19:12 WIB

Kemenkes: Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kecemasan, Bila Dilakukan dengan Benar

Kemenkes: Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kecemasan, Bila Dilakukan dengan Benar

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:41 WIB

Update Pascabencana Sumatra, Menkes: 8.850 Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Butuh Renovasi Segera

Update Pascabencana Sumatra, Menkes: 8.850 Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Butuh Renovasi Segera

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 15:25 WIB

Sindir Orang Kaya Masuk PBI, Menkes: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp42.000?

Sindir Orang Kaya Masuk PBI, Menkes: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp42.000?

Video | Kamis, 12 Februari 2026 | 10:51 WIB

Tak Boleh Ada Jeda Layanan, Menkes Pastikan Pasien Katastropik Tetap Dilayani

Tak Boleh Ada Jeda Layanan, Menkes Pastikan Pasien Katastropik Tetap Dilayani

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 08:34 WIB

Butuh Rp 15 Miliar, Menkes Budi Siap Aktifkan Lagi BPJS PBI 120 Ribu Pasien Kritis

Butuh Rp 15 Miliar, Menkes Budi Siap Aktifkan Lagi BPJS PBI 120 Ribu Pasien Kritis

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 17:51 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB